Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 16 September 2026
Trending
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
  • ShopeeVIP+ ‘Sekali langganan, dapat semua’, bisa dapat akses Netflix!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Davide Tardozzi Buka Suara: Alasan ‘Cerai’ Epic Ducati dan Pecco Bagnaia Jelang MotoGP 2027
Olahraga

Davide Tardozzi Buka Suara: Alasan ‘Cerai’ Epic Ducati dan Pecco Bagnaia Jelang MotoGP 2027

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Juli 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Besar di Jagat MotoGP

Jagat MotoGP kini diguncang oleh perubahan peta kekuatan yang radikal. Keputusan Francesco “Pecco” Bagnaia untuk menyeberang ke Aprilia Racing pada musim 2027 menandai akhir dari sebuah era emas di Borgo Panigale. Mengapa Ducati rela melepas pembalap yang mempersembahkan dua gelai juara dunia itu? Team Manager Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, akhirnya angkat bicara secara mendalam mengenai perpisahan besar ini.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, pria gaek penuh pengalaman tersebut menegaskan bahwa keputusan ini diambil pada momentum yang paling tepat bagi kedua belah pihak.

Sisi Manusia yang Berat, Keputusan Olahraga yang Logis

Tardozzi tidak menampik bahwa secara personal, melepas Pecco bukanlah perkara mudah. Hubungan emosional yang terbangun selama bertahun-tahun di dalam garasi melampaui sekadar hubungan profesional antara bos dan pembalap.

“Secara manusiawi, ini adalah pilihan yang sangat sulit. Selama bertahun-tahun bersama Pecco, kami membangun ikatan yang luar biasa kuat. Kami mengenal dirinya bukan hanya sebagai pembalap top di lintasan, melainkan juga sebagai seorang pria yang luar biasa,” ungkap Tardozzi.

Kendati demikian, Tardozzi menekankan bahwa dinamika karier di level tertinggi adu cepat para raja menuntut profesionalisme mutlak. Ada titik di mana jalan harus membelah demi kebaikan bersama.

“Namun, ada momen-momen tertentu dalam karier di mana perpisahan menjadi solusi terbaik bagi kedua belah pihak. Dari sudut pandang olahraga dan kompetisi, saya yakin keputusan ini berdampak positif bagi Ducati maupun untuk Pecco sendiri,” lanjutnya.

Revolusi Total: Ducati Jadi ‘Armada Spanyol’

Bukan rahasia lagi jika dinamika internal sepanjang musim lalu menyisakan sedikit kerikil. Pecco disinyalir kurang menemukan chemistry yang sempurna dengan pengembangan Desmosedici terbaru.

Di sisi lain, Borgo Panigale juga dihadapkan pada situasi krusial: mereka tidak ingin kehilangan momentum untuk mengamankan tanda tangan si ‘Bocah Ajaib’, Pedro Acosta.

Efek domino dari hengkangnya Pecco membuat wajah Ducati berubah total. Pabrikan asal Italia tersebut praktis kehilangan talenta-talenta lokal terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir setelah kepergian Enea Bastianini, Marco Bezzecchi, dan teranyar Fabio Di Giannantonio yang memilih berlabuh ke kubu KTM.

Mulai musim 2027, garasi utama Ducati akan bertransformasi menjadi tim yang sepenuhnya bernuansa Spanyol. Duet maut akan tercipta antara juara dunia sembilan kali, Marc Marquez—yang kontraknya telah diperpanjang hingga 2028—dengan sang fenomena muda, Pedro Acosta.

“Musim depan kami akan diperkuat oleh pasangan pembalap yang sangat masif. Kita semua tahu kapasitas Marc Marquez dengan sembilan gelar dunianya. Sementara Pedro Acosta diakui oleh semua orang di paddock sebagai talenta paling murni di antara generasi muda MotoGP saat ini,” urai Tardozzi optimistis.

Skenario ‘Win-Win’ di Grid MotoGP

Meski kehilangan Pecco, Tardozzi memandang konstelasi baru ini sebagai situasi yang saling menguntungkan bagi semua pihak. Paddock MotoGP dipastikan akan semakin kompetitif dengan meratanya kekuatan para pembalap papan atas di pabrikan yang berbeda.

“Pecco akan menuju ke Aprilia, tim yang saat ini performanya tengah menanjak luar biasa dengan proyek RS-GP mereka. Jadi, bisa dibilang, kami berdua keluar dari hubungan ini dengan kepala tegak dan hasil yang baik,” pungkas sang manajer senior.

Kini, fokus Ducati terbelah antara mengamankan sisa musim berjalan sekaligus mempersiapkan transisi besar-besaran. Kehadiran Marc Marquez yang langsung menunjukkan kepemimpinan alami yang kuat di tim, ditambah kedatangan Acosta di masa depan, menjanjikan era baru yang tak kalah menegangkan di lintasan MotoGP.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

31 Agustus 2026

Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

31 Agustus 2026

Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?