Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 27 Februari 2026
Trending
  • Toyota Vios Hybrid 2026: Perbedaan dengan Versi Sebelumnya
  • Pemimpin OpenAI: Perusahaan Gunakan AI untuk PHK?
  • Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 23 Februari 2026: Keuangan, Nasib, Karier, Kesehatan, Perjalanan, Cinta, dan Jiwa
  • Air mata ibu Fandi Ramadhan pecah lagi: Saya tak rela anak saya dituntut mati
  • Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Pariaman: Puasa Nyaman dan Ngabuburit di Pantai
  • Ramalan cinta zodiak besok: perasaan, ujian, dan peluang romantis yang mengejutkan
  • 5 Bisnis Rumahan yang Menguntungkan Saat Ramadan
  • Link live streaming Inter vs Bodo/Glimt di Liga Champions UEFA besok pagi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Kisah Mayor Erik: Dari Ajudan ke Panti Jompo
Politik

Kisah Mayor Erik: Dari Ajudan ke Panti Jompo

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kisah Pilu Mayor Erik Supratman, Mantan Ajudan Dedi Mulyadi yang Kini Tinggal di Panti Lansia

Mayor (Purn) Erik Supratman, seorang pensiunan TNI berusia 68 tahun, kini tinggal di Panti Wreda Griya Lansia Garut. Ia terbaring lemah dan mengalami gangguan kesehatan yang membuatnya harus bergantung pada fasilitas panti lansia. Namun, kondisi fisiknya bukanlah hal utama yang menyedihkan. Masalah utamanya adalah nasib yang dialaminya setelah ditinggalkan oleh keluarganya.

Erik pernah menjadi ajudan Dedi Mulyadi saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode. Ia mengungkapkan bahwa setelah terserang stroke, ia tidak lagi bisa menjalankan tugas sebagai ajudan. Setelah pensiun, uang pensiun yang seharusnya menjadi haknya justru diduga diambil oleh sang istri, sehingga memaksa dirinya untuk tinggal di panti lansia.

Kisah hidup Erik mulai viral di media sosial setelah dibagikan oleh akun Instagram @imas_aan_ubudiah. Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa Erik ditinggalkan oleh istri dan anggota keluarga lainnya. Meskipun memiliki satu-satunya adik laki-laki, namun karena adiknya masih belum menikah dan masih bertugas, maka Erik terpaksa tinggal di panti lansia.

Dari cerita yang dibagikan, banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik. Banyak lansia di griya lansia Garut yang memiliki kondisi lebih parah dari Erik, baik laki-laki maupun perempuan. Banyak dari mereka yang memiliki masa lalu dengan istri lebih dari empat orang, tetapi akhirnya merana di hari tuanya. Cerita ini menjadi renungan bagi kita semua yang masih diberi kesempatan sehat dan keluarga yang tulus mencintai.

Banyak warganet yang turut memberikan dukungan dan doa untuk Erik. Beberapa bahkan mengungkapkan kekecewaan terhadap perlakuan yang dialaminya. Salah satu bagian paling menyentuh adalah ketika Erik mengungkapkan bahwa dirinya ditelantarkan. Ia menceritakan bahwa saat pulang bawa mobil, ia tidak bisa jalan dan dibawa ke dokter, tetapi justru dibuang di jalan.

Selain itu, Erik juga mengungkapkan bahwa uang pensiun yang seharusnya menjadi haknya setiap bulan justru dikuasai oleh pihak lain. Hal ini membuatnya semakin sulit untuk hidup mandiri. Dalam percakapan telepon dengan Dedi Mulyadi, Erik kesulitan mengingat banyak hal, bahkan sampai lupa nama sang istri. Ia tampak sangat sedih dan pahit.

Tidak hanya itu, identitas Erik dinilai tidak konsisten. Ia tidak memiliki KTP, sehingga data tentangnya disebut tidak jelas. Saat diminta keterangan, ia menyebutkan nama yang berbeda-beda. Awalnya diperkenalkan sebagai Mayor Erik Supratman, namun dalam kesempatan lain ia mengaku terakhir berpangkat Kapten.

Ketidakselarasan informasi juga muncul saat ia ditanya mengenai lokasi dinas, kesatuan, serta riwayat penugasannya. Ia mengaku pernah berdinas di sejumlah daerah, mulai dari Bandung hingga Lampung, namun keterangannya tidak disertai penjelasan yang pasti.

Kisah pilu Mayor Erik Supratman menjadi perhatian publik, termasuk dari Gubernur Jawa Barat. Ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian terhadap para lansia yang sudah berjasa bagi bangsa dan negara. Semoga keadaan Erik dapat segera diperbaiki dan mendapatkan dukungan yang layak.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Pariaman: Puasa Nyaman dan Ngabuburit di Pantai

27 Februari 2026

Kapolda Maluku Kecam Penganiayaan Siswa 14 Tahun oleh Anak Buahnya

27 Februari 2026

Kronologi Protes WNA Selandia Baru di Gili Trawangan, Cabut Kabel dan Rusak Alat Ibadah

27 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Toyota Vios Hybrid 2026: Perbedaan dengan Versi Sebelumnya

27 Februari 2026

Pemimpin OpenAI: Perusahaan Gunakan AI untuk PHK?

27 Februari 2026

Ramalan Zodiak Libra dan Scorpio 23 Februari 2026: Keuangan, Nasib, Karier, Kesehatan, Perjalanan, Cinta, dan Jiwa

27 Februari 2026

Air mata ibu Fandi Ramadhan pecah lagi: Saya tak rela anak saya dituntut mati

27 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?