Khutbah Jumat: 5 Jurus Jitu Taklukan Godaan Setan
Khutbah Jumat yang diadakan pada hari Jumat tanggal 13 Februari 2026, merupakan momen penting bagi umat Islam untuk memperkuat iman dan ketaqwaan. Dalam khutbah tersebut, fokus utamanya adalah mengajarkan bagaimana menghadapi godaan setan dengan berbagai cara yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
1. Memperbanyak Dzikir kepada Allah SWT
Salah satu cara efektif untuk mengalahkan godaan setan adalah dengan memperbanyak dzikir. Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Sesungguhnya orang mukmin itu membuat kurus setannya, sebagaimana seseorang di antara kamu membuat kurus ontanya dalam perjalanan.”
Dengan dzikir, hati manusia akan lebih dekat kepada Allah, sehingga setan tidak lagi memiliki kekuatan untuk menggoda. Ketergantungan kepada Allah akan membuat setan merasa tidak nyaman dan akhirnya menyerah.
2. Jangan Mendekati Tempat Kemaksiatan dan Orang Mungkar
Setan cenderung menggoda manusia melalui lingkungan yang tidak baik. Oleh karena itu, kita harus menjauhi tempat-tempat yang bisa memicu kemaksiatan. Nabi Muhammad SAW pernah berkata:
“Barang siapa berputar-putar di sekitar tempat larangan, maka besar kemungkinan ia akan terjerembab ke dalamnya.”
Dengan menjauhi lingkungan negatif, kita dapat memperkuat diri dari godaan setan. Meskipun tidak mudah, langkah ini sangat penting untuk dilakukan agar tetap teguh dalam iman.
3. Selalu Sadar Tujuan Setan Menggoda
Setan tidak pernah bermaksud membawa kebaikan kepada manusia. Tujuannya hanya ingin menjerumuskan manusia ke dalam keburukan. Dalam Al-Qur’an surah Al-Hasyr ayat 16, Allah menyampaikan bahwa setan akan berkata:
“Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu…”
Ini menunjukkan bahwa setan tidak pernah bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan manusia. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada dan tidak mudah tergoda.
4. Setan Bersifat Pengecut
Setan takut terhadap orang-orang yang kuat imannya. Ia akan mencoba menghasut orang-orang lain agar ikut dalam kesesatan. Dalam QS. Al-’A’raf ayat 16-17, disebutkan bahwa setan akan menghalangi manusia dari jalan yang lurus dan mencoba mendekati mereka dari segala arah.
5. Senantiasa dalam Kondisi Lapar
Kondisi lapar dapat membantu seseorang untuk lebih mudah mengingat Allah. Dalam hadis, disebutkan bahwa:
“Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut.”
Dengan menjaga kondisi tubuh yang sehat dan tidak terlalu kenyang, kita akan lebih mudah mengingat Allah dan menghindari godaan setan.
Khutbah Jumat yang Lengkap
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ. رَبَّنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ



