Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 3 Maret 2026
Trending
  • 7 parfum lokal beraroma kayu yang mewah dan tahan lama
  • Nani, Wanita Viral yang Sering Tak Bayar Makan, Kini Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa
  • Tiga Tokoh Besar Kritik Dwi Sasetyaningtyas, Desak Cabut Status WNI
  • Prediksi Skor NEC vs Fortuna Sittard 1 Maret 2026: Head-to-Head & Live Streaming
  • 12 Prediksi Shio Penuh Cinta, Karier, dan Angka Beruntung Sabtu 28 Februari 2026
  • Deddy Mizwar Konsisten Buat Sinetron Ramadan untuk Syiar yang Menyenangkan
  • Perkembangan Teknologi Tiongkok: 6G dan Pengaruhnya Terhadap Hubungan Internasional
  • Warna menarik, performa luar biasa! Honda PCX 2026 siap mendominasi jalan!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Nani, Wanita Viral yang Sering Tak Bayar Makan, Kini Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa
Hukum

Nani, Wanita Viral yang Sering Tak Bayar Makan, Kini Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Wanita yang Viral Karena Tidak Membayar Makanan Akhirnya Ditangkap

Seorang wanita yang sempat menjadi sorotan media sosial karena aksi tidak membayar makanan akhirnya ditangkap oleh petugas. Kejadian ini terjadi di sebuah restoran cepat saji di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Dalam unggahan video yang beredar, tampak perempuan tersebut masuk ke area restoran dan mengambil makanan milik salah satu pelanggan tanpa membayar. Setelah itu, ia langsung pergi tanpa memberi tahu siapa pun.

Pelanggan yang merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen restoran. Petugas restoran menegur perempuan tersebut dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Akhirnya, wanita berkacamata tersebut ditangkap oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan diserahkan ke Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Pusat pada Kamis (26/2/2026).

Dalam video yang beredar, perempuan itu sempat meminta maaf kepada petugas Satpol PP. Video juga menunjukkan proses interogasi oleh petugas, termasuk saat diketahui bahwa ia tidak membawa kartu identitas diri. Kepala Sudinsos Jakarta Pusat Agus Aripianto membenarkan bahwa perempuan tersebut telah diserahkan untuk dilakukan asesmen.

“Jadi yang bersangkutan itu semalam sudah diamankan di kelurahan. Selanjutnya kami melakukan asesmen sementara, ternyata terindikasi dan terkonfirmasi atas nama Nani Sitorus,” ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan

Menurut Agus, berdasarkan hasil asesmen awal, perempuan tersebut menunjukkan indikasi gangguan kejiwaan sehingga dirujuk ke RSKD Duren Sawit. “Karena ini ada indikasi gangguan jiwa, jadi kami rujuk ke RSKD Duren Sawit gitu. Karena RSKD itu kan ada fokus-fokus terkait dengan kesehatan mental dan lain-lain. Untuk sementara sekarang mereka sudah serah terima di RSKD,” jelasnya.

Agus menambahkan, dugaan tersebut masih bersifat indikatif dan menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut. “Itu nanti intinya kan dari pihak medis ya. Tetapi kecenderungannya karena beliau meresahkan, mengganggu masyarakat, ya akhirnya kami tangani. Karena untuk ukuran orang normal kan harusnya tidak seperti itu,” kata Agus.

“Maka kami duga ini ada kaitan keterkaitan dengan masalah mental. Makanya kita rujuk ke RSKD Duren Sawit. Tapi bukan berarti saya memvonis dia mental ya, tapi indikasi yang dilakukan kan seperti itu,” tegasnya.

Aksi Sebelumnya di Warung Makan

Sebelumnya, perempuan yang sama juga diduga melakukan aksi serupa di sebuah warung makan di Jalan Srengseng Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (22/2/2026). Zahra (22), penjaga warung makan tersebut, menceritakan peristiwa bermula ketika pelaku berteduh di warungnya saat hujan turun deras.

“Awalnya kan hujan, di depan itu bangkunya saya miringin karena hujan biar enggak kena air. Terus tiba-tiba ada bunyi ‘gubrak’ gitu kan. Saya lihat apa sih, ternyata tiba-tiba dia duduk di situ,” kata Zahra saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (24/2/2026).

Zahra mengira perempuan itu hanya berteduh sambil menunggu angkutan umum. Namun, ketika hujan semakin deras, perempuan tersebut masuk ke dalam warung dan menunjuk rentengan kopi sachet tanpa berbicara. “Dia nunjuk ke itu kopi, tapi dia nunjuk doang, enggak ngomong, ya udah saya bikinin. Pas saya lagi bikinin, ternyata dia ngambil jajanan juga. Tapi dia enggak ngomong ke saya,” ucap Zahra.

Setelah menghabiskan makanan dan minuman, perempuan itu pergi tanpa membayar dan mencoba menaiki angkutan umum. “Saya kejar kan, ‘Mba, Mba, belum bayar saya’, kata saya gitu. Terus dia bilang gini, ‘Enggak, apa sih? Apa sih? Saya cuma minta, saya cuma minta’, gitu,” ujarnya.

Perempuan itu tetap bersikeras tidak mau membayar dengan alasan hanya meminta, bukan membeli. Zahra kemudian meminta bantuan pekerja tempat pencucian motor di sebelah warungnya. “Langsung pada keluar tuh cowok semua, pas dikerumunin dia baru takut sama saya. Makanya pas di video dia sampai berlutut kayak gitu minta maaf,” jelasnya.

Penindakan terhadap Pengemis dan Pengamen di CFD Bangkalan

Selain kasus wanita viral tersebut, Satpol PP Bangkalan juga melakukan penindakan terhadap pengemis, pengamen, dan badut yang kerap mengganggu pengunjung dan pedagang UMKM di kawasan Car Free Day (CFD). Berdasarkan penyisiran yang dilakukan personel Satpol PP Bangkalan, Minggu (25/1/2026), sembilan orang digelandang keluar dari area CFD dan dibawa ke Mako Satpol PP di Jalan Soekarno-Hatta.

“Sembilan orang itu terdiri dari empat pengemis, dua badut, dan tiga pengamen yang membuat risih para pengunjung dan para pedagang di lingkungan CFD,” ungkap Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Bangkalan, Ari Moein.

Ari menegaskan, kegiatan razia hingga terjaring sebanyak sembilan orang yang terdiri dari empat pengemis, dua badut, dan tiga pengamen tersebut didasarkan atas banyaknya keluhan dari para pengunjung hingga pelaku UMKM selama gelaran CFD. “Bahkan terkesan memaksa karena tetap menunggu semisal belum diberi uang. Karena itu kami melakukan kegiatan penertiban hingga pengamanan terhadap pengemis, pengamen, dan badut. Setelah itu kami serahkan ke dinas sosial untuk diberikan pembinaan,” pungkas Ari.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Brigade Joxzin Kunjungi Polres Bantul, Tanyakan Perkembangan Kasus Pembunuhan Anggotanya di Sedayu

2 Maret 2026

Kebijakan Energi di Tengah Era Energi Baru dan Terbarukan

2 Maret 2026

Detik-detik Ko Erwin Tersangkut Narkoba, Setor Uang Rp2,8 M ke AKBP Didik Ditangkap, Gagal ke Malaysia

2 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 parfum lokal beraroma kayu yang mewah dan tahan lama

2 Maret 2026

Nani, Wanita Viral yang Sering Tak Bayar Makan, Kini Dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa

2 Maret 2026

Tiga Tokoh Besar Kritik Dwi Sasetyaningtyas, Desak Cabut Status WNI

2 Maret 2026

Prediksi Skor NEC vs Fortuna Sittard 1 Maret 2026: Head-to-Head & Live Streaming

2 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?