Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Kisah Sumiati: 30 Tahun Mengajar Ngaji Gratis di Samarinda
    Politik

    Kisah Sumiati: 30 Tahun Mengajar Ngaji Gratis di Samarinda

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 March 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Seorang Ibu di Gang Sempit yang Menjaga Nyala Al-Qur’an

    Di tengah kota Samarinda, terdapat sebuah gang sempit yang terletak di Jalan KH Samanhudi (eks Jalan Rajawali), Gang Al Hikam, Kelurahan Pelita Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Provinsi Kalimantan Timur. Di sana, suara lantunan ayat suci Al-Quran dan bacaan dari buku iqro terdengar dengan jelas. Tempat ini menjadi lokasi kecil yang penuh makna, di mana seorang wanita paruh baya, Sumiati, mengajar anak-anak dan orang tua dalam membaca Al-Qur’an secara gratis.

    Rumah kontrakan sederhana yang berada di ujung gang tersebut memiliki spanduk bertuliskan “Rumah Pintar Santi, belajar mengaji gratis anak-anak dan orangtua”. Di sana, Sumiati (49) menjalani perannya sebagai guru ngaji dengan penuh ketekunan dan kesabaran. Meskipun hidupnya dipenuhi tantangan, ia tetap mempertahankan semangat untuk menyebarkan ilmu agama kepada masyarakat sekitarnya.

    Sumiati merantau dari Kota Surabaya sejak tahun 1996 mengikuti sang suami. Ia membawa bekal ilmu dari pesantren untuk dibagikan kepada anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya. Perjalanan tidak selalu mulus. Tantangan ekonomi sering kali membuatnya harus mengajar dari rumah ke rumah demi memenuhi kebutuhan hidup. Namun, ia tetap setia menjalani profesi ini hingga saat ini, artinya sekitar 30 tahun sudah ia mengajar.

    Perpindahan tempat tinggal juga menjadi bagian dari cerita hidupnya. Dari Kelurahan Sungai Dama, ia akhirnya berpindah ke hunian yang sekarang menjadi tempat puluhan murid mengaji. Rumah tersebut merupakan hasil pertemuan dengan seorang dermawan yang memberinya kebebasan untuk tinggal tanpa biaya sewa. Keikhlasan dan keyakinan pada Tuhan menjadi dasar hidupnya.

    Tahun 2013 menjadi momen terberat bagi Sumiati. Suaminya, yang selalu mendukungnya, meninggal dunia secara mendadak saat bekerja. Kepergiannya meninggalkan rasa kehilangan yang mendalam. Namun, ia tetap bertekad untuk menjadi ibu sekaligus bapak bagi tiga anaknya. Dengan doa dan usaha, ia berhasil menyekolahkan anak-anaknya dan terus mengajar ngaji.

    Anak-anak Sumiati kini telah menempuh pendidikan masing-masing. Anak pertama, Mufarrohattul Muttaqien, sudah menikah dan memiliki dua anak. Anak kedua, Mas’ud Bi’adillah, sedang kuliah di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Sedangkan anak ketiganya, Maulidatus Sya’adah, masih duduk di Sekolah Dasar.

    Selama 30 tahun mengajar, Sumiati tidak pernah mematok biaya. Ia mengajarkan dengan ikhlas, dan hanya menerima sedekah dari orang tua murid. Namun, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak-anaknya, ia rela bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan Kadrie Oening. Setelah bekerja, ia kembali mengajar anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya.

    Keikhlasan Sumiati tidak hanya terlihat dalam bacaan mengaji para muridnya, tetapi juga dalam pembentukan karakter. Ia menekankan pentingnya etika, salam, sopan santun, serta kasih sayang antar sesama. Baginya, ilmu agama tidak cukup hanya dalam bentuk bacaan, tetapi juga dalam bentuk akhlak yang baik.

    Memasuki bulan Ramadan 2026, semangat Sumiati semakin berkobar. Baginya, Ramadan adalah momentum untuk mendekatkan diri dengan kitab suci. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tidak pernah memohon hal-hal materi. Doa sederhananya adalah bisa puasa penuh, khatam Al-Qur’an, dan murid semakin banyak. Ia juga berharap dapat mendapatkan Lailatul Qadar.

    Di tengah hiruk pikuk Kota Samarinda, Sumiati membuktikan bahwa cahaya kebaikan tidak perlu panggung megah untuk tetap bersinar. Ia hanya butuh keikhlasan dan keyakinan.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?