Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Daerah»Membangun Ekonomi Hijau, OJK dan ADB Kuatkan Pasar Obligasi ASEAN+3 di Yogyakarta
    Daerah

    Membangun Ekonomi Hijau, OJK dan ADB Kuatkan Pasar Obligasi ASEAN+3 di Yogyakarta

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kekuatan Pasar Modal Indonesia dalam Menghadapi Ketidakpastian Global

    Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat fundamental ekonominya melalui penguatan pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) resmi membuka rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting di jantung kebudayaan Jawa.

    Pertemuan bergengsi ini berlangsung selama tiga hari (2–4 Februari 2026) dan menjadi panggung penting bagi para regulator, investor, dan akademisi dari kawasan ASEAN, China, Jepang, dan Korea Selatan untuk menyelaraskan visi dalam membangun pasar obligasi yang tangguh, inklusif, dan berbasis keberlanjutan.

    Direktur Eksekutif Kelompok Spesialis Pasar Modal OJK, Retno Ici, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan rutin. Fokus utamanya adalah mendorong integrasi pasar obligasi melalui standardisasi regulasi dan infrastruktur transaksi lintas batas.

    “Kehadiran bersama seluruh pemangku kepentingan dalam konferensi ini mencerminkan komitmen kolektif untuk menciptakan pasar modal yang berorientasi ke masa depan,” ujar Retno. “Kita tidak hanya bicara soal angka, tapi soal bagaimana prinsip keuangan berkelanjutan dapat menjadi denyut nadi pertumbuhan ekonomi.”

    Ambisi Keuangan Berkelanjutan

    Indonesia terus memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam ekonomi hijau. OJK telah memperkuat pondasi hukum melalui POJK Nomor 18 Tahun 2023. Aturan ini memperluas definisi efek bersifat utang dan sukuk, mencakup aspek lingkungan (green), sosial, hingga sustainability-linked bonds.

    Sebagai bukti nyata, hingga akhir Desember 2025, nilai outstanding obligasi dan sukuk korporasi berkelanjutan di Indonesia telah menembus angka fantastis:

    • Total Nilai: Rp54,94 Triliun (setara USD3,28 Miliar).
    • Instrumen: Mencakup kategori green, social, dan sustainability-linked bonds.
    • Kehadiran Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI): Menjadi kompas bagi para investor agar proyek-proyek nasional selaras dengan standar internasional.

    Mengunci Stabilitas Melalui Mata Uang Lokal

    Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pengembangan Local Currency Bond Market (LCBM). OJK mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi obligasi guna menciptakan “perisai” terhadap guncangan eksternal. Strategi ini memiliki tiga manfaat utama:

    • Mitigasi Risiko: Mengurangi ketergantungan pada mata uang asing (dolar) dan meminimalisir risiko nilai tukar.
    • Kemandirian Pendanaan: Menciptakan sumber dana domestik yang stabil untuk proyek infrastruktur jangka panjang.
    • Resiliensi: Memperkuat daya tahan ekonomi nasional saat terjadi gejolak pasar keuangan global.

    Senada dengan OJK, Direktur Strategi Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Bappenas, Mada Dahana, menyoroti bahwa keuangan berkelanjutan adalah kunci mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). Data terbaru dari Sustainable Development Report 2025 menunjukkan posisi Indonesia yang cukup impresif:

    • Skor Indonesia: 70,2 (di atas rata-rata global sebesar 69,5).
    • Capaian Indikator: Telah memenuhi 61,4% dari 23 indikator SDG’s.

    “Visi Indonesia Emas 2045 memerlukan kolaborasi lintas sektor. Meskipun ada tantangan keterbatasan kapasitas pendanaan, capaian positif ini menjadi sinyal kuat bagi sektor swasta untuk mulai berinvestasi lebih besar pada agenda pembangunan kita,” jelas Mada.

    Rangkaian Acara Teknis Tingkat Tinggi

    Selain ABMF, rangkaian acara ini juga mencakup diskusi teknis tingkat tinggi:

    • 3rd Digital Bond Market Forum (DBMF): Membedah potensi aset digital dan teknologi blockchain dalam pasar obligasi masa depan.
    • 34th Cross-Border Settlement Infrastructure Forum (CSIF): Fokus pada integrasi bank sentral serta lembaga penyimpanan efek di kawasan ASEAN+3 untuk mempermudah transaksi obligasi pemerintah antarnegara.

    Kegiatan yang diikuti oleh 200 peserta secara hybrid ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi raksasa seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga organisasi internasional seperti International Capital Market Association (ICMA) dan Nomura Asset Management.

    Melalui sinergi ini, Yogyakarta tidak hanya menjadi saksi sejarah diplomatik, tetapi juga menjadi titik awal bagi terciptanya pasar keuangan Asia yang lebih hijau, digital, dan mandiri.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?