Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 9 Juli 2026
Trending
  • 7 pilihan warna netral untuk hijab yang anggun
  • Harga TBS Sawit Dharmasraya Hari Ini Tembus Rp 3.810 per Kg
  • SUV flagship Wuling dan Huawei resmi meluncur, nikmati teknologi canggih dan spesifikasi luar biasa
  • Selaras Lawang Sewu Perkenalkan Pintu Aluminium Bertekstur Kayu di Jakarta Fair 2026
  • PMB Universitas BSI Gelombang 5 Dibuka dengan Prodi Baru
  • Tiga Pelaku Serangan ke Polisi di Katingan Terkait Keluarga, Kapolres Beberkan Peran Masing-Masing
  • Pesan Terakhir Bripda Nopandri Sebelum Tewas, Pamit Gerebek Bandar Sabu
  • Davide Tardozzi Buka Suara: Alasan ‘Cerai’ Epic Ducati dan Pecco Bagnaia Jelang MotoGP 2027
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Mengapa Meteor Terbakar Saat Memasuki Atmosfer Bumi?
Ragam

Mengapa Meteor Terbakar Saat Memasuki Atmosfer Bumi?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Mengapa Meteor Terbakar Saat Memasuki Atmosfer Bumi?

Pernah melihat garis cahaya melesat cepat di langit malam lalu menghilang dalam sekejap? Banyak orang langsung mengira ini adalah bintang jatuh. Namun, apa yang kita lihat itu sebenarnya bukan bintang, melainkan meteor yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi. Pertanyaannya, kenapa benda luar angkasa itu bisa terbakar bahkan hancur sebelum menyentuh tanah?

Yang lebih menarik lagi, meteor ternyata tidak terbakar karena api seperti kayu atau kertas. Prosesnya jauh lebih ekstrem dan melibatkan kecepatan luar biasa, tekanan udara, serta suhu yang bisa melampaui permukaan Matahari. Yuk, kita kupas pelan-pelan kenapa meteor terbakar saat memasuki atmosfer Bumi!

1. Meteor Tidak Benar-Benar Terbakar, Melainkan Mengalami Pemanasan Ekstrem

Meteor berasal dari meteoroid, yaitu pecahan batu atau logam kecil dari asteroid atau komet yang melayang di luar angkasa. Saat meteoroid memasuki atmosfer Bumi, ia melaju dengan kecepatan hipersonik, sekitar 18–72 km per detik. Kecepatan inilah kunci dari semua “drama” yang terjadi.

Alih-alih terbakar karena gesekan biasa, meteoroid mengalami pemanasan ekstrem akibat kompresi udara. Udara di depan meteoroid tertekan sangat kuat karena tidak sempat menghindar. Tekanan mendadak ini menciptakan gelombang kejut dan suhu luar biasa tinggi, mencapai 1.650–10.000 derajat Celsius. Akibatnya, permukaan meteoroid meleleh dan menguap sedikit demi sedikit, proses ini disebut ablasi.

2. Atmosfer Bumi: Perisai Alami yang Sangat Efektif

Interaksi awal meteoroid dengan atmosfer biasanya terjadi di lapisan mesosfer, pada ketinggian sekitar 80–130 km di atas permukaan Bumi. Di sini, udara memang masih sangat tipis, tetapi cukup untuk memicu pemanasan hebat.

Gas superpanas di sekitar meteoroid berubah menjadi plasma, yaitu gas bermuatan listrik. Plasma inilah yang menghasilkan cahaya terang yang kita lihat sebagai garis menyala di langit. Jadi, cahaya meteor bukan hanya dari batu yang berpijar, tetapi juga dari udara di sekitarnya yang ikut menyala. Sebagian besar meteoroid berukuran kecil—bahkan hanya sebesar butiran pasir—akan habis menguap dalam hitungan detik.

3. Peran Ukuran dan Kecepatan Meteor

Ukuran meteoroid sangat menentukan nasibnya. Meteoroid kecil hampir pasti habis sebelum mencapai permukaan Bumi. Meteoroid yang lebih besar bisa bertahan lebih lama, tetapi sering kali justru meledak di udara.

Contoh terkenal adalah meteor Chelyabinsk tahun 2013 di Rusia. Dengan diameter sekitar 20 meter, meteor ini tidak sampai menghantam tanah secara utuh, tetapi meledak di atmosfer karena tekanan udara masuk ke retakan di dalam batu, menghancurkan strukturnya dari dalam. Ledakan semacam ini menunjukkan betapa efektifnya atmosfer Bumi sebagai tameng alami dari benda langit.

4. Mitos Gesekan yang Keliru

Banyak orang mengira bahwa meteor terbakar karena gesekan, seperti menggosok korek api. Faktanya, gesekan hanya berperan kecil. Penyebab utama panas adalah kompresi udara dan pemanasan dari selubung plasma di sekitar meteoroid.

Menariknya lagi, cahaya awal meteor tidak membutuhkan oksigen. Di ketinggian sangat tinggi, oksigen hampir tidak ada. Cahaya berasal dari material batu yang berpijar dan gas terionisasi. Oksidasi (reaksi dengan oksigen) baru bisa terjadi jika pecahan meteor bertahan hingga lapisan atmosfer yang lebih rendah.

5. Mengapa Ada Meteor yang Sampai ke Tanah

Tidak semua meteoroid hancur total. Meteoroid padat dari besi-nikel punya peluang lebih besar untuk bertahan dan jatuh sebagai meteorit. Kecepatan mereka biasanya sudah banyak berkurang saat mencapai lapisan atmosfer bawah sehingga tidak lagi berpijar.

Salah satu bukti dampak besar di masa lalu adalah Kawah Barringer di Arizona, yang terbentuk sekitar 50.000 tahun lalu akibat hantaman meteorit raksasa. Peristiwa seperti ini jarang terjadi, tetapi menjadi fokus penting dalam studi perlindungan planet.

Kesimpulan

Singkatnya, meteor yang tampak terbakar di langit merupakan bukti dahsyatnya interaksi antara kecepatan luar angkasa dan atmosfer Bumi. Setiap garis cahaya yang melintas adalah pengingat bahwa planet ini memiliki perisai alami yang terus bekerja tanpa henti, melindungi kita dari ancaman kosmik, sekaligus menyuguhkan pertunjukan alam yang menakjubkan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 pilihan warna netral untuk hijab yang anggun

9 Juli 2026

5 Film 2016 yang Kini Dianggap Terlalu Kontroversial

9 Juli 2026

Selaras Lawang Sewu Perkenalkan Pintu Aluminium Bertekstur Kayu di Jakarta Fair 2026

9 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 pilihan warna netral untuk hijab yang anggun

9 Juli 2026

Harga TBS Sawit Dharmasraya Hari Ini Tembus Rp 3.810 per Kg

9 Juli 2026

SUV flagship Wuling dan Huawei resmi meluncur, nikmati teknologi canggih dan spesifikasi luar biasa

9 Juli 2026

Selaras Lawang Sewu Perkenalkan Pintu Aluminium Bertekstur Kayu di Jakarta Fair 2026

9 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?