Proses Pembongkaran Tiang Monorel di Jalan Rasuna Said
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mulai melakukan pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1/2026). Pembongkaran tersebut merupakan bagian dari upaya penataan kawasan Rasuna Said. Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan pekerjaan ini dapat selesai dalam delapan bulan atau pada September 2026.
Saat ini, pihaknya sedang melakukan pengadaan untuk mencari pelaksana proyek pembongkaran tiang monorel dan penataan Jalan Rasuna Said. Heru mengungkapkan bahwa proses pengadaan masih berjalan dan belum ada kepastian siapa yang akan menjadi pemenang. Ia menyebutkan bahwa saat ini, pekerjaan pembongkaran masih dilakukan oleh Satgas Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta. Namun, nantinya pekerjaan tersebut akan diserahkan kepada pihak ketiga.
Heru berharap, pemenang pengadaan proyek tersebut dapat diketahui dalam pekan depan. Dengan begitu, proses pekerjaan bisa dilakukan secara optimal sesuai target yang ditentukan. Jika hingga minggu depan belum ada pemenang, maka prosesnya mungkin sedikit terlambat. Namun, ia menegaskan bahwa waktu yang telah ditetapkan adalah delapan bulan.
Meski demikian, Heru berkomitmen agar pekerjaan penataan kawasan Rasuna Said dapat rampung lebih cepat dari target yang ditentukan. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu mengganggu pengguna jalan di kawasan tersebut.
Jumlah Tiang Monorel yang Harus Dibongkar
Heru menjelaskan bahwa terdapat 109 tiang monorel yang harus dibongkar di kawasan Rasuna Said. Sebagian dari tiang tersebut masih berupa besi, tetapi beberapa lainnya sudah diikat dengan beton. Saat ini, pihaknya melakukan pemotongan besi terlebih dahulu, kemudian baru melanjutkan dengan pembongkaran beton.
Ia memastikan bahwa proyek pembongkaran tiang-tiang itu tidak akan menutup seluruh badan jalan di Rasuna Said. Penutupan hanya dilakukan di jalur lambat sekitar lokasi tiang yang sedang dibongkar. Sementara jalur cepat tetap bisa dilalui.
Jadwal Pekerjaan dan Pengaruh Terhadap Lalu Lintas
Pekerjaan pembongkaran tiang monorel juga dilakukan pada malam hari, tepatnya pada pukul 23.00-05.00 WIB. Dengan begitu, pekerjaan tersebut diharapkan tidak terlalu berdampak terhadap kemacetan lalu lintas.
Penataan Jalan dan Trotoar
Selain pembongkaran tiang monorel, pihaknya juga akan melakukan penataan jalan di Jalan Rasuna Said. Batas pemisah antara jalur cepat dan jalur lambat akan dihilangkan. Selain itu, tinggi jalan juga akan disamakan. Heru menjelaskan bahwa perbedaan tinggi antara jalur cepat dan jalur lambat mencapai sekitar 30 cm. Oleh karena itu, penataan jalan diperlukan agar kedua jalur tersebut memiliki ketinggian yang sama.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan penataan trotoar di sepanjang jalan tersebut. Nantinya, trotoarnya akan ditata mengikuti kontur jalan agar lebih rapi dan nyaman digunakan.



