Kebijakan Baru Pemkab Deliserdang: Larangan Bawa Mobil ke Kantor Setiap Hari Rabu
Pemerintah Kabupaten Deliserdang telah mengeluarkan Surat Edaran nomor 800/2156 tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Aturan ini mulai berlaku setelah ditandatangani oleh Sekda Dedi Maswardi pada tanggal 10 April 2026, dan akan diberlakukan mulai pekan depan. Salah satu poin utama dari surat edaran ini adalah larangan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membawa kendaraan bermotor ke kantor setiap hari Rabu.
Pelaksanaan Car Free Day Setiap Hari Rabu
Dalam poin keenam Surat Edaran tersebut, ditegaskan bahwa kebijakan Car Free Day dilakukan setiap hari Rabu. ASN dilarang menggunakan kendaraan roda empat ke kantor, kecuali dalam kondisi tertentu yang memerlukan pengecualian. Selain itu, mereka harus melaporkan hasil implementasi kebijakan tersebut kepada BKPSDM dan Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Deliserdang setiap hari Selasa.
Selain itu, ASN yang melaksanakan kebijakan Car Free Day dianjurkan untuk menggunakan moda transportasi ramah lingkungan seperti angkutan umum, kendaraan listrik, sepeda, atau berjalan kaki. Jika tidak melaksanakan kebijakan ini, maka akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
Pengecualian untuk Beberapa Jabatan dan Instansi
Surat Edaran ini juga menyebutkan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) tidak berlaku untuk beberapa jabatan dan instansi. Di antaranya adalah pejabat eselon II dan III, camat, kepala desa, dan lurah. Selain itu, pegawai di Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Pegawai Bapenda dan Dinas Damkar, Satpol PP, Disdukcapil, tenaga kesehatan di RSUD dan Puskesmas hingga tenaga pendidik seperti PAUD, TK, SD dan SMP juga tidak dikenai aturan WFH.
Para pegawai di kantor camat, lurah, dan kantor desa juga tidak diperbolehkan menerapkan WFH. Begitu pula dengan pegawai di Mall Pelayanan Publik dan seluruh petugas keamanan dan kebersihan.
Tanggapan dari ASN
Banyak ASN yang merasa bingung dengan adanya larangan membawa mobil ke kantor setiap hari Rabu. Salah satunya adalah Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Deliserdang, Mahmudin Siregar. Ia mengaku sudah terbiasa menggunakan mobil dinas sejak tahun 2004. Namun, ia merasa kesulitan karena tidak terbiasa naik motor atau angkutan umum.
“Kalau Surat Edaran belum tau aku. Dari tahun 2004 sudah dapat mobil dinas aku. Naik motor ke Lubuk Pakam ya cari matilah, aku sudah nggak pandai lagi naik motor kalau jauh-jauh. Waktu Lebaran kemarin pulang kampung ke Paluta, itulah diajak lihat kebun dan naik motor, rupanya jatuh sampai sekarang masih sakit kaki ku,” kata Mahmudin.
Ia juga menanyakan apakah mobil pribadi dilarang dibawa ke kantor. “Motor ku pun nggak ada yang bagus lagi di rumah. Apa semua mobil memang nggak boleh dibawa? Kalau mobil dinas mungkin iyalah. Tapi kalau mobil pribadi apa nggak boleh juga?” tanya Mahmudin.
Penerapan Work From Home (WFH)
Meski sudah sejak Maret edaran soal WFH dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat, sampai saat ini Pemkab Deliserdang belum memberlakukan sistem kerja WFH untuk menghemat BBM. Pemkab Deliserdang menyatakan bahwa mereka telah melakukan rapat terkait kebijakan WFH, namun masih ada yang mau direvisi sebelum edaran dikeluarkan.
Asisten III Pemkab Deliserdang, Rudi Akmal Tambunan, mengatakan bahwa Surat Edaran seharusnya sudah keluar, tetapi setelah dipelajari, masih belum semua tujuan dari Surat Edaran Mendagri yang terpenuhi, sehingga direvisi kembali.
Jadwal Pemberlakuan WFH dan Car Free Day
Untuk pemberlakuan WFH di lingkungan Pemkab Deliserdang, akan diberlakukan pada Jumat depan. Rudi mengatakan bahwa Pemkab selama ini tidak mengkaji berapa banyak sebenarnya ASN yang pergi ke kantor mengendarai mobil. Namun demikian, dari laporan bulanan akan didapat berapa jumlah BBM yang berhasil dihemat.
“Tidak diatur berapa minimalnya (berapa pegawai yang harus WFH) karena ini sifatnya membentuk budaya kerja yang baru. Kita akan menerapkan ini secara bertahap dan disesuaikan dengan hasil evaluasi agar budaya ini dapat bertahan lama,” ujar Rudi.



