Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 8 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Brigade Joxzin Kunjungi Polres Bantul, Tanyakan Perkembangan Kasus Pembunuhan Anggotanya di Sedayu
    Hukum

    Brigade Joxzin Kunjungi Polres Bantul, Tanyakan Perkembangan Kasus Pembunuhan Anggotanya di Sedayu

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 March 2026No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perkembangan Kasus Pembunuhan Kitin Yogatama Rustamaji

    Ormas Joxzin melakukan kunjungan ke Polres Bantul untuk menanyakan perkembangan kasus pembunuhan terhadap korban Kitin Yogatama Rustamaji (36), yang terjadi di Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Kuasa Hukum Brigade Joxzin, Mohammad Novweni, menjelaskan bahwa kedatangan mereka juga dilakukan untuk menyampaikan surat kepada Kapolres Bantul terkait tindak pidana yang terjadi pada 25 Februari 2026 sekitar pukul 04.45 WIB.

    Peristiwa tersebut menimpa anggota Joxzin, Kitin, yang telah tergabung dalam organisasi tersebut sejak tahun 2019. “Teman-teman hari ini telah menyampaikan surat terbuka kepada Kapolres dan sudah ditemui oleh Kasat Intel dan KBO Reskrim,” katanya, kepada wartawan di halaman Polres Bantul, Jumat (27/2/2026).

    Dari Polres juga sudah menyampaikan upaya-upaya yang dilakukan dari Polres bersama dengan Polda DIY yang mana di sini menjadi atensi untuk pengungkapan agar lebih cepat diungkap. Lebih lanjut, ia menyampaikan ada beberapa kuasa hukum lainnya, termasuk kuasa hukum penanganan perlindungan perempuan dan anak untuk menindaklanjuti penanganan korban.

    Pasalnya, saat kejadian pembunuhan, korban sedang tidur bersama istri dan anak korban, sehingga istri dan anak disebut ikut menjadi korban. Untuk menghindari gejolak di lapangan, pihak Joxzin meminta agar tidak terjadi gejolak di lapangan. Sebab, banyak teman-temannya juga merasa marah atas kejadian yang menimpa korban.

    Dengan begitu, pihaknya berharap kepada Kapolres Bantul agar dapat melakukan pengungkapan terhadap para terduga pelaku. “Kita mohon kepada Kapolres untuk segera melakukan pengungkapan terhadap para terduga pelaku agar tidak ada gejolak di lapangan, saling menuduh siapa terduga pelaku seperti itu,” jelas dia.

    Perkembangan terakhir disampaikan sudah ada pemeriksaan empat saksi yang sudah diperiksa oleh Polres dari tempat kejadian yang namanya tidak bisa saya sebut. Selain itu, pada hari ini akan ada pemeriksaan terhadap istri korban. Namun, sampai saat ini petunjuk terduga pelaku masih dalam proses penggalian oleh pihak kepolisian. Sayangnya, sampai saat ini, polisi belum boleh menyebutkan petunjuk terduga pelaku tersebut.

    “Tadi disampaikan dari pihak Polres bahwa tidak ada benda yang hilang. Jadi, kami memang menduga peristiwa itu karena ada unsur dendam yang sudah lama. Terus mungkin ada informasi ada kegiatan di sana, korban lengah, dan terjadilah penyerangan tersebut,” bebernya.

    Istri Korban Masih Dalam Proses Berduka

    Sementara itu, Kuasa Hukum Korban, Yulia Hapsari, mengatakan bahwa korban dan anak sedang dalam proses istirahat dikarenakan sedang berduka. Bahkan, istri korban belum bisa dimintai keterangan secara jelas mengingat istri korban selain melihat kejadian langsung, juga mengalami luka. Kemudian anak yang berusia lima tahun juga melihat kejadian itu.

    “Ini pasti meninggalkan psikis yang mendalam bagi anak itu. Makanya kami memohonkan adanya perlindungan khusus, pendampingan secara psikologis dan psikis untuk anak dan ibu (istri korban). Untuk saat ini, saya tidak bisa berbicara banyak mengingat mereka sedang dalam berduka,” tutur dia.

    Polres Bantul Lakukan Pemeriksaan Saksi

    Sementara itu, KBO Sat Reskrim Polres Bantul, Iptu Agus Rudatiyono, menyebut, saat ini, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Berdasarkan keterangan sementara, pada saat kejadian terdapat empat orang yang berkumpul di rumah korban.

    “Namun, istri korban belum dapat kami periksa karena masih dalam suasana duka. Sebagai tindak lanjut, hari ini kami akan meminta keterangan dari istri korban. Selanjutnya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik digital yang berkaitan dengan perkara ini,” jelasnya.

    Selain itu, pihaknya juga memohon kerja sama dengan rekan-rekan korban untuk memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan, agar permasalahan ini dapat segera terungkap. “Perkara ini menjadi atensi serius, bahkan saya telah dipanggil oleh Kapolres untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan penanganannya,” ungkapnya.

    Tim Gabungan Menangani Kasus Ini

    Mendapat perhatian khusus, Kasat Intelkam Polres Bantul, AKP Koko Bekti Ariyantoko, menyebut, perkara ini telah menjadi atensi khusus, karena tim yang diterjunkan saat ini merupakan tim gabungan Polda, Polres maupun Polsek setempat. “Kami memohon kesabaran dari rekan-rekan agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik, sehingga permasalahan ini segera terungkap,” jelasnya.

    “Setiap perkembangan terbaru akan segera dilakukan update dan sampaikan baik kepada kuasa hukum dan keluarga korban. Mari kita bersama-sama berdoa agar pelaku dapat segera tertangkap dan proses hukum dapat berjalan sebagaimana mestinya.”

    Misteri Pembunuhan Setelah Sahur

    Diberitakan sebelumnya, seorang pria bernama Kitin Yogatama Rustamaji (36), warga Padukuhan Kaliurang, tewas dibacok orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (25/2/2026) pagi. Dukuh Kaliurang, Aprilia, mengungkapkan, saat kejadian, korban sedang berada di rumah, tiba-tiba diberikabar oleh salah satu warga setempat terkait kejadian pembunuhan.

    “Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB. Saya diberi informasi oleh warga dan diminta untuk ke sini (tempat kejadian perkara),” tuturnya. “Kemudian posisi saya saat ke sini, korban sudah tidak bernyawa. Kami langsung menghubungi pihak kepolisian.”

    Sebelum pihak kepolisian datang, pihaknya melakukan sterilisasi lokasi kejadian terlebih dahulu. Ia mengaku melihat luka pada tubuh korban berupa sayatan di bagian wajah sebelah kiri dan di perut. Dikatakannya, pada saat kejadian di dalam rumah hanya ada korban, anak, dan istri korban.

    Kecepatan Pelaku dalam Melakukan Pembunuhan

    Kemudian, istri korban mendengar ada orang yang masuk dan mengayunkan senjata tajam hingga melukai tangan istri korban serta tubuh korban. “Tapi, anak korban alhamdulillah selamat tidak ada luka sama sekali. Untuk wajah pelaku tidak diketahui karena menggunakan atribut. Jadi tertutup semua dan begitu cepat hanya sepersekian detik,” ujarnya.

    Lanjutnya, tidak ada barang berharga korban yang hilang. Jenazah korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk dilakukan outopsi, namun jenazah akan dibawa pulang pada hari ini juga ke rumah duka. “Kemudian nanti akan ada salat jenazah. Itu kemungkinan malam, karena saat ini posisi jenazah baru berangkat dari RS Bhayangkara ke rumah duka,” ucap dia.

    Kesaksian tentang Korban

    Saat disinggung terkait aktivitas korban, kata Aprilia, korban kerap ikut membantu warga ketika ada kegiatan gotong royong. Namun, teman-teman korban kebanyakan dari luar tempat tinggalnya, sehingga Aprilia tidak mengetahui seperti apa kegiatan detail bersama rekan-rekan korban.

    “Kalau itu (korban ada konflik dengan orang lain atau tidak), saya tidak tahu,” ungkapnya. Sementara itu, rekan korban, Subur Kurniawan, warga Kapanewon Gamping, berharap, polisi dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukum setimpal terhadap pelaku pembunuhan tersebut.

    “Kami hanya teman satu organisasi. Enggak selalu main. Cuma kalau ada acara itu ketemu dalam satu acara,” katanya. Ia mengaku tak menyangka bahwa rekannya meninggal dunia secara dibunuh. Ia memperkirakan bahwa korban dibunuh oleh pelaku karena ada dendam pribadi, sebab pelaku bisa mengetahui posisi rumah korban.

    “Kemungkinan itu ada ada dendam pribadi. Soale kan dari pelaku tahu persis lokasinya dan enggak (ada barang-barang hilang),” jelasnya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?