Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, 5 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Komentar Exco PSSI soal kerusuhan Persijap vs Persis Solo: Suporter lupa tragedi Kanjuruhan
    Olahraga

    Komentar Exco PSSI soal kerusuhan Persijap vs Persis Solo: Suporter lupa tragedi Kanjuruhan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kerusuhan Suporter dalam Laga Persijap Jepara vs Persis Solo

    Pertandingan antara Persijap Jepara melawan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini berakhir dengan skor 0-0. Namun, laga tersebut justru menjadi sorotan karena terjadinya kerusuhan yang melibatkan suporter kedua tim. Kericuhan ini tidak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga meluas hingga ke luar area stadion.

    Pemicu Kerusuhan

    Keributan dipicu oleh saling ejek dan lempar benda di tribun, yang kemudian memicu bentrok antarpendukung di luar stadion selama sekitar 30 menit. Beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan, sementara beberapa kendaraan milik suporter juga dilaporkan rusak.

    Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, menyampaikan penyesalannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa larangan suporter tandang ditetapkan demi keselamatan semua pihak.

    “Kadang para suporter seakan lupa dengan tragedi seperti Kanjuruhan dan kejadian-kejadian lainnya. Padahal kami sudah menetapkan larangan suporter tandang, tetapi masih saja dilanggar,” ujar Arya.

    Ia menjelaskan bahwa meskipun pernah ada pertandingan yang berlangsung aman meskipun dihadiri oleh suporter tim tamu, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk membuka kembali kebijakan suporter tandang.

    “Ini menyangkut nyawa. Kita ingin para suporter ingat bahwa ketika masuk stadion dengan aman, harus keluar juga dengan aman. Tidak perlu ada korban lagi,” tegasnya.

    Kronologi Kerusuhan

    Pertandingan derbi Jawa Tengah antara Persijap Jepara dan Persis Solo di Stadion Gelora Bumi Kartini Stadium, Kamis (5/3/2026) malam, berlangsung panas. Laga yang berakhir imbang 0-0 tersebut tidak hanya menyuguhkan duel sengit di lapangan, tetapi juga diwarnai kericuhan antar-suporter di tribun hingga area luar stadion.

    Situasi memanas setelah pertandingan berakhir dan memicu bentrokan antar-suporter. Keributan yang berlangsung cukup lama itu bahkan berdampak pada keamanan pemain serta official tim tamu.

    Ketegangan di tribun sebenarnya sudah terasa sejak babak pertama. Suporter di tribun barat terdengar melontarkan nyanyian serta kalimat bernada provokatif selama pertandingan berlangsung. Situasi semakin memanas ketika pagar pembatas yang memisahkan tribun suporter Solo dan tribun VIP nyaris roboh.

    Ketegangan sempat terjadi menjelang akhir babak pertama, tetapi petugas keamanan berhasil meredam situasi sehingga pertandingan dapat dilanjutkan. Memasuki babak kedua, kondisi sempat terlihat aman. Namun suasana kembali memanas ketika suara provokasi kembali terdengar sekitar menit ke-70.

    Aksi Saling Lempar Benda

    Ketegangan akhirnya memuncak ketika pertandingan memasuki menit ke-80. Di sudut tribun barat sisi selatan, suporter mulai terlibat aksi saling lempar benda. Botol minuman hingga petasan dilaporkan melayang di area tribun dan beberapa kali terdengar letusan.

    Kericuhan sempat mereda ketika pertandingan berakhir, namun kembali memanas saat suporter tuan rumah hendak menyanyikan lagu kebanggaan Laskar Kalinyamat. Keributan kemudian berlanjut hingga ke pintu keluar stadion sisi barat. Suporter tuan rumah dilaporkan mencegat pendukung Persis Solo sehingga bentrok tidak terhindarkan.

    Aksi saling lempar batu, kayu, dan botol minuman berlangsung sekitar 30 menit dan menyebabkan sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan.

    Dampak pada Tim Tamu

    Kericuhan tersebut juga berdampak pada tim Persis Solo. Para pemain dan official tim tamu terpaksa bertahan di dalam stadion selama beberapa jam karena kondisi di luar stadion belum aman.

    Direktur PT Persis Solo Saestu, Ginda Ferachtriawan, membenarkan bahwa tim diminta tetap berada di stadion sampai situasi kondusif. Ia mengatakan pihak manajemen menerima laporan bahwa tim tidak bisa meninggalkan stadion karena kondisi keamanan belum memungkinkan.

    “Betul betul, manajemen dapat laporan kalau tim kemarin tertahan di stadion karena situasi tidak kondusif di sekitaran stadion kemudian tim diminta untuk stay di dalam stadion sampai kondisi kondusif,” ujar Ginda.

    Menurutnya, kondisi baru benar-benar aman beberapa jam kemudian. “Kondisi kondusif baru terjadi jam 03.30 kurang lebih dan para pemain baru bisa kembali ke hotel,” tambahnya.

    Meski tertahan cukup lama di stadion, ia memastikan seluruh pemain dan official dalam kondisi aman. “Kalau dari tim aman sih,” kata dia.

    Tunggu Keputusan Operator Liga

    Setelah situasi dinyatakan aman, rombongan Persis Solo akhirnya meninggalkan stadion dan kembali ke hotel sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Solo pada pagi hari. Manajemen Persis Solo juga berencana menggelar pertemuan untuk membahas berbagai insiden yang terjadi dalam pertandingan tersebut.

    “Kita nunggu operator ya hari ini kita juga ngumpul di kantor terkait pertandingan semalam baik secara tim maupun secara penonton yang cukup banyak insiden yang terjadi di situ ya mungkin kita akan bertanya juga dan juga menunggu keputusan dari I league seperti apa,” pungkas Ginda.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?