Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal IV-2025
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan proyeksi mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi akan berada di atas 5,5 persen. Namun, untuk keseluruhan tahun 2025, proyeksinya sedikit lebih rendah, yaitu sekitar 5,2 persen.
“Ekonomi kita? Di atas 5,5 persen untuk Kuartal IV-2025. Full year 5,2 atau lebih rendah sedikit. Sekitar situ, harusnya bisa lebih cepat,” ujar Purbaya.
Ia mengakui adanya beberapa gangguan yang sempat memengaruhi laju ekonomi, namun menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan perbaikan agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.
“Cuma ada gangguan sedikit. Tapi kita sudah beresin, ke depan akan lebih cepat lagi,” tambahnya.
Meski optimistis, Purbaya tetap memproyeksikan adanya koreksi tipis hingga 0,2 persen pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV-2025. Koreksi ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk dampak bencana di Sumatera.
Sebelumnya, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III-2025 tercatat sebesar 5,04 persen. Purbaya menjelaskan bahwa koreksi tersebut diperkirakan berada dalam kisaran 0,1 hingga 0,2 persen. Meskipun demikian, pemerintah tetap optimistis bahwa dampaknya dapat ditekan melalui peningkatan belanja negara, terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana.
“Ya, kurangnya sekitar segitulah sebesar 0,1 sampai 0,2 persen. Tapi gini, belanja juga akan meningkat,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, dikutip Jumat (19/12).
Percepatan Penyaluran Anggaran ke Daerah
Purbaya menekankan bahwa percepatan penyaluran anggaran ke daerah menjadi kunci untuk menahan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, jika dana bisa segera mengalir, maka efek perlambatan akibat bencana dapat diminimalkan.
“Mudah-mudahan kalau uangnya cepat sampai ke sana, itu kan bisa mengurangi dampak dari negative impact dari bencana itu. Karena ada belanja ini, belanja itu, semuanya kan,” jelas dia.
Lebih lanjut, bendahara negara ini menuturkan bahwa pada tahun depan dampak bersih dari belanja pemerintah justru diperkirakan akan positif. Hal itu seiring dengan masuknya anggaran sekitar Rp 60 triliun ke dalam sistem perekonomian.
“Kalau tahun depan saya yakin bisa jawab net impact-nya positif. Karena yang Rp 60 triliun bisa masuk ke sistem kan,” lanjutnya.
Fokus pada Penyaluran Dana ke Daerah Terdampak Bencana
Sementara untuk tahun ini, Purbaya menekankan bahwa dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada seberapa cepat dana pemerintah dapat tersalurkan ke daerah-daerah yang terdampak bencana.
“Kalau sekarang, tahun ini saya tergantung berapa cepat uang kita mengalir ke daerah-daerah bencana itu. Harusnya sih cukup banyak kalau dihitung betul ya,” imbuhnya.
Dengan fokus pada penyaluran anggaran dan pengelolaan dana yang lebih efisien, pemerintah berharap dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi di tengah tantangan yang muncul. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang optimis menunjukkan bahwa pemerintah memiliki strategi yang komprehensif untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.



