Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 4 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»GP Ansor Jabar Kritik Tingginya Pengangguran, Minta Pemerintah Prioritaskan Lapangan Kerja
    Politik

    GP Ansor Jabar Kritik Tingginya Pengangguran, Minta Pemerintah Prioritaskan Lapangan Kerja

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Tantangan Pengangguran di Jawa Barat

    Pengangguran tetap menjadi isu krusial dalam pembangunan ekonomi di Jawa Barat. Berbagai organisasi kepemudaan menilai bahwa tingginya angka masyarakat yang belum terserap ke dalam dunia kerja harus segera ditangani melalui kebijakan yang lebih konkret dan terarah. Hal ini menjadi fokus utama dalam forum Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat yang digelar di Gedung PWNU Jawa Barat, pada Sabtu 7 Maret 2026.

    Dalam forum tersebut, para kader dan pengurus organisasi menekankan pentingnya langkah nyata pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat, Subhan Fahmi, menyampaikan bahwa isu ketenagakerjaan seharusnya menjadi agenda prioritas pemerintah provinsi. Menurutnya, Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan.

    Fahmi menilai hingga memasuki satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, belum terlihat kebijakan yang benar-benar mampu menurunkan angka pengangguran secara signifikan. Padahal, masyarakat sangat menunggu terobosan yang dapat membuka lebih banyak peluang kerja. “Pengangguran adalah persoalan mendasar yang harus menjadi prioritas pemerintah. Kami belum melihat upaya serius dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” ujar Fahmi dalam forum tersebut.

    Ia menambahkan, tingginya jumlah angkatan kerja yang tidak terserap ke dalam sektor formal maupun informal berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial baru. Oleh karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih fokus pada pemberdayaan tenaga kerja lokal.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat per Agustus 2025 tercatat sebesar 6,77 persen. Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran tertinggi ketiga di Indonesia. Data itu menunjukkan bahwa jutaan penduduk usia produktif di provinsi ini masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Menurut Fahmi, berbagai program pembangunan yang dilakukan pemerintah memang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun ia mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berfokus pada sektor fisik semata. “Pembangunan infrastruktur memang penting, tetapi jangan sampai melupakan kebutuhan utama masyarakat, yaitu kesempatan kerja yang layak,” katanya.

    GP Ansor Jawa Barat juga menilai bahwa penguatan sektor ekonomi produktif perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya dengan mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain itu, organisasi kepemudaan tersebut mendorong pemerintah untuk memperkuat program pelatihan kerja dan peningkatan keterampilan bagi generasi muda. Dengan keterampilan yang memadai, diharapkan para pencari kerja dapat lebih mudah bersaing di pasar tenaga kerja.

    Fahmi mengatakan, generasi muda memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah. Namun potensi tersebut harus didukung dengan kebijakan yang membuka ruang bagi mereka untuk berkembang. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, serta organisasi masyarakat dalam mengatasi persoalan pengangguran. Tanpa kolaborasi yang kuat, upaya menekan angka pengangguran akan sulit tercapai.

    GP Ansor Jawa Barat dalam forum Muskerwil tersebut juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. Organisasi ini memiliki jaringan kader yang cukup luas di berbagai daerah di Jawa Barat. Melalui jaringan tersebut, GP Ansor berharap dapat ikut berperan dalam mendorong peningkatan keterampilan masyarakat serta penguatan ekonomi berbasis komunitas.

    Menurut Fahmi, upaya menciptakan lapangan kerja tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Semua pihak, termasuk organisasi kepemudaan, perlu mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap memiliki tanggung jawab utama dalam merumuskan kebijakan strategis yang mampu memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

    “Yang dibutuhkan sekarang adalah kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Lapangan kerja harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. GP Ansor Jawa Barat berharap pemerintah provinsi dapat lebih serius menangani persoalan pengangguran agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan potensi generasi muda di daerah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?