Kabar Penundaan Operasi Patuh Intan 2026 Mengundang Respons Positif dari Warga Tala
Kabar penundaan pelaksanaan Operasi Patuh Intan 2026 telah disambut dengan lega oleh banyak warga Kabupaten Tanahlaut (Tala). Hal ini terutama dirasakan oleh kalangan orang tua yang anak-anaknya sedang menghadapi ujian semester. Keputusan tersebut dinilai memberi ruang bagi pelajar untuk fokus dalam mengikuti ujian tanpa dibayangi kekhawatiran razia kendaraan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 8 hingga 22 Juni 2026.
Informasi penundaan operasi tersebut beredar luas sejak malam tadi. Dalam pemberitahuan yang diterima berbagai pihak disebutkan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh 2026 untuk sementara ditunda hingga ada petunjuk lebih lanjut dari pimpinan Polri. Saat dikonfirmasi, Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan membenarkan adanya penundaan tersebut. “Betul, ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Ricky kepada media ini.
Keputusan itu mendapat apresiasi dari masyarakat karena bertepatan dengan pelaksanaan ujian semester di sejumlah sekolah. Mulai Senin (8/6/2026) hari ini, pelajar SMP di Tala dijadwalkan menjalani ujian semester, sementara sebagian pelajar SD masih melanjutkan rangkaian ulangan semester yang telah dimulai sejak pekan lalu.
Sebelumnya, rencana Operasi Patuh Intan telah lebih dulu menyebar di ruang publik. Kondisi itu membuat sebagian orang tua merasa terbebani karena harus memikirkan moda transportasi anak menuju sekolah apabila terjadi razia terhadap pelajar yang mengendarai kendaraan bermotor. Sejumlah keluarga di wilayah pedesaan maupun perkebunan selama ini mengandalkan kendaraan yang digunakan anak untuk berangkat sekolah karena jarak tempuh cukup jauh, sementara orangtua harus bekerja sejak pagi.
Warga Angsau, Kecamatan Pelaihari Zainul Hadi mengaku bersyukur setelah mengetahui operasi tersebut ditunda. Menurutnya, banyak orangtua yang sehari-hari bekerja di kebun atau berdagang sejak subuh sehingga akan kesulitan jika harus mengantar anak ke sekolah setiap hari selama masa ujian. “Kalau memang ditunda, kami sangat berterima kasih. Anak-anak bisa fokus ujian dulu. Banyak orangtua yang berangkat kerja sejak pagi sekali, jadi kalau harus antar jemput tentu cukup merepotkan,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan warga Pelaihari, Rahmani Akbar. Ia menilai keputusan tersebut cukup bijak karena mempertimbangkan kondisi masyarakat dan kalender pendidikan. “Saya setuju ditunda dulu. Bukan berarti mendukung pelajar membawa kendaraan, tetapi saat ini mereka sedang ujian. Setelah itu baru bisa dilakukan sosialisasi dan penertiban secara bertahap agar tidak mengganggu kegiatan belajar,” ujarnya.
Meski demikian, warga berharap penundaan tersebut tidak mengurangi tujuan utama Operasi Patuh Intan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan. Sebagai informasi, Operasi Patuh Intan 2026 sebelumnya direncanakan menyasar berbagai pelanggaran lalu lintas seperti melawan arus, penggunaan knalpot brong, tidak memakai helm, penggunaan telepon genggam saat berkendara, pengendara di bawah umur, tidak memakai sabuk pengaman, berkendara dalam pengaruh alkohol, menerobos lampu merah, melanggar marka dan rambu lalu lintas, melebihi batas kecepatan, serta penggunaan pelat nomor kendaraan yang tidak sesuai ketentuan.
Penundaan operasi tersebut kini memberi napas lega bagi banyak orang tua dan pelajar di Tala yang tengah memasuki masa ujian semester, sembari menunggu jadwal baru yang akan ditetapkan Polri.
Persiapan Operasi Patuh Intan 2026
Sebelumnya, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memastikan seluruh jajaran telah siap melaksanakan Operasi Patuh 2026 yang akan digelar pada 8-21 Juni 2026 besok. Menurut Agus, kegiatan ini tidak hanya untuk menindaklanjuti pengaduan masyarakat, tetapi juga memastikan personel mengawal operasi mengedepankan pendekatan humanis, preventif, edukatif, dan penegakan hukum terhadap pelanggar yang bandel.
“Paling terpenting kami hadir di lapangan adalah memastikan bahwa jajaran wilayah sudah siap untuk melaksanakan Operasi Patuh. Operasi Patuh akan dilaksanakan pada tanggal 8 Juni sampai tanggal 21 Juni 2026,” ujar Agus dalam keterangannya dikutip Minggu (7/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Korlantas Polri akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik ETLE Drone, ETLE Handheld maupun ETLE Statis. Selain itu, petugas juga akan meningkatkan penindakan langsung terhadap pelanggaran lalu lintas yang berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.
“Di samping menggunakan ETLE, baik itu ETLE Drone, ETLE Handheld, ETLE Statis, kami juga akan melakukan penilangan. Porsinya cukup tinggi, 60 persen menggunakan ETLE, 30 persen penilangan, dan 10 persen edukasi preventif,” kata Agus.
Ia menjelaskan, salah satu fokus pengawasan selama Operasi Patuh 2026 adalah lokasi-lokasi yang kerap terjadi pelanggaran melawan arus karena membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, petugas juga akan menindak pelanggaran lain yang berpotensi menimbulkan fatalitas kecelakaan, seperti tidak menggunakan helm dan menggunakan telepon genggam saat berkendara.
“Prinsip kegiatan kita adalah mengutamakan humanis, preventif, edukasi. Tetapi pada pelanggaran-pelanggaran tertentu kami juga harus tegas,” kata Agus. “Salah satu contohnya adalah melawan arus, tidak memakai helm, menggunakan handphone saat berkendara, dan pelanggaran lainnya yang membahayakan keselamatan,” ujarnya.



