Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 18 Mei 2026
Trending
  • Menjelang Moto3 MotoGP Catalunya 2026, Veda Waspadai Ambisi Maximo, Murid Marc Marquez
  • Jadwal KM Tilongkabila Mei 2026: Gorontalo Dikunjungi Dua Kali
  • 7 rekomendasi ponsel Rp3 jutaan Mei 2026, kamera berkualitas tinggi
  • Ditekan Pengumuman MSCI dan FTSE, Ini Nasib Pasar Saham Indonesia
  • Polisi Ungkap Identitas Pemilik Tambang Emas yang Tewaskan 9 Orang di Sijunjung, Selidiki Longsor Maut
  • Benarkah Satpol PP Sulsel Dibayar? Kasat: Suruhmi Laporkan ke Polisi
  • Pertandingan Persik vs Persija Membuat Mauricio Souza Tak Berdaya
  • Desain dapur minimalis sederhana yang menarik!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pemerintah Aceh Perpanjang Status Darurat Banjir dan Longsor hingga 8 Januari 2026
Nasional

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Darurat Banjir dan Longsor hingga 8 Januari 2026

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Aceh

Pemerintah Aceh telah memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi yang mencakup banjir dan tanah longsor di sejumlah kabupaten dan kota terdampak. Keputusan ini diambil melalui rapat koordinasi penanganan bencana yang digelar pada Kamis, 25 Desember 2025. Perpanjangan status ini dilakukan berdasarkan laporan analisis cepat dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Aceh serta rekomendasi Forkopimda Aceh.

Selain itu, keputusan juga mengacu pada rapat virtual bersama pemerintah daerah terdampak pada 23 Desember 2025 serta rapat penanganan darurat yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wakil Gubernur Aceh, dan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan.

Jubir Pemerintah Aceh, Muhammad MTA menyampaikan bahwa gubernur Aceh menetapkan bahwa masa status tanggap darurat kedua akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa Gubernur memerintahkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan stakeholder terkait untuk mempercepat distribusi bantuan logistik bagi warga terdampak, baik yang berada di pos pengungsian, rumah warga, maupun daerah pedalaman yang masih terisolasi.

Penanganan Darurat yang Menyeluruh

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa penanganan darurat mencakup pelayanan kesehatan terbaik melalui optimalisasi rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu, serta pembukaan pos kesehatan di desa-desa terpencil. Pemerintah Aceh juga menyiapkan dukungan pendidikan untuk anak korban bencana, termasuk penyediaan perlengkapan sekolah agar proses belajar tetap berjalan.

Selain itu, pemerintah Aceh menekankan percepatan perbaikan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan agar kembali berfungsi dengan baik di tengah masa pemulihan. Gubernur menegaskan bahwa selama masa perpanjangan ini, seluruh SKPA diminta bekerja fokus, masif, dan sesuai tugas pokok fungsi (tupoksi) dalam penanganan darurat bencana.

Upaya Bersama untuk Pemulihan

Pemerintah Aceh bersama Pemerintah Pusat terus melakukan langkah strategis untuk mempercepat penanganan korban bencana serta pemulihan sarana dan prasarana. Dalam pernyataannya, Gubernur Aceh mengajak masyarakat untuk bersatu, saling membantu, dan memperkuat semangat kebersamaan agar Aceh dapat segera bangkit dari bencana ini.

Langkah-Langkah yang Dilakukan

  • Distribusi Bantuan Logistik: Seluruh SKPA dan stakeholder terkait diminta mempercepat distribusi bantuan logistik kepada warga terdampak.
  • Pelayanan Kesehatan: Rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu dioptimalkan untuk memberikan layanan kesehatan terbaik.
  • Pos Kesehatan di Desa Terpencil: Pembukaan pos kesehatan di desa-desa terpencil dilakukan untuk memastikan akses layanan kesehatan yang merata.
  • Dukungan Pendidikan: Perlengkapan sekolah disediakan untuk mendukung proses belajar anak korban bencana.
  • Perbaikan Infrastruktur: Jalan dan jembatan yang rusak diperbaiki agar kembali berfungsi dengan baik.
  • Koordinasi dengan Pemerintah Pusat: Langkah-langkah strategis dilakukan bersama pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal KM Tilongkabila Mei 2026: Gorontalo Dikunjungi Dua Kali

18 Mei 2026

Benarkah Satpol PP Sulsel Dibayar? Kasat: Suruhmi Laporkan ke Polisi

18 Mei 2026

Polisi Ungkap Identitas Pemilik Tambang Emas yang Tewaskan 9 Orang di Sijunjung, Selidiki Longsor Maut

18 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Menjelang Moto3 MotoGP Catalunya 2026, Veda Waspadai Ambisi Maximo, Murid Marc Marquez

18 Mei 2026

Jadwal KM Tilongkabila Mei 2026: Gorontalo Dikunjungi Dua Kali

18 Mei 2026

7 rekomendasi ponsel Rp3 jutaan Mei 2026, kamera berkualitas tinggi

18 Mei 2026

Ditekan Pengumuman MSCI dan FTSE, Ini Nasib Pasar Saham Indonesia

18 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?