Wanita yang Viral Karena Tidak Membayar Makanan Akhirnya Ditangkap
Seorang wanita yang sempat menjadi sorotan media sosial karena aksi tidak membayar makanan akhirnya ditangkap oleh petugas. Kejadian ini terjadi di sebuah restoran cepat saji di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Dalam unggahan video yang beredar, tampak perempuan tersebut masuk ke area restoran dan mengambil makanan milik salah satu pelanggan tanpa membayar. Setelah itu, ia langsung pergi tanpa memberi tahu siapa pun.
Pelanggan yang merasa dirugikan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada manajemen restoran. Petugas restoran menegur perempuan tersebut dan berkoordinasi dengan aparat setempat. Akhirnya, wanita berkacamata tersebut ditangkap oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan diserahkan ke Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Pusat pada Kamis (26/2/2026).
Dalam video yang beredar, perempuan itu sempat meminta maaf kepada petugas Satpol PP. Video juga menunjukkan proses interogasi oleh petugas, termasuk saat diketahui bahwa ia tidak membawa kartu identitas diri. Kepala Sudinsos Jakarta Pusat Agus Aripianto membenarkan bahwa perempuan tersebut telah diserahkan untuk dilakukan asesmen.
“Jadi yang bersangkutan itu semalam sudah diamankan di kelurahan. Selanjutnya kami melakukan asesmen sementara, ternyata terindikasi dan terkonfirmasi atas nama Nani Sitorus,” ujar Agus saat dihubungi Kompas.com, Jumat.
Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan
Menurut Agus, berdasarkan hasil asesmen awal, perempuan tersebut menunjukkan indikasi gangguan kejiwaan sehingga dirujuk ke RSKD Duren Sawit. “Karena ini ada indikasi gangguan jiwa, jadi kami rujuk ke RSKD Duren Sawit gitu. Karena RSKD itu kan ada fokus-fokus terkait dengan kesehatan mental dan lain-lain. Untuk sementara sekarang mereka sudah serah terima di RSKD,” jelasnya.
Agus menambahkan, dugaan tersebut masih bersifat indikatif dan menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut. “Itu nanti intinya kan dari pihak medis ya. Tetapi kecenderungannya karena beliau meresahkan, mengganggu masyarakat, ya akhirnya kami tangani. Karena untuk ukuran orang normal kan harusnya tidak seperti itu,” kata Agus.
“Maka kami duga ini ada kaitan keterkaitan dengan masalah mental. Makanya kita rujuk ke RSKD Duren Sawit. Tapi bukan berarti saya memvonis dia mental ya, tapi indikasi yang dilakukan kan seperti itu,” tegasnya.
Aksi Sebelumnya di Warung Makan
Sebelumnya, perempuan yang sama juga diduga melakukan aksi serupa di sebuah warung makan di Jalan Srengseng Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (22/2/2026). Zahra (22), penjaga warung makan tersebut, menceritakan peristiwa bermula ketika pelaku berteduh di warungnya saat hujan turun deras.
“Awalnya kan hujan, di depan itu bangkunya saya miringin karena hujan biar enggak kena air. Terus tiba-tiba ada bunyi ‘gubrak’ gitu kan. Saya lihat apa sih, ternyata tiba-tiba dia duduk di situ,” kata Zahra saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (24/2/2026).
Zahra mengira perempuan itu hanya berteduh sambil menunggu angkutan umum. Namun, ketika hujan semakin deras, perempuan tersebut masuk ke dalam warung dan menunjuk rentengan kopi sachet tanpa berbicara. “Dia nunjuk ke itu kopi, tapi dia nunjuk doang, enggak ngomong, ya udah saya bikinin. Pas saya lagi bikinin, ternyata dia ngambil jajanan juga. Tapi dia enggak ngomong ke saya,” ucap Zahra.
Setelah menghabiskan makanan dan minuman, perempuan itu pergi tanpa membayar dan mencoba menaiki angkutan umum. “Saya kejar kan, ‘Mba, Mba, belum bayar saya’, kata saya gitu. Terus dia bilang gini, ‘Enggak, apa sih? Apa sih? Saya cuma minta, saya cuma minta’, gitu,” ujarnya.
Perempuan itu tetap bersikeras tidak mau membayar dengan alasan hanya meminta, bukan membeli. Zahra kemudian meminta bantuan pekerja tempat pencucian motor di sebelah warungnya. “Langsung pada keluar tuh cowok semua, pas dikerumunin dia baru takut sama saya. Makanya pas di video dia sampai berlutut kayak gitu minta maaf,” jelasnya.
Penindakan terhadap Pengemis dan Pengamen di CFD Bangkalan
Selain kasus wanita viral tersebut, Satpol PP Bangkalan juga melakukan penindakan terhadap pengemis, pengamen, dan badut yang kerap mengganggu pengunjung dan pedagang UMKM di kawasan Car Free Day (CFD). Berdasarkan penyisiran yang dilakukan personel Satpol PP Bangkalan, Minggu (25/1/2026), sembilan orang digelandang keluar dari area CFD dan dibawa ke Mako Satpol PP di Jalan Soekarno-Hatta.
“Sembilan orang itu terdiri dari empat pengemis, dua badut, dan tiga pengamen yang membuat risih para pengunjung dan para pedagang di lingkungan CFD,” ungkap Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Bangkalan, Ari Moein.
Ari menegaskan, kegiatan razia hingga terjaring sebanyak sembilan orang yang terdiri dari empat pengemis, dua badut, dan tiga pengamen tersebut didasarkan atas banyaknya keluhan dari para pengunjung hingga pelaku UMKM selama gelaran CFD. “Bahkan terkesan memaksa karena tetap menunggu semisal belum diberi uang. Karena itu kami melakukan kegiatan penertiban hingga pengamanan terhadap pengemis, pengamen, dan badut. Setelah itu kami serahkan ke dinas sosial untuk diberikan pembinaan,” pungkas Ari.



