Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Jenderal Myanmar Usir Diplan Timor Leste, Apa yang Terjadi?
    Politik

    Jenderal Myanmar Usir Diplan Timor Leste, Apa yang Terjadi?

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pengusiran Diplomat Timor Leste oleh Pemerintah Militer Myanmar

    Pemerintah junta militer Myanmar secara resmi mengusir perwakilan diplomatik tertinggi Timor Leste. Keputusan ini diambil setelah otoritas militer menuduh pihak Dili melakukan campur tangan yang tidak semestinya terhadap urusan dalam negeri Myanmar. Perselisihan ini dipicu oleh langkah hukum Timor Leste yang menunjuk jaksa senior untuk menyelidiki dugaan kejahatan perang yang dilakukan militer Myanmar sejak kudeta tahun 2021.

    Ketegangan diplomatik memuncak karena militer Myanmar merasa kedaulatan mereka terganggu oleh inisiasi proses hukum internasional tersebut. Dalam pernyataannya, pihak junta menegaskan bahwa pengusiran dilakukan karena Timor Leste dianggap telah melakukan campur tangan yang tidak semestinya terhadap urusan dalam negeri Myanmar melalui inisiasi proses hukum internasional.

    Timor Leste Selidiki Dugaan Kejahatan Perang Pimpinan Militer Myanmar

    Otoritas yudisial di Dili resmi membuka penyelidikan terhadap Jenderal Senior Min Aung Hlaing serta jajaran pimpinan junta militer Myanmar. Langkah hukum ini didasarkan pada berkas pidana yang diajukan oleh Chin Human Rights Organization (CHRO) mengenai dugaan pelanggaran hak asasi manusia berat, termasuk pembantaian warga sipil dan serangan terhadap fasilitas medis. Penyelidikan tersebut menggunakan prinsip yurisdiksi universal, sebuah mekanisme hukum internasional yang memungkinkan pengadilan nasional untuk mengadili kejahatan luar biasa tanpa terbatas lokasi kejadian atau kewarganegaraan pelaku.

    Penunjukan jaksa senior untuk menangani kasus ini dipandang sebagai tonggak sejarah baru di Asia Tenggara, karena merupakan tindakan hukum pertama yang dilakukan oleh sesama anggota ASEAN. Pihak junta militer Myanmar menyatakan kekecewaan mendalam dan menuduh langkah tersebut didasarkan pada narasi kelompok teroris. Menanggapi situasi ini, Jose Teixeira dari firma hukum Da Silva Teixeira & Associados Lda menegaskan pentingnya kedaulatan hukum dalam proses tersebut.

    “Aturan hukum adalah isu prioritas bagi Timor Leste, dan sangat penting agar independensi peradilan Timor Leste dihormati dan proses hukum berjalan sesuai jalurnya,” ujar Jose Teixeira.

    Bukti Kekejaman Militer Myanmar Terungkap dalam Kasus Hukum di Timor Leste

    Berkas pidana yang diajukan di Dili mengungkap pola kekerasan sistematis dan meluas yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap penduduk sipil di Negara Bagian Chin. Dokumen tersebut merinci berbagai insiden mengerikan, mulai dari pemerkosaan berkelompok, eksekusi mati terhadap jurnalis, hingga pembantaian yang melibatkan anak-anak di bawah umur.

    Selain kekerasan fisik, militer Myanmar juga dituduh melakukan penghancuran sengaja terhadap infrastruktur vital seperti sekolah dan tempat ibadah umat Kristen di wilayah Chin. Serangan udara tanpa pandang bulu ini telah memicu gelombang pengungsian besar-besaran ke wilayah hutan dan lintas perbatasan. Chris Gunness, Direktur Myanmar Accountability Project, menyatakan bahwa langkah hukum ini adalah pesan bagi penguasa di Naypyidaw.

    “Kasus ini mengirimkan sinyal kuat bahwa rakyat Burma mengatakan dengan lantang dan jelas bahwa keadilan dan akuntabilitas adalah bagian yang sangat diperlukan dalam perjuangan mereka melawan kediktatoran,” tutur Chris Gunness.

    Junta Militer Myanmar Resmi Usir Diplomat Timor Leste

    Pemerintah junta militer Myanmar secara resmi mengumumkan pengusiran terhadap perwakilan diplomatik tertinggi Timor Leste. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kemarahan junta atas langkah Timor Leste yang dianggap melanggar prinsip kedaulatan dan non-intervensi ASEAN. Otoritas di Naypyidaw menuduh pemerintah Timor Leste melakukan tindakan tidak bertanggung jawab dengan mendukung kelompok perlawanan serta memulai proses hukum internasional terhadap pimpinan militer Myanmar. Junta menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar Artikel 9 Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik.

    Pemerintah Timor Leste menanggapi pengusiran tersebut dengan menegaskan bahwa prinsip mereka dalam mendukung demokrasi tidak akan goyah. Menteri Kepresidenan Dewan Menteri Timor Leste, Agio Pereira, menyatakan bahwa solusi damai hanya bisa dicapai melalui penghormatan terhadap hak asasi manusia.

    “Republik Demokratik Timor Leste tetap teguh pada keyakinannya bahwa hanya melalui dialog dan penghormatan terhadap kehendak rakyat, solusi yang damai dan langgeng terhadap krisis di Myanmar dapat dicapai,” kata Agio Pereira.

    Eskalasi diplomatik ini juga dipicu oleh sikap terbuka Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta, dalam menerima perwakilan National Unity Government, yang oleh junta dianggap sebagai organisasi teroris. Meskipun menghadapi tekanan diplomatik, langkah Timor Leste ini mendapat apresiasi besar dari kelompok pro-demokrasi Myanmar. Menteri Luar Negeri National Unity Government, Zin Mar Aung, menyampaikan rasa terima kasih atas keberanian moral yang ditunjukkan oleh Dili.

    “Kami berterima kasih kepada Presiden Horta dan Timor Leste karena telah mengadvokasi atas nama rakyat Myanmar dan revolusi kami,” ujar Zin Mar Aung.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?