Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Ragam»Teknologi»Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen
    Teknologi

    Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 August 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengembangan Teknologi Jaringan untuk Era AI

    Huawei baru-baru ini mengumumkan peningkatan signifikan dalam performa jaringan khusus untuk kecerdasan buatan (AI) melalui Xinghe AI Fabric 2.0. Menurut perusahaan, teknologi ini mampu meningkatkan throughput inferensi AI hingga 20 persen. Peningkatan tersebut diukur menggunakan metrik inference Tokens Per Second (TPS), yang menunjukkan jumlah token yang dapat diproses dan dihasilkan oleh sistem AI setiap detik.

    Pengumuman ini disampaikan dalam Huawei Network Summit 2026 Asia-Pacific yang berlangsung di Bali pada 14 Agustus 2026. Xinghe AI Fabric 2.0 menjadi bagian dari pembaruan Xinghe Intelligent Network untuk kawasan Asia-Pasifik di bawah konsep “Secure and Intelligent Connectivity”.

    Penjelasan Mengenai Peningkatan TPS

    Menurut Huawei, peningkatan TPS tersebut didukung oleh Hyper-Converged Fabric (HCF), yang diklaim mampu mencapai network-wide throughput lebih dari 98 persen. Dengan throughput jaringan yang lebih tinggi, komunikasi antarperangkat komputasi AI dapat berlangsung lebih efisien, sehingga accelerator seperti GPU tidak terlalu lama menunggu pertukaran data.

    Leon Wang, President of Huawei’s Data Communication Product Line, menyatakan bahwa gelombang AI global sedang membentuk ulang setiap industri. Ia menekankan bahwa jaringan untuk era AI perlu dibangun di atas empat pilar, yakni lossless compute, integrasi sensing dan komunikasi, keamanan menyeluruh, serta network autonomy untuk menjaga layanan tetap aktif.

    Keuntungan dari HCF

    Huawei menyebut HCF mampu meningkatkan inference Tokens Per Second hingga 20 persen. Perusahaan juga mengklaim arsitektur tersebut dapat mempertahankan network-wide throughput di atas 98 persen. Tokens Per Second sendiri merupakan salah satu metrik untuk melihat seberapa cepat sistem AI menghasilkan output saat proses inferensi. Angka TPS yang lebih tinggi tidak berarti AI menggunakan token 20 persen lebih banyak, melainkan sistem mampu menyelesaikan lebih banyak pemrosesan token dalam waktu yang sama.

    Namun, klaim peningkatan 20 persen dari Huawei tetap perlu dibaca dengan konteks. Dalam materi yang dibagikan perusahaan, Huawei tidak merinci model AI yang digunakan, jenis accelerator, jumlah node, konfigurasi jaringan pembanding, maupun kondisi benchmark. Karena itu, angka tersebut belum bisa dibandingkan langsung dengan solusi vendor lain tanpa metodologi pengujian yang lebih lengkap.

    Pentingnya Jaringan dalam Sistem AI

    Performa AI di pusat data tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat GPU atau accelerator bekerja. Dalam sistem AI skala besar, beban komputasi dapat dibagi ke banyak accelerator yang harus terus bertukar data antarnode. Broadcom menjelaskan jaringan khusus AI membutuhkan bandwidth tinggi, latensi sangat rendah, serta konektivitas yang lossless dan dapat diprediksi. Tujuannya menjaga accelerator tetap bekerja tanpa terlalu banyak waktu idle akibat menunggu data dari node lain.

    Pada AI cluster skala besar, kondisi ini semakin penting. Broadcom menyebut jaringan scale-out menghubungkan banyak GPU atau accelerator agar dapat beroperasi sebagai satu cluster besar. Gangguan kecil pada routing, buffering, atau pengaturan trafik dapat meningkatkan latensi dan memperpanjang waktu penyelesaian workload. NVIDIA juga menempatkan Time to First Token (TTFT) sebagai metrik yang tidak hanya dipengaruhi model, tetapi juga infrastruktur. NVIDIA menyebut biaya per satu juta token sebagai salah satu metrik untuk menilai efisiensi keseluruhan sistem inferensi, dengan mempertimbangkan keseimbangan antara latensi dan throughput.

    Fitur Tambahan pada Xinghe AI Fabric 2.0

    Selain HCF, Huawei membekali Xinghe AI Fabric 2.0 dengan iFlashboot 2.0 yang diklaim memungkinkan switch melakukan reboot dalam lima detik. Modul optik StarryLink juga disebut mampu mendeteksi kontaminasi atau koneksi serat optik yang longgar dalam satu menit serta menekan kejadian terputusnya inferensi hingga 90 persen.

    Xinghe AI Fabric 2.0 sendiri bukan produk yang benar-benar baru. Huawei pertama kali memperkenalkan versi 2.0 pada Huawei Connect 2025 sebagai pembaruan dari AI Fabric yang telah dikembangkan sejak 2018. Solusi tersebut kembali ditingkatkan pada MWC Barcelona 2026 sebelum kini menjadi bagian dari pembaruan Xinghe Intelligent Network untuk Asia-Pasifik.

    Perkembangan ini menunjukkan persaingan infrastruktur AI mulai bergerak melampaui perlombaan spesifikasi GPU. Ketika model dijalankan di banyak accelerator sekaligus, jaringan menjadi bagian langsung dari performa komputasi. Tantangan berikutnya bagi Huawei adalah membuktikan bahwa peningkatan TPS yang diklaim tersebut dapat konsisten di lingkungan produksi nyata, bukan hanya dalam konfigurasi pengujian perusahaan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

    25 August 2026

    Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

    25 August 2026

    5G Indonesia Hanya 10%, Satelit Tutup Kesenjangan Wilayah Terpencil

    24 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?