Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 30 Agustus 2026
Trending
  • 62 Desa Gresik Kekurangan Air, Krisis Air Mengancam
  • Relawan Pajak 2027 Dibuka, Mahasiswa dan Dosen Bisa Ikut
  • Prediksi Skor Ferencvaros vs Trabzonspor: Apakah Mo Salah Bisa Balikkan Hasil?
  • Projo hukum relawan sebar video Budi Arie soal percepatan pemilu 2029
  • Terjemahan Lirik Lagu All or Nothing – O-Town: Aku Tahu Dia Ada di Pikiranmu
  • Ramalan Keuangan Scorpio Jumat 28 Agustus 2026: Properti Mulai Menguntungkan
  • 21 merek sepatu ternama paling diminati di Indonesia
  • Jadwal KM Binaiya September 2026: Rute dan Harga Tiket Lengkap
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pesan Terakhir Bripda Nopandri Sebelum Tewas, Pamit Gerebek Bandar Sabu
Politik

Pesan Terakhir Bripda Nopandri Sebelum Tewas, Pamit Gerebek Bandar Sabu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Juli 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kenangan Keluarga terhadap Bripda Nopandri Ramadhan

Pihak keluarga mengenang Bripda Nopandri Ramadhan sebagai sosok yang mandiri dan penuh tanggung jawab. Sebagai anggota Polres Katingan, ia dilaporkan hilang setelah melakukan penggerebekan yang diduga merupakan markas dari bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei. Insiden menegangkan tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026), saat aparat terlibat bentrok dengan keluarga dari terduga pengedar narkotika.

Bentrokan berdarah itu menyebabkan dua korban jiwa, yaitu Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra dari Polres Katingan serta Teriyo (40), yang merupakan keluarga dari target operasi. Keributan disinyalir dipicu oleh tindakan perlawanan dari pihak keluarga target terhadap petugas. Sementara itu, dua target operasi berinisial BIO dan BU berhasil meloloskan diri.

Bripda Nopandri yang tergabung dalam tim penegakan hukum tersebut sempat dinyatakan hilang pasca-insiden, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi bernyawa. Jasadnya ditemukan mengapung dan tersangkut pada dahan pohon di aliran Sungai Katingan pada Sabtu (4/7/2026). Setibanya dievakuasi, jenazah langsung dilarikan ke RS Bhayangkara, Palangka Raya, dan tiba sekitar pukul 20.07 WIB.

Kenangan Sang Kakak

Santri Sutrisna (39), kakak kandung almarhum, membeberkan bahwa adiknya adalah pribadi yang penuh tanggung jawab serta mandiri. “Adik, mandiri orangnya, bertanggung jawab, dan humoris juga,” ujar Santri kepada awak media di RS Bhayangkara, Minggu (5/7/2026).

Sebagai anak bungsu dari dua bersaudara, Nopandri memang sudah memendam impian menjadi anggota Korps Bhayangkara sejak duduk di bangku SMA. Perjalanannya pun tidak mudah, ia sempat gagal pada kedatangan pertama, sebelum akhirnya dinyatakan lolos pada seleksi kedua di tahun 2022. “Masuk polisi itu 2022, setelah Covid kalau tidak salah,” ungkapnya.

Menurut Santri, almarhum selalu memiliki kebiasaan untuk memberi kabar kepada keluarga sebelum turun ke lapangan, termasuk saat malam penangkapan kasus narkoba yang menjadi tugas terakhirnya.

Prosesi Pemakaman dan Harapan Keluarga

Saat ini, jenazah Bripda Nopandri telah diberangkatkan menuju Kasongan, Kabupaten Katingan, untuk disemayamkan di rumah duka. Raut duka dan keletihan mendalam tampak jelas di wajah Santri yang setia mendampingi di samping peti adiknya di dalam mobil ambulans.

Santri mengonfirmasi bahwa prosesi pemakaman akan segera dilangsungkan begitu mereka sampai di rumah duka. “Saya sudah minta izin ke aparat kepolisian agar jenazah dimakamkan pagi ini,” kata dia. Ketika disinggung mengenai kondisi fisik almarhum, Santri tidak menampik adanya bekas luka yang menyerupai sabetan senjata tajam. Kendati demikian, ia memilih menyerahkan proses identifikasi medis sepenuhnya kepada kepolisian dan tim forensik.

Pihak keluarga juga memercayakan pengusutan kasus ini kepada jalur hukum yang berlaku. “Intinya kita menunggu hukum saja. Harapan saya pelaku dihukum sesuai undang-undang yang berlaku saja,” ungkapnya.

2 Pelaku Ditangkap

Aparat kepolisian berhasil mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga ikut serta dalam aksi penyerangan terhadap petugas. Insiden ini terjadi saat personel Polres Katingan melakukan penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Berdasarkan data yang dihimpun, R ditangkap pada Sabtu (4/7/2026) dan diketahui merupakan kerabat dari dua target operasi (TO) kepolisian, yakni BIO dan BU. Ia diduga kuat menyerang petugas saat proses penangkapan pada Kamis (2/7/2026).

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, mengonfirmasi penangkapan tambahan ini. Pihaknya kini tengah mendalami identitas serta sejauh mana keterlibatan pelaku dalam bentrokan tersebut. “R masih kami dalami,” kata Dodik saat dikonfirmasi TribunKalteng.com, Minggu (6/7/2026).

Sebelum membekuk R, tim gabungan Polda Kalteng telah lebih dulu meringkus terduga pelaku lain berinisial A (38) pada Jumat (3/7/2026). A diciduk di area lanting sedot emas, kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah. Saat dievakuasi menyusuri tepian Sungai Katingan, A tampak dikawal ketat oleh personel bersenjata lengkap dengan posisi kedua tangan terikat di belakang demi keamanan.

Terkait status A, AKBP Dodik Hartono membenarkan bahwa pria tersebut juga memiliki ikatan kekeluargaan dengan bandar sabu yang menjadi target operasi. Saat ini, polisi masih terus menginterogasi peran A dan R dalam tragedi berdarah tersebut.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Projo hukum relawan sebar video Budi Arie soal percepatan pemilu 2029

30 Agustus 2026

Demo 27 Agustus, Ancaman atau Alat Politik Elite? Pakar: Jangan Salahkan Kelompok Pati

29 Agustus 2026

Demo 27 Agustus, Chaniago Pastikan Tidak Ada Penyekatan Massa

29 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

62 Desa Gresik Kekurangan Air, Krisis Air Mengancam

30 Agustus 2026

Relawan Pajak 2027 Dibuka, Mahasiswa dan Dosen Bisa Ikut

30 Agustus 2026

Prediksi Skor Ferencvaros vs Trabzonspor: Apakah Mo Salah Bisa Balikkan Hasil?

30 Agustus 2026

Projo hukum relawan sebar video Budi Arie soal percepatan pemilu 2029

30 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?