Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 13 Juli 2026
Trending
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
  • Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen
  • Sandro Tonali resmi bergabung dengan Tottenham Hotspur, jadi pemain termahal klub
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Tiga Tokoh Besar Kritik Dwi Sasetyaningtyas, Desak Cabut Status WNI
Politik

Tiga Tokoh Besar Kritik Dwi Sasetyaningtyas, Desak Cabut Status WNI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Polemik Paspor Inggris dan Reaksi Keras dari Tokoh Nasional

Sebuah unggahan yang diunggah oleh Dwi Sasetyaningtyas, seorang alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), memicu polemik luas di ruang publik. Unggahan tersebut menunjukkan paspor Inggris anaknya dengan narasi yang dinilai merendahkan Indonesia. Pernyataan Tyas, sapaan akrab Dwi Sasetyaningtyas, menyatakan bahwa cukup dirinya saja sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), sedangkan anak-anaknya tidak perlu menjadi WNI. Narasi ini dianggap tidak bijak oleh banyak pihak, terutama karena Dwi merupakan penerima beasiswa negara.

Reaksi dari Berbagai Tokoh Nasional

Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas langsung memicu reaksi tajam dari berbagai tokoh nasional. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Anhar Gonggong

    Sejarawan senior Anhar Gonggong menyampaikan kritik keras terhadap pernyataan Dwi. Ia merasa tersinggung sebagai warga negara dan menganggap bahwa pernyataan itu mengurangi harga diri bangsa. Anhar menilai bahwa Dwi tidak sadar bahwa kesempatan pendidikannya dibiayai oleh negara. Ia bahkan meminta pemerintah untuk mempertimbangkan pencabutan status kewarganegaraan Dwi.

  2. Hotman Paris Hutapea

    Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea juga memberikan kritik. Ia meminta Dwi mengembalikan dana beasiswa atau meminta maaf kepada publik. Hotman bahkan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan pencabutan kewarganegaraan Dwi.

  3. Mahfud MD

    Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga menyampaikan kritik. Ia merasa marah dan tersinggung atas pernyataan Dwi. Meski begitu, ia mengajak semua pihak untuk bercermin dan mengevaluasi kebijakan publik. Mahfud menekankan bahwa kritik harus pada kebijakan, bukan menghina tanah air.

Rekam Jejak Pengabdian Dwi Sasetyaningtyas

Meskipun ada kritik terhadap pernyataannya, Dwi Sasetyaningtyas memiliki rekam jejak pengabdian yang nyata selama masa pengabdiannya di Indonesia. Selama periode 2017–2023, ia melakukan beberapa kontribusi penting, antara lain:

  • Menginisiasi penanaman 10.000 pohon bakau di berbagai wilayah pesisir.
  • Memberdayakan ibu rumah tangga agar bisa berpenghasilan dari rumah.
  • Terlibat dalam penanggulangan bencana di Sumatera.
  • Membantu pembangunan sekolah di Nusa Tenggara Timur.

Namun, meski telah berkontribusi, perdebatan tentang etika komunikasi publik, nasionalisme, dan tanggung jawab moral tetap berkembang.

Respons Kementerian Luar Negeri RI

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memberikan respons terkait isu dugaan adanya teguran dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terhadap mahasiswa LPDP di luar negeri. Isu ini mencuat setelah adanya laporan dari mahasiswa di Belanda dan Australia yang mengaku ditegur usai menyampaikan kritik atau melakukan aksi demonstrasi terhadap kebijakan pemerintah.

Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Kemlu juga akan berkoordinasi dengan perwakilan RI di negara terkait, yakni Belanda dan Australia, yang disebut menegur mahasiswa LPDP yang mengkritik pemerintah.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan atas Penurunan Stunting Jatim 14,7 Persen

11 Juli 2026

Sigit Rakha Utomo, Siswa SMP 1 Sengkang, Wakili Sulsel di AMKM Nasional

11 Juli 2026

Alumni UI Minta Ahmad Khozinudin Mundur Jika Tak Selaras dengan Roy Suryo-Tifa

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026

Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global

11 Juli 2026

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?