Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 22 Mei 2026
Trending
  • Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026
  • Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik
  • Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti
  • Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH
  • Prediksi Final Piala FA: Chelsea vs Manchester City, Mengakhiri Kekalahan di Laga Penentuan
  • Perjalanan Karier Choi Siwon: Dari Idola ke Pengusaha
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Moto3 Catalunya 2026: Tantangan Veda Ega Hadapi Pembalap Spanyol
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kasus Suami Pepet Jambret di Sleman: Kepastian Hukum dan Hak Pembelaan
Hukum

Kasus Suami Pepet Jambret di Sleman: Kepastian Hukum dan Hak Pembelaan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Suami yang Menolong Istri dari Penjambret: Tersangka atau Korban?

YOGYAKARTA, Indonesiadiscover.com – Sebuah kasus yang menimpa Hogi Minaya, seorang pria di Sleman, menjadi perhatian publik setelah ia ditetapkan sebagai tersangka usai menolong istrinya dari penjambret. Peristiwa ini memicu berbagai pertanyaan tentang hukum dan keadilan dalam situasi darurat.

Peristiwa Awal

Peristiwa bermula ketika Hogi mengejar dua orang penjambret tas istrinya yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Hogi, yang saat itu mengendarai mobil, memepet kendaraan pelaku. Motor yang dikendarai oleh para jambret kemudian tidak terkendali hingga menabrak tembok. Akibatnya, kedua pelaku tewas. Hogi Minaya kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kecelakaan lalu lintas.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penetapan tersangka dilakukan untuk memberikan kepastian hukum. Namun, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti pentingnya melihat kasus ini secara komprehensif. Mereka menekankan bahwa polisi tidak hanya hadir dalam konteks kepastian hukum, tetapi juga soal keamanan.

Perspektif Istri Hogi

Arista Minaya, istri Hogi, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa peristiwa terjadi pada 26 April 2025. Saat itu, ia meminta tolong suaminya untuk mengambil jajanan pasar di daerah Berbah, Sleman. Suaminya berangkat dengan mobil, sementara Arista mengendarai sepeda motor untuk mengambil jajanan pasar di Pasar Pathuk.

Tanpa sengaja, mereka bertemu di Jembatan Layang Janti. Arista tiba-tiba dipepet oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor. Mereka mengambil paksa tas yang dibawa oleh Arista. Ia mengungkapkan bahwa kondisi jalanan sedang sepi.

Mengetahui hal itu, Hogi langsung mengejar pelaku dan memepet kendaraan dua orang tersebut hingga sepeda motor hilang kendali dan menabrak tembok lalu terpental. Keduanya pun meninggal dunia di lokasi kejadian.

Proses Hukum yang Berjalan

Dalam proses yang berjalan, kasus penjambretan dianggap gugur demi hukum karena kedua pelaku meninggal dunia. Sedangkan untuk peristiwa kecelakaan lalu lintas, prosesnya masih terus berjalan.

Sekitar 2-3 bulan setelah kejadian itu, suaminya ditetapkan sebagai tersangka. Kini Hogi berstatus tahanan luar dan mengenakan gelang GPS.

Penjelasan Polisi Soal Kepastian Hukum

Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto, menjelaskan bahwa berkas perkara serta barang bukti atas kasus ini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sleman. Dalam prosesnya, pihak kepolisian tidak hanya meminta keterangan dari yang bersangkutan, tetapi juga meminta keterangan saksi, saksi ahli, dan melakukan gelar perkara.

Ia menegaskan bahwa proses yang dilakukan untuk memberikan kepastian hukum terhadap tindak pidana yang ada dalam kecelakaan lalu lintas tersebut. Meskipun ada rasa belas kasihan terhadap korban jambret, pihak kepolisian tetap menjalankan prosedur hukum sesuai aturan.

Pandangan Kompolnas

Anggota Kompolnas Choirul Anam menilai, polisi harus berfokus pada bagaimana awal mula dari kejahatan ini sehingga penegakan hukum yang dilakukan tak hanya menghadirkan kepastian, melainkan juga bermanfaat. Ia menekankan bahwa kasus korban kejahatan yang malah dijadikan sebagai tersangka bukanlah hal baru.

Anam mencontohkan beberapa waktu lalu di Bekasi, ada aksi begal yang dilawan oleh korban pembegalan. Berkelahi lah mereka, dan korban pembegalan menang, yang melakukan pembegalan kalah dan meninggal. Ia menilai, kasus-kasus seperti ini semestinya menjadi pengingat agar polisi melihat sebuah kejadian dengan komprehensif.

Analisis Pakar Hukum UGM

Pakar Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada (UGM), Marcus Priyo Gunarto, menilai, kasus ini harus dilihat secara utuh. Ia menjelaskan bahwa jika pembelaan diri sebanding dengan datangnya serangan, maka yang bersangkutan tidak bisa dipidana berdasarkan Pasal 49 ayat (1) KUHP lama. Namun, jika pembelaan diri melampaui batas, maka dapat dipidana.

Marcus Priyo menuturkan, pembelaan diri yang melampaui batas itu juga bisa tidak dipidana jika dikarenakan faktor kegoncangan jiwa akibat adanya serangan. Oleh karena itu, dalam kasus ini, perlu dilihat bagaimana yang bersangkutan melakukan pembelaan diri.

Ia menjelaskan bahwa ada dua kausalitas yang nantinya harus dibuktikan di persidangan. Pertama, kausalitas antara kegoncangan jiwa dengan datangnya serangan. Kedua, kausalitas perbuatan yang menyebabkan kematian.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti

20 Mei 2026

Detik-Detik Menegangkan Dewa Memanggil Ibu yang Terkapar Usai Kecelakaan, Warga Merinding

20 Mei 2026

Bukti Kebaikan: Ratusan Ojol Antar Dewa dan Ibu ke Tempat Terakhir

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026

20 Mei 2026

Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik

20 Mei 2026

Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti

20 Mei 2026

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?