Peristiwa Mengerikan yang Terjadi di Kecamatan Medan Sunggal
Insiden dugaan pembunuhan seorang ibu kandung oleh siswi SD, Al (12), di Kecamatan Medan Sunggal, Medan pada 10 November 2025 masih membekas di ingatan para tetangga. Peristiwa ini menimbulkan rasa trauma dan kekacauan di lingkungan sekitar.
Rossa, yang tinggal tepat di sebelah rumah korban inisial FS (42), mengaku sempat mendengar hal-hal janggal di rumah korban. Menurutnya, sebelum korban diketahui sudah tewas, ia mendengar suara layaknya orang kejar-kejaran. Suara itu terdengar sangat jelas. Saat itu pukul 04.30, Rossa hendak pergi ke kamar mandi.
“Dari rumah korban itu terdengar seperti ada orang naik-tun dalam waktu berdekatan,” kata Rossa. Lantaran curiga, Rossa meminta pendapat kepada suaminya. “Kata suami saya, mungkin kucing sedang mengejar tikus,” kenang Rossa.
Di saat rasa curiga perlahan hilang, Rossa kembali mendengar suara tak biasa dari rumah korban. “Nah, aku mendengar suara ‘Tolong’ seperti orang habis disiksa seperti itu. Suaranya itu seperti sedih sekali,” ungkapnya. Karena tidak mengira akan terjadi sesuatu, Rossa pun melanjutkan aktivitasnya.
Sampai akhirnya, sekitar pukul 06:00 WIB, Rossa menerima telepon dari tetangga sebelah kiri rumahnya bernama Tatik. Tatik menelepon, memberi kabar kalau tetangga sebelah kanan Rossa, bernama Faiza Soraya telah tewas bersimbah darah. Wanita yang mengenakan hijab berwarna hitam ini pun syok, karena tak menyangka Soraya tewas.
“Meskipun saya di sebelah rumah gak mendengar suara keributan. Justru saya ditelepon dia (tetangga) kok gak tahu kejadian disini,” katanya. “Tetangganya dibunuh kok gak tahu. Saya ditelpon ibu Tatik pas sudah ramai,” sambungnya.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Sudah lebih dari sepekan, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan bahwa sebanyak 16 saksi sudah dimintai keterangan. Belasan saksi yang diperiksa ini mulai dari terduga pelaku hingga saksi ahli.
Jumlah tersebut kemungkinan bakal terus bertambah, sesuai kebutuhan penyelidikan dan penyidikan. Pada Sabtu (20/12/2025), Calvijn mengatakan, semua keterangan yang sudah masuk ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP) akan dipadukan. Untuk hak-hak Al, sampai hari ini masih dipenuhi mulai dari makan, belajar, dan beribadah.
Mengenai adanya terduga pelaku lain, Calvijn menyebut masih terus diselidiki. “Itu yang saya sebutkan tadi, saat ini penyelidikan dan penyidikan pun masih berkelanjutan. Penyesuaian antara fakta dan berita acara pemeriksaan, dan penyesuaian antara keterangan-keterangan ahli, dan kita tuangkan lagi dalam BAP, ini lagi kita sinkronkan untuk lebih sempurnanya lagi,” tutupnya.



