Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 17 Mei 2026
Trending
  • Polisi Diminta Ungkap Otak Jaringan Judi Hayam Wuruk yang Libatkan Ratusan WNA – “Digital Selalu Tinggalkan Jejak”
  • Indonesia targetkan peringkat ketiga di Kejuaraan Queen Sirikit Cup 46 di Sentul Highlands
  • Satelit Nusantara Lima Beroperasi, Menyentuh Indonesia, Malaysia, dan Filipina
  • Selat Malaka hingga Hormuz: Jalur Laut sebagai Senjata Geopolitik
  • Bursa Pantau Kasus Transaksi Rp5 Triliun TLKM, Libatkan OJK
  • Mengapa Warna Bulu Kucing Berubah Saat Tua?
  • Santri Al-Falah Nobar Film Pesta Babi, Diberi Peringatan
  • Penguatan Kompolnas dengan Revisi UU Kepolisian
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pakistan Jual 18 Pesawat Tempur JF-17 ke Libya Kekuasaan Khalifa Haftar
Politik

Pakistan Jual 18 Pesawat Tempur JF-17 ke Libya Kekuasaan Khalifa Haftar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.com.CO.ID, BENGHAZI — Sebuah laporan menyebutkan bahwa Pakistan dan Libya sedang dalam proses penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pertahanan besar bernilai miliaran dolar AS. MoU ini mencakup pasokan 16 hingga 18 jet tempur JF-17 Thunder. Laporan tersebut berdasarkan kunjungan Marsekal Lapangan Syed Asim, Panglima Angkatan Bersenjata sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, ke Benghazi pekan lalu.

Pada kunjungan tersebut, Asim bertemu dengan Panglima Militer Libya, Khalifa Haftar. Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama dalam pelatihan dan pembangunan kapasitas. Fokus utama pembahasan adalah penyediaan platform pertahanan canggih bagi pasukan Haftar. JF-17 Thunder adalah pesawat tempur multiperan generasi 4,5 yang dikembangkan bersama oleh Pakistan dan China.

Jet tempur ini telah mencapai keberhasilan ekspor internasional yang signifikan. Salah satunya adalah penjualan 40 pesawat ke Azerbaijan dalam kesepakatan senilai 4,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 16,7 triliun. Dalam laporan tersebut, Khalifa Haftar mencari mitra yang dapat diandalkan di luar pemasok tradisional yang dibatasi oleh sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau kondisi politik, seperti Rusia. Potensi perjanjian ini muncul di tengah embargo senjata PBB yang berkelanjutan terhadap Libya.

Embargo senjata yang diberlakukan sejak 2011 dan dipantau oleh Operasi Irini Uni Eropa menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana transaksi semacam itu dapat diimplementasikan dan apakah akan sesuai dengan bantuan internasional.

Sementara itu, dalam laporan lain, Marsekal Lapangan Munir juga bertemu dengan komandan militer yang memimpin pasukan militer di Libya timur yang menyaingi pemerintah yang berbasis di Tripoli, Saddam Khalifa Haftar. Kubu Haftar didukung oleh pemerintah Turki.

“Saat tiba, Marsekal Lapangan disambut dengan upacara penghormatan oleh kontingen Angkatan Bersenjata Libya yang berpakaian rapi,” kata Humas Angkatan Darat Pakistan dalam sebuah pernyataan, merujuk pada Tentara Nasional Libya (LNA) yang dibentuk sendiri oleh Haftar.

“Kedua belah pihak menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelatihan, peningkatan kapasitas, dan bidang kontra-terorisme,” lanjut pernyataan tersebut. Ditambahkan pula bahwa kepala militer Pakistan menekankan “komitmen negaranya untuk memperkuat hubungan pertahanan dengan Libya, berdasarkan kepentingan bersama”.

Kerjasama Pertahanan antara Pakistan dan Libya

Beberapa aspek penting dari kerjasama pertahanan antara Pakistan dan Libya meliputi:

  • Pengembangan Kapasitas Militer: Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada pembelian senjata, tetapi juga mencakup pelatihan dan peningkatan kapasitas personel militer Libya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional pasukan Haftar.

  • Pengadaan Teknologi Canggih: Penyediaan jet tempur JF-17 Thunder merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi militer Libya. Pesawat ini dirancang untuk berbagai misi, termasuk pengeboman dan pertahanan udara.

  • Dukungan Internasional: Meskipun ada keterbatasan akibat embargo senjata, Pakistan dan Libya berusaha mencari solusi yang dapat memenuhi kebutuhan pertahanan tanpa melanggar aturan internasional. Ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk menjaga hubungan baik dengan dunia internasional.

Tantangan dalam Implementasi Perjanjian

Meski ada potensi besar dalam kerjasama ini, beberapa tantangan harus dihadapi:

  • Kepatuhan terhadap Sanksi PBB: Embargo senjata yang berlaku selama lebih dari satu dekade membuat setiap transaksi senjata menjadi sangat sensitif. Oleh karena itu, semua pihak harus memastikan bahwa transaksi tidak melanggar aturan internasional.

  • Kondisi Politik yang Tidak Stabil: Situasi politik di Libya masih dinamis, dengan adanya dua pihak yang saling bersaing. Hal ini bisa memengaruhi stabilitas dan kelangsungan kerjasama antara Pakistan dan Libya.

  • Keterlibatan Pihak Ketiga: Dukungan dari negara-negara seperti Turki terhadap kubu Haftar bisa memengaruhi dinamika politik dan militer di Libya. Ini memerlukan pendekatan yang hati-hati dari Pakistan dalam menjalin hubungan.

Kesimpulan

Kerjasama pertahanan antara Pakistan dan Libya menunjukkan keinginan kuat dari kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral, terutama dalam hal keamanan dan pertahanan. Meskipun ada tantangan, kerjasama ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kapasitas militer Libya dan memperkuat posisi Pakistan di panggung internasional.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penguatan Kompolnas dengan Revisi UU Kepolisian

17 Mei 2026

70 Paket Soal PPKN Kelas 9 Semester 2: Pilihan Ganda & Esai + Jawaban Ujian Akhir

17 Mei 2026

Beberapa Kadis Tak Hadir dalam RDP Pansus TRAP DPRD Bali, Supartha: Apa Mereka Sudah ‘Masuk Angin’?

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Polisi Diminta Ungkap Otak Jaringan Judi Hayam Wuruk yang Libatkan Ratusan WNA – “Digital Selalu Tinggalkan Jejak”

17 Mei 2026

Indonesia targetkan peringkat ketiga di Kejuaraan Queen Sirikit Cup 46 di Sentul Highlands

17 Mei 2026

Satelit Nusantara Lima Beroperasi, Menyentuh Indonesia, Malaysia, dan Filipina

17 Mei 2026

Selat Malaka hingga Hormuz: Jalur Laut sebagai Senjata Geopolitik

17 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?