Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 11 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Ragam»Mengapa Meteor Terbakar Saat Memasuki Atmosfer Bumi?
    Ragam

    Mengapa Meteor Terbakar Saat Memasuki Atmosfer Bumi?

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Mengapa Meteor Terbakar Saat Memasuki Atmosfer Bumi?

    Pernah melihat garis cahaya melesat cepat di langit malam lalu menghilang dalam sekejap? Banyak orang langsung mengira ini adalah bintang jatuh. Namun, apa yang kita lihat itu sebenarnya bukan bintang, melainkan meteor yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Pertanyaannya, kenapa benda luar angkasa itu bisa terbakar bahkan hancur sebelum menyentuh tanah?

    Yang lebih menarik lagi, meteor ternyata tidak terbakar karena api seperti kayu atau kertas. Prosesnya jauh lebih ekstrem dan melibatkan kecepatan luar biasa, tekanan udara, serta suhu yang bisa melampaui permukaan Matahari. Yuk, kita kupas pelan-pelan kenapa meteor terbakar saat memasuki atmosfer Bumi!

    1. Meteor Tidak Benar-Benar Terbakar, Melainkan Mengalami Pemanasan Ekstrem

    Meteor berasal dari meteoroid, yaitu pecahan batu atau logam kecil dari asteroid atau komet yang melayang di luar angkasa. Saat meteoroid memasuki atmosfer Bumi, ia melaju dengan kecepatan hipersonik, sekitar 18–72 km per detik. Kecepatan inilah kunci dari semua “drama” yang terjadi.

    Alih-alih terbakar karena gesekan biasa, meteoroid mengalami pemanasan ekstrem akibat kompresi udara. Udara di depan meteoroid tertekan sangat kuat karena tidak sempat menghindar. Tekanan mendadak ini menciptakan gelombang kejut dan suhu luar biasa tinggi, mencapai 1.650–10.000 derajat Celsius. Akibatnya, permukaan meteoroid meleleh dan menguap sedikit demi sedikit, proses ini disebut ablasi.

    2. Atmosfer Bumi: Perisai Alami yang Sangat Efektif

    Interaksi awal meteoroid dengan atmosfer biasanya terjadi di lapisan mesosfer, pada ketinggian sekitar 80–130 km di atas permukaan Bumi. Di sini, udara memang masih sangat tipis, tetapi cukup untuk memicu pemanasan hebat.

    Gas superpanas di sekitar meteoroid berubah menjadi plasma, yaitu gas bermuatan listrik. Plasma inilah yang menghasilkan cahaya terang yang kita lihat sebagai garis menyala di langit. Jadi, cahaya meteor bukan hanya dari batu yang berpijar, tetapi juga dari udara di sekitarnya yang ikut menyala. Sebagian besar meteoroid berukuran kecil—bahkan hanya sebesar butiran pasir—akan habis menguap dalam hitungan detik.

    3. Peran Ukuran dan Kecepatan Meteor

    Ukuran meteoroid sangat menentukan nasibnya. Meteoroid kecil hampir pasti habis sebelum mencapai permukaan Bumi. Meteoroid yang lebih besar bisa bertahan lebih lama, tetapi sering kali justru meledak di udara.

    Contoh terkenal adalah meteor Chelyabinsk tahun 2013 di Rusia. Dengan diameter sekitar 20 meter, meteor ini tidak sampai menghantam tanah secara utuh, tetapi meledak di atmosfer karena tekanan udara masuk ke retakan di dalam batu, menghancurkan strukturnya dari dalam. Ledakan semacam ini menunjukkan betapa efektifnya atmosfer Bumi sebagai tameng alami dari benda langit.

    4. Mitos Gesekan yang Keliru

    Banyak orang mengira bahwa meteor terbakar karena gesekan, seperti menggosok korek api. Faktanya, gesekan hanya berperan kecil. Penyebab utama panas adalah kompresi udara dan pemanasan dari selubung plasma di sekitar meteoroid.

    Menariknya lagi, cahaya awal meteor tidak membutuhkan oksigen. Di ketinggian sangat tinggi, oksigen hampir tidak ada. Cahaya berasal dari material batu yang berpijar dan gas terionisasi. Oksidasi (reaksi dengan oksigen) baru bisa terjadi jika pecahan meteor bertahan hingga lapisan atmosfer yang lebih rendah.

    5. Mengapa Ada Meteor yang Sampai ke Tanah

    Tidak semua meteoroid hancur total. Meteoroid padat dari besi-nikel punya peluang lebih besar untuk bertahan dan jatuh sebagai meteorit. Kecepatan mereka biasanya sudah banyak berkurang saat mencapai lapisan atmosfer bawah sehingga tidak lagi berpijar.

    Salah satu bukti dampak besar di masa lalu adalah Kawah Barringer di Arizona, yang terbentuk sekitar 50.000 tahun lalu akibat hantaman meteorit raksasa. Peristiwa seperti ini jarang terjadi, tetapi menjadi fokus penting dalam studi perlindungan planet.

    Kesimpulan

    Singkatnya, meteor yang tampak terbakar di langit merupakan bukti dahsyatnya interaksi antara kecepatan luar angkasa dan atmosfer Bumi. Setiap garis cahaya yang melintas adalah pengingat bahwa planet ini memiliki perisai alami yang terus bekerja tanpa henti, melindungi kita dari ancaman kosmik, sekaligus menyuguhkan pertunjukan alam yang menakjubkan.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

    31 August 2026

    Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

    31 August 2026

    Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?