Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 6 Maret 2026
Trending
  • Jadwal & Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (1/3), Cek Sekarang!
  • 40 Tahun People Power Filipina: Demokrasi dan Ujian Ekonomi di Masa Marcos Jr
  • Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Akhir Pekan Ini, Bagnaia dan Marc Marquez Tampil
  • 10 film pendek Indonesia untuk mengusir kebosanan saat ngabuburit
  • Arsitektur vs Teknik Sipil: Apa Perbedaannya?
  • FAKTA Praktik Korupsi di Bea dan Cukai Sangat Rapi, Ada Safe House Hingga Mobil Khusus
  • Jadwal imsak dan buka puasa Balikpapan Kaltim hari ini 11 Ramadan 2026
  • Baku Tembak, Mainan Khas Makassar di Bulan Ramadhan 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Komisi I Bertemu Komdigi: 3,64 Miliar Anomali Lalu Lintas Tahun 2025
Hukum

Komisi I Bertemu Komdigi: 3,64 Miliar Anomali Lalu Lintas Tahun 2025

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Februari 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Komisi I DPR Panggil Dirjen Kementerian Komunikasi dan Informatika

Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengan para Direktur Jenderal (Dirjen) di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (4/2). Rapat ini bertujuan untuk membahas berbagai permasalahan yang terjadi di ruang digital.

Pada awal rapat, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono menyampaikan beberapa poin yang akan dibahas. Salah satunya adalah implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan progres pembentukan lembaga pengawasnya. Selain itu, Komisi I juga akan menyoroti kepatuhan platform penyelenggara sistem elektronik (PSE) terhadap aturan yang berlaku.

“Beberapa hal yang akan dibahas antara lain kebijakan dan strategi pengelolaan ruang digital nasional secara komprehensif. Selanjutnya, implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi serta progres pembentukan lembaga pengawasnya,” ujar Dave.

“Kemudian, penegakan kepatuhan PSE terhadap 25 platform yang belum terdaftar. Efektivitas moderisasi konten negatif melalui sistem SAMAN juga menjadi fokus. Kami juga akan membahas perkembangan penyusunan peta jalan AI nasional, konsep arsitektur ruang digital nasional, dan program peningkatan literasi digital masyarakat,” tambahnya.

Dave menegaskan bahwa pembentukan Panja Ruang Digital ini merupakan respons Komisi I terhadap berbagai masalah yang muncul di ruang digital. Di antaranya adalah ancaman keamanan siber yang semakin masif, maraknya hoaks dan disinformasi, serta rendahnya kepatuhan platform digital.

“Salah satu ancaman yang kita hadapi adalah adanya 3,64 miliar anomali traffic dalam tujuh bulan pertama tahun 2025. Selain itu, ada 1.923 konten hoaks yang ditemukan pada 2024. Implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi juga masih menghadapi tantangan, dengan 124 kasus kebocoran data sejak 2019,” jelas Dave.

“Selain itu, banyak anak usia dini yang sudah menggunakan telepon seluler. Dengan 39,71 persen anak usia dini sudah memiliki ponsel, mereka sangat rentan terhadap risiko di ruang digital. Selain itu, skor literasi digital masyarakat turun dari 58,25 menjadi 49,28 berdasarkan indeks masyarakat digital Indonesia 2025,” tambahnya.

Dave juga menyebutkan bahwa saat ini belum ada peta jalan AI nasional dan kerangka AI nasional yang telah terbentuk. Selain itu, arsitektur ruang digital nasional juga belum tersusun sebagai rujukan tata kelola ruang digital.

“Kami mempersilakan kepada yang terhormat Sekretaris Jenderal Komdigi dan para Dirjen Komdigi untuk menyampaikan paparannya,” ujarnya.

Hingga berita ini dibuat, rapat masih berlangsung. Tampak pejabat eselon I Kemenkomdigi hadir untuk memberikan pandangan terkait isu-isu yang sedang dibahas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

FAKTA Praktik Korupsi di Bea dan Cukai Sangat Rapi, Ada Safe House Hingga Mobil Khusus

5 Maret 2026

Kronologi penangkapan bandar narkoba Koh Erwin saat melarikan diri ke Malaysia

5 Maret 2026

Wujudkan Mimpi Ayah Jadi Polisi, Kombes Romylus Pimpin Perang Narkoba Kaltim

5 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal & Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Minggu (1/3), Cek Sekarang!

5 Maret 2026

40 Tahun People Power Filipina: Demokrasi dan Ujian Ekonomi di Masa Marcos Jr

5 Maret 2026

Jadwal MotoGP Thailand 2026 Live Trans7, Akhir Pekan Ini, Bagnaia dan Marc Marquez Tampil

5 Maret 2026

10 film pendek Indonesia untuk mengusir kebosanan saat ngabuburit

5 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?