Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 15 April 2026
Trending
  • Suzuki Burgman Street 125 Facelift 2026: Gaya Mewah, Fitur Lebih Tinggi!
  • Cara Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur di Bangka, Peran Tim Gabungan dan Warga
  • Prediksi Skor Liverpool vs Fulham 11 April 2026: Head to Head, Formasi, dan Live Streaming
  • Renungan Harian Katolik: Dari Ragu ke Iman, 11 April 2026
  • Rey Bingung Dilaporkan Istri Sesama Jenis, Klaim Telah Transfer Rp200 Juta
  • 11 cara kaya ala miliarder dengan uang yang tepat
  • Canggih! RotateCam 4G Bisa Video Call Tanpa Pegang HP
  • 10 Film dan Drama Park Jihoon, Termasuk The King’s Warden
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Daerah»Membangun Ekonomi Hijau, OJK dan ADB Kuatkan Pasar Obligasi ASEAN+3 di Yogyakarta
Daerah

Membangun Ekonomi Hijau, OJK dan ADB Kuatkan Pasar Obligasi ASEAN+3 di Yogyakarta

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kekuatan Pasar Modal Indonesia dalam Menghadapi Ketidakpastian Global

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat fundamental ekonominya melalui penguatan pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asian Development Bank (ADB) resmi membuka rangkaian kegiatan 45th ASEAN+3 Bond Market Forum (ABMF) Meeting di jantung kebudayaan Jawa.

Pertemuan bergengsi ini berlangsung selama tiga hari (2–4 Februari 2026) dan menjadi panggung penting bagi para regulator, investor, dan akademisi dari kawasan ASEAN, China, Jepang, dan Korea Selatan untuk menyelaraskan visi dalam membangun pasar obligasi yang tangguh, inklusif, dan berbasis keberlanjutan.

Direktur Eksekutif Kelompok Spesialis Pasar Modal OJK, Retno Ici, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar pertemuan rutin. Fokus utamanya adalah mendorong integrasi pasar obligasi melalui standardisasi regulasi dan infrastruktur transaksi lintas batas.

“Kehadiran bersama seluruh pemangku kepentingan dalam konferensi ini mencerminkan komitmen kolektif untuk menciptakan pasar modal yang berorientasi ke masa depan,” ujar Retno. “Kita tidak hanya bicara soal angka, tapi soal bagaimana prinsip keuangan berkelanjutan dapat menjadi denyut nadi pertumbuhan ekonomi.”

Ambisi Keuangan Berkelanjutan

Indonesia terus memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam ekonomi hijau. OJK telah memperkuat pondasi hukum melalui POJK Nomor 18 Tahun 2023. Aturan ini memperluas definisi efek bersifat utang dan sukuk, mencakup aspek lingkungan (green), sosial, hingga sustainability-linked bonds.

Sebagai bukti nyata, hingga akhir Desember 2025, nilai outstanding obligasi dan sukuk korporasi berkelanjutan di Indonesia telah menembus angka fantastis:

  • Total Nilai: Rp54,94 Triliun (setara USD3,28 Miliar).
  • Instrumen: Mencakup kategori green, social, dan sustainability-linked bonds.
  • Kehadiran Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI): Menjadi kompas bagi para investor agar proyek-proyek nasional selaras dengan standar internasional.

Mengunci Stabilitas Melalui Mata Uang Lokal

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah pengembangan Local Currency Bond Market (LCBM). OJK mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi obligasi guna menciptakan “perisai” terhadap guncangan eksternal. Strategi ini memiliki tiga manfaat utama:

  • Mitigasi Risiko: Mengurangi ketergantungan pada mata uang asing (dolar) dan meminimalisir risiko nilai tukar.
  • Kemandirian Pendanaan: Menciptakan sumber dana domestik yang stabil untuk proyek infrastruktur jangka panjang.
  • Resiliensi: Memperkuat daya tahan ekonomi nasional saat terjadi gejolak pasar keuangan global.

Senada dengan OJK, Direktur Strategi Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Bappenas, Mada Dahana, menyoroti bahwa keuangan berkelanjutan adalah kunci mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs). Data terbaru dari Sustainable Development Report 2025 menunjukkan posisi Indonesia yang cukup impresif:

  • Skor Indonesia: 70,2 (di atas rata-rata global sebesar 69,5).
  • Capaian Indikator: Telah memenuhi 61,4% dari 23 indikator SDG’s.

“Visi Indonesia Emas 2045 memerlukan kolaborasi lintas sektor. Meskipun ada tantangan keterbatasan kapasitas pendanaan, capaian positif ini menjadi sinyal kuat bagi sektor swasta untuk mulai berinvestasi lebih besar pada agenda pembangunan kita,” jelas Mada.

Rangkaian Acara Teknis Tingkat Tinggi

Selain ABMF, rangkaian acara ini juga mencakup diskusi teknis tingkat tinggi:

  • 3rd Digital Bond Market Forum (DBMF): Membedah potensi aset digital dan teknologi blockchain dalam pasar obligasi masa depan.
  • 34th Cross-Border Settlement Infrastructure Forum (CSIF): Fokus pada integrasi bank sentral serta lembaga penyimpanan efek di kawasan ASEAN+3 untuk mempermudah transaksi obligasi pemerintah antarnegara.

Kegiatan yang diikuti oleh 200 peserta secara hybrid ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi raksasa seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga organisasi internasional seperti International Capital Market Association (ICMA) dan Nomura Asset Management.

Melalui sinergi ini, Yogyakarta tidak hanya menjadi saksi sejarah diplomatik, tetapi juga menjadi titik awal bagi terciptanya pasar keuangan Asia yang lebih hijau, digital, dan mandiri.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Perkuat SDM Migran, Jatim dan KemenP2MI Matangkan Ekosistem Vokasi Digital

13 April 2026

Dominasi Surabaya di Kejurprov Woodball Jatim 2026, Mas Sekwan Tekankan Makna Rendah Hati

13 April 2026

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Suzuki Burgman Street 125 Facelift 2026: Gaya Mewah, Fitur Lebih Tinggi!

15 April 2026

Cara Polisi Tangkap 8 Tahanan Kabur di Bangka, Peran Tim Gabungan dan Warga

15 April 2026

Prediksi Skor Liverpool vs Fulham 11 April 2026: Head to Head, Formasi, dan Live Streaming

15 April 2026

Renungan Harian Katolik: Dari Ragu ke Iman, 11 April 2026

15 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?