Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 19 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Jepang Siap Produksi Kapal Pengangkut LNG untuk Hadapi China-Korsel
Ekonomi

Jepang Siap Produksi Kapal Pengangkut LNG untuk Hadapi China-Korsel

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemerintah dan Sektor Swasta Jepang Kembali Berinvestasi dalam Produksi Kapal Pengangkut LNG

Pemerintah Jepang bersama sektor swasta sedang mengambil langkah strategis untuk memperkuat keamanan ekonomi negara. Salah satu inisiatif utamanya adalah menghidupkan kembali produksi kapal pengangkut gas alam cair (LNG) di dalam negeri setelah vakum selama tujuh tahun sejak 2019. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari rencana pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat posisi Jepang dalam industri perkapalan global.

Perusahaan galangan kapal besar seperti Imabari Shipbuilding Co sedang menjajaki kerja sama dengan Oshima Shipbuilding Co untuk memanfaatkan fasilitas manufaktur mereka dalam proyek produksi kapal LNG. Kolaborasi ini akan berlangsung di Prefektur Nagasaki, yang dikenal sebagai pusat industri perkapalan Jepang.

Fokus pada Investasi Utama dalam Industri Perkapalan

Industri perkapalan menjadi salah satu dari 17 bidang yang diprioritaskan oleh pemerintahan Takaichi untuk investasi utama. Targetnya adalah mendapatkan pendanaan publik dan swasta sebesar 1 triliun yen (sekitar Rp106,1 triliun) selama 10 tahun. Proyek ini dirancang untuk mendukung investasi modal dan pengembangan teknologi di sektor perkapalan.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata akan menggelar pertemuan panel ahli pada 19 Maret 2026. Diskusi ini melibatkan pakar dari berbagai bidang seperti pembuatan kapal, transportasi maritim, dan energi untuk menyelaraskan proyek tersebut dengan kebijakan energi nasional.

Mengejar Dominasi China dan Korea Selatan

Jepang sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam industri perkapalan global, khususnya dalam produksi kapal pengangkut LNG. Saat ini, China dan Korea Selatan mendominasi pasar tersebut. Galangan kapal Jepang terakhir kali mengirimkan unit LNG pada 2019 melalui Mitsubishi Heavy Industries Ltd dan Kawasaki Heavy Industries Ltd.

Meskipun Jepang masih memiliki kemampuan dalam pembuatan kapal, tekanan biaya, konsolidasi industri, dan persaingan dari China dan Korsel telah mendorongnya keluar dari pasar kapal pengangkut LNG. Beijing memimpin dalam volume pembuatan kapal secara keseluruhan, sementara Seoul memimpin dalam produksi kapal pengangkut LNG bernilai tinggi.

Proyek LNG membutuhkan investasi besar dan operasi jangka panjang. Perusahaan minyak lebih memprioritaskan ketepatan pengiriman, kredibilitas teknis, serta garansi dan layanan purna jual daripada sekadar harga. Menurut pengamat industri, galangan kapal Korsel memiliki rekam jejak yang kuat dengan insiden kualitas atau keterlambatan yang lebih sedikit dibanding pesaing baru. Namun, China semakin mendekat. Galangan kapal China telah meningkatkan pengiriman kapal pengangkut LNG, sehingga keunggulan Korsel mungkin hanya bersifat sementara.

Menurut laporan Korea Herald, hingga Januari 2026, galangan kapal China telah memenangkan pesanan setidaknya 13 kapal pengangkut LNG tahun ini. Sementara itu, galangan kapal Korsel hanya mendapat 8 kapal. Hudong Zhonghua dan Jiangnan Shipyard, dua anak perusahaan China State Shipbuilding Corp (CSCC), memimpin perolehan tersebut.

CSCC adalah konglomerat pembuatan kapal terbesar di dunia, yang dibentuk melalui penggabungan dua perusahaan milik negara guna mengkonsolidasikan pangsa pasar dan mengurangi persaingan berlebihan.

Permintaan Tinggi untuk Kapal Pengangkut LNG

Kapal pengangkut LNG memiliki harga satuan tinggi dan membutuhkan teknologi konstruksi yang canggih. Kapal jenis ini adalah kapal ultra-presisi yang mengangkut gas alam dalam keadaan cair superdingin pada suhu minus 162 derajat Celsius. Kapal tersebut juga membutuhkan ruang kargo bersuhu sangat rendah, serta sistem insulasi dan propulsi canggih. Hal ini menjadikannya tantangan teknologi dan membuatnya mahal.

Kapal pengangkut LNG dianggap sebagai jenis kapal bernilai tambah tinggi yang representatif dalam industri perkapalan, dan muncul sebagai jenis kapal kunci dalam persaingan pesanan tahun ini. Sebelumnya, pesanan proyek LNG global sempat melambat, menyebabkan pesanan kapal pengangkut LNG menjadi sedikit tertinggal tahun lalu. Namun, tahun ini, ekspansi fasilitas pencairan LNG semakin cepat, terutama di Amerika Serikat. Alhasil, meningkatnya ekspektasi terhadap peningkatan permintaan transportasi maritim.

Melonjaknya produksi kapal tersebut juga dipicu oleh peningkatan permintaan penggantian armada dari negara-negara Timur Tengah, seperti Qatar. Beberapa perusahaan besar seperti Petronas juga telah melakukan kerja sama dengan QatarEnergy untuk meningkatkan produksi LNG.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?