Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 4 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei, Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
    Politik

    Mojtaba Khamenei, Putra Ali Khamenei, Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

    Majelis Pakar Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru negara tersebut, menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Penunjukan ini terjadi setelah sembilan hari kematian ayahnya akibat serangan gabungan dari Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026. Dengan penunjukan ini, Mojtaba Khamenei akan menjadi pemimpin ketiga dalam sejarah Revolusi Islam Iran.

    Latar Belakang Mojtaba Khamenei

    Mojtaba Khamenei dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkaran dalam kekuasaan Iran. Ia adalah putra kedua dari Ayatollah Ali Khamenei dan memiliki hubungan dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang merupakan kekuatan militer elite di Iran. Meskipun ia tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum, selama beberapa dekade, Mojtaba telah menjadi tokoh penting di lingkaran kekuasaan Iran.

    Dalam beberapa tahun terakhir, ia semakin sering disebut-sebut sebagai calon pengganti utama ayahnya. Mohammad Mehdi Mirbagheri, tokoh terkemuka di Majelis Pakar, menyatakan bahwa penunjukan pengganti Ali Khamenei dilakukan secara hati-hati agar tidak ada penolakan di internal mereka. Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang saat ini sedang berembuk untuk menentukan nama pengganti Ali Khamenei.

    Proses Penunjukan dan Peran Majelis Pakar

    Berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Iran, apabila pemimpin tertinggi Iran wafat atau tak lagi mampu memimpin, para ahli harus menunjuk pemimpin baru sesegera mungkin. Menurut informasi yang diperoleh, suatu pendapat yang hampir pasti telah tercapai. Mayoritas yang signifikan telah terbentuk, kata kepala Akademi Ilmu Islam Qom dalam sebuah video yang dirilis oleh kantor berita Fars.

    Sementara itu, Ahmad Alamolhoda, tokoh terkemuka di Majelis Pakar, mengatakan bahwa pemimpin telah dipilih dan sekretariat Majelis Pakar harus segera mengumumkan hasilnya. “Pemilihan pemimpin telah berlangsung dan pemimpin telah ditentukan. Semua rumor bahwa Majelis Pakar belum mengambil keputusan adalah kebohongan belaka,” ujarnya.

    Respons Presiden Amerika Serikat

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan respons terhadap langkah Iran yang akan segera mengumumkan pemimpin tertinggi baru. Trump berjanji akan memberikan pengaruh atas siapa yang dipilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya. “Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami,” kata Trump. “Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” lanjutnya.

    Trump menambahkan bahwa dia tidak ingin pemerintahan Iran ke depan kembali ke masa lalu. “Saya tidak ingin orang-orang harus kembali dalam lima tahun dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi, membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” katanya.

    Karakteristik Mojtaba Khamenei

    Dilansir dari berbagai laporan media internasional, Mojtaba Khamenei merupakan putra kedua Ali Khamenei. Al Jazeera menulis bahwa Mojtaba dikenal sebagai ulama garis keras yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran dalam kekuasaan Iran. Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan yang menewaskan ayahnya karena tidak berada di lokasi saat kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran diserang.

    Mojtaba diketahui memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Dalam beberapa tahun terakhir, nama Mojtaba semakin sering disebut sebagai calon penerus utama Ali Khamenei yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade.

    Jarang Muncul di Publik

    Mojtaba Khamenei sendiri jarang tampil di depan publik dan hampir tidak pernah memberikan pidato politik atau khutbah terbuka. Bahkan, banyak warga Iran yang mengaku belum pernah mendengar langsung suaranya meski namanya sering disebut dalam lingkaran kekuasaan.

    Tuduhan dan Kontroversi

    Sejumlah kelompok oposisi Iran selama hampir dua dekade juga menuduh Mojtaba terlibat dalam penindasan terhadap demonstrasi anti-pemerintah. Tuduhan tersebut antara lain terkait dengan penanganan aksi protes besar yang dikenal sebagai Gerakan Hijau Iran 2009 setelah kemenangan pemilu presiden yang kontroversial oleh Mahmoud Ahmadinejad.

    Selain peran politiknya, beberapa laporan media Barat juga menyebut Mojtaba memiliki jaringan ekonomi luas yang diduga terkait dengan berbagai aset di sejumlah negara. Namun, tuduhan tersebut belum pernah secara resmi dikonfirmasi dan Mojtaba sendiri tidak pernah memberikan tanggapan publik.

    Status Keulamaan Mojtaba

    Dari sisi keagamaan, Mojtaba Khamenei saat ini menyandang gelar hojatoleslam, yaitu tingkat ulama menengah dalam hierarki ulama Syiah. Status ini sempat menimbulkan perdebatan karena posisi pemimpin tertinggi Iran biasanya dipegang oleh ulama dengan gelar ayatollah yang lebih tinggi.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?