Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Gempa Bumi Mengguncang Maluku Utara Hari Ini, 11 Mei 2026
  • Musda V Demokrat Sulteng, Anwar Hafid Perkuat Politik Berbasis Data dan Kinerja Nyata
  • Mengapa Motor MotoGP Cepat Saat Start? Ini Jawabannya
  • Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi
  • Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan
  • 20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum
  • Jadwal Final Thailand Open 2026: Leo/Daniel Hadapi Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Menteri Keuangan Aktif Gunakan SAL, Cadangan Fiskal Menipis
Ekonomi

Menteri Keuangan Aktif Gunakan SAL, Cadangan Fiskal Menipis

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penggunaan SAL untuk Menutup Defisit: Tantangan dan Kritik

Pemerintah dalam pengelolaan anggaran terlihat cukup agresif dalam menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL). Salah satu contohnya adalah penggunaan dana tersebut untuk menutup defisit anggaran, yang menunjukkan adanya masalah struktural dalam sistem pengelolaan keuangan negara. Di sisi lain, kebijakan penggunaan SAL yang terlalu agresif berpotensi mengikis bantalan fiskal negara.

Dalam catatan Bisnis, hingga Desember 2025, pemerintah telah menggunakan dana cadangan senilai Rp377,6 triliun atau 82,1% dari total SAL sebesar Rp459,5 triliun. Dana ini digunakan untuk membiayai dan mendukung berbagai kebijakan pemerintah. Berikut beberapa penggunaan utama SAL:

  • Penambal defisit: Pemerintah menggunakan dana SAL sebesar Rp85,6 triliun untuk menambal defisit anggaran. Penggunaan ini menjadi implikasi dari ketidakmampuan pemerintah dalam memenuhi target penerimaan pajak tahun 2025. Proyeksi paling optimistik menyebutkan bahwa penerimaan pajak hanya akan mencapai Rp2.005 triliun. Penggunaan SAL untuk menambal defisit telah disetujui oleh pemerintah dengan dukungan DPR pada Juli 2025, saat menteri keuangannya adalah Sri Mulyani Indrawati.

  • Pembiayaan koperasi desa merah putih (KDMP): Sebesar Rp16 triliun dana SAL dialokasikan ke Himbara untuk kepentingan pembiayaan KDMP.

  • Penempatan dana di sistem perbankan: Rp200 triliun ditempatkan ke Himbara dengan tujuan meningkatkan likuiditas di sistem perbankan. Harapan pemerintah adalah agar likuiditas cair dapat memacu penyerapan kredit secara optimal. Namun, hasilnya belum terlihat signifikan karena pertumbuhan kredit perbankan masih di level 7%-an, jauh dibawah capaian tahun lalu yang rata-rata di atas dua digit.

  • Peningkatan kredit: Penambahan dana sebesar Rp76 triliun ke sistem keuangan bertujuan untuk memacu kredit dan akhirnya menggerakkan roda perekonomian. Meski demikian, kebijakan penempatan dana senilai Rp200 triliun belum menunjukkan hasil yang maksimal.

Strategi Tambal Sulam dalam Pengelolaan Utang

Pemerintah menggunakan berbagai strategi untuk menjaga efisiensi biaya utang. Salah satunya adalah rekayasa tenor utang melalui skema debt switching, yaitu penukaran utang. Suahasil menjelaskan bahwa pemerintah aktif melakukan debt switching bersama Bank Indonesia (BI) melalui skema burden sharing, maupun dengan lembaga multilateral.

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan penggunaan SAL sebesar Rp85,6 triliun yang telah mendapat restu DPR. Tujuannya adalah mengurangi target penerbitan SBN di pasar, sehingga suplai obligasi negara tetap terjaga. Dari sisi manajemen kas, Kementerian Keuangan menerapkan langkah prefunding dan menempatkan dana likuiditas sekitar Rp200 triliun di perbankan umum sebagai penyangga kas negara.

Kritik dari Pengamat Ekonomi

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengingatkan pemerintah agar tidak terlalu bergantung pada penggunaan SAL untuk menutup celah defisit. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman menyatakan bahwa penggunaan SAL dalam jumlah besar mencerminkan tekanan nyata pada sisi penerimaan negara, sementara belanja pemerintah bersifat kaku.

Jika SAL terlalu sering digunakan untuk menutup celah pembiayaan rutin, fungsi utama SAL sebagai peredam kejut akan hilang. Akibatnya, ruang gerak pemerintah akan menyempit ketika terjadi guncangan ekonomi eksternal yang lebih besar. Selain itu, ketergantungan pada SAL berpotensi melemahkan disiplin fiskal jangka menengah karena pemerintah bisa saja menunda reformasi fundamental seperti perbaikan rasio pajak terhadap PDB dan efisiensi belanja.

Indef mendesak pemerintah untuk menetapkan aturan main yang jelas terkait penggunaan SAL. Idealnya, SAL hanya boleh digunakan untuk menutup guncangan penerimaan yang bersifat sementara, bukan untuk membiayai belanja rutin. Pemerintah perlu memastikan penggunaan SAL bersifat selektif dan ada batas minimum SAL yang dijaga agar tidak menciptakan ilusi ruang fiskal yang semu.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026

15 Mei 2026

65 Soal IPAS Kelas 1 Semester 2 dengan Kunci Jawaban UAS, PAS, ASAS, ASAT, PAT

15 Mei 2026

Purbaya Keki Dikritik Ekonom Meski Ekonomi Naik 5,61 Persen

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Gempa Bumi Mengguncang Maluku Utara Hari Ini, 11 Mei 2026

15 Mei 2026

Musda V Demokrat Sulteng, Anwar Hafid Perkuat Politik Berbasis Data dan Kinerja Nyata

15 Mei 2026

Mengapa Motor MotoGP Cepat Saat Start? Ini Jawabannya

15 Mei 2026

Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?