Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 28 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Perkembangan Teknologi Tiongkok: 6G dan Pengaruhnya Terhadap Hubungan Internasional
Teknologi

Perkembangan Teknologi Tiongkok: 6G dan Pengaruhnya Terhadap Hubungan Internasional

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perkembangan Teknologi 6G di Tiongkok dan Dampaknya terhadap Dunia



Tiongkok semakin menunjukkan komitmennya untuk memimpin dalam pengembangan teknologi komunikasi generasi keenam (6G). Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk menguasai infrastruktur digital masa depan, tetapi juga memiliki implikasi besar terhadap tatanan hubungan internasional. Berbagai inisiatif seperti uji coba teknologi, pengembangan chip, hingga pembangunan ekosistem satelit menunjukkan bahwa negara ini sedang memasuki fase baru dalam perlombaan teknologi pasca-5G.

Sejarah Evolusi Teknologi Komunikasi

Evolusi teknologi komunikasi selama empat dekade terakhir telah membawa perubahan struktural pada ekonomi dan politik global. Generasi pertama (1G) pada 1980-an masih berbasis analog. Pada 1990-an, 2G menghadirkan digitalisasi jaringan serta layanan SMS yang merevolusi komunikasi personal. Era 3G pada awal 2000-an membuka akses internet mobile secara luas, sementara 4G sekitar 2010 mendorong ledakan ekonomi aplikasi dan platform digital global.

Saat ini, dunia berada pada fase 5G, yang menurut laporan GSMA pada 2024 telah menjangkau lebih dari 1,6 miliar koneksi global dan diperkirakan mencapai hampir 5 miliar koneksi pada 2030. Namun, kompetisi global tidak berhenti di 5G. Tiongkok kini bergerak cepat menuju fase berikutnya—6G.

Terobosan Tiongkok dalam Teknologi dan Ekosistem 6G

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah dan industri telekomunikasi Tiongkok secara agresif mendorong riset 6G. Media berbahasa Inggris seperti South China Morning Post dan Global Times melaporkan bahwa ilmuwan Tiongkok berhasil mengembangkan chip 6G “full-spectrum” yang mampu mentransmisikan data lebih dari 100 gigabit per detik dalam uji laboratorium. Kecepatan tersebut jauh melampaui standar 5G dan secara teoritis memungkinkan komunikasi holografik serta komputasi AI real-time.

Operator utama seperti China Mobile juga dilaporkan telah membangun testbed 6G terintegrasi dan mengajukan lebih dari 1.200 paten terkait teknologi tersebut. Data dari World Intellectual Property Organization (WIPO) menunjukkan bahwa perusahaan dan lembaga riset Tiongkok memang mendominasi pengajuan paten telekomunikasi global dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut laporan Nikkei Asia dan Reuters, Tiongkok menargetkan komersialisasi 6G sekitar 2030, sejalan dengan peta jalan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT). Bahkan, uji coba awal jaringan eksperimental yang diprakarsai oleh tim dari Universitas Peking, Laboratorium Peng Cheng, Universitas ShanghaiTech, dan Pusat Inovasi Optoelektronik Nasional Tiongkok telah mencapai kecepatan ratusan gigabit per detik dalam skala terbatas, seperti yang dilaporkan oleh Antara News.



Selain jaringan terestrial, Tiongkok juga mempercepat pembangunan konstelasi satelit internet. Proyek seperti Qianfan—yang menurut laporan SpaceNews direncanakan mencakup lebih dari 15.000 satelit—diproyeksikan memperkuat konektivitas global dan mendukung ekosistem komunikasi generasi berikutnya.

Pendekatan integrasi ruang-udara-darat ini selaras dengan visi 6G yang dibahas dalam berbagai jurnal IEEE Communications Magazine, yang menekankan pentingnya jaringan terintegrasi satelit dan terestrial untuk mencapai cakupan global penuh. Jika berhasil, Tiongkok bukan hanya memimpin standar teknis, tetapi juga menguasai infrastruktur fisik jaringan global.

Rivalitas Teknologi dan Fragmentasi Global

Kemajuan Beijing dalam 6G terjadi di tengah rivalitas teknologi yang sudah memanas dengan Amerika Serikat. Pada era 5G, perusahaan seperti Huawei menghadapi pembatasan di AS dan sejumlah negara Eropa, sebagaimana dilaporkan The New York Times dan Financial Times.

Perlombaan 6G berpotensi memperdalam fragmentasi teknologi global. Brookings Institution dalam sejumlah analisisnya menilai bahwa standar teknologi generasi berikutnya dapat menciptakan “digital spheres of influence”, di mana negara-negara berkembang cenderung mengadopsi ekosistem dari kekuatan yang lebih dominan secara infrastruktur dan pembiayaan.

Jika Tiongkok berhasil memimpin standardisasi 6G di International Telecommunication Union (ITU), maka pengaruh normatif dan teknis Beijing dalam tata kelola digital global akan semakin menguat.



Kemunculan 6G memunculkan pertanyaan baru mengenai keamanan data, interoperabilitas, dan kedaulatan digital. Laporan World Economic Forum (2023) menegaskan bahwa teknologi generasi mendatang akan memperbesar kebutuhan koordinasi global dalam keamanan siber dan perlindungan data lintas batas.

Perkembangan 6G juga memiliki dimensi keamanan yang sensitif. Laporan lembaga think tank seperti Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan RAND Corporation menyoroti bahwa 6G berpotensi merevolusi sistem command-and-control militer melalui latensi ultra-rendah dan kapasitas data ekstrem.

Media seperti Defense News dan The Economist juga mencatat bahwa integrasi AI, edge computing, dan jaringan generasi berikutnya dapat mengubah keseimbangan kekuatan dalam domain peperangan elektronik dan drone swarm. Karena itu, percepatan teknologi jaringan Tiongkok dipandang oleh sebagian negara Barat sebagai tantangan strategis jangka panjang.

Bagi negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara, perkembangan ini menghadirkan peluang sekaligus dilema. Di satu sisi, 6G dapat mempercepat transformasi ekonomi digital. Di sisi lain, ketergantungan pada satu ekosistem teknologi dapat meningkatkan risiko geopolitik di tengah rivalitas kekuatan besar.

Secara keseluruhan, pencapaian Tiongkok dalam pengembangan 6G menandai fase awal perlombaan teknologi generasi berikutnya. Walau komersialisasi penuh diperkirakan baru matang sekitar 2030, arah kompetisi sudah terlihat jelas. Seperti dicatat The Economist (2024), perlombaan 6G bukan sekadar soal kecepatan internet, melainkan siapa yang akan menentukan arsitektur ekonomi digital dan keamanan global dekade mendatang.

Melalui investasi besar dan koordinasi dalam negeri yang kuat, Tiongkok saat ini berada di barisan terdepan. Namun, sebagaimana pengalaman 5G menunjukkan, dominasi teknologi pada akhirnya juga ditentukan oleh trust dalam politik, aliansi internasional, dan dinamika keamanan global.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?