Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 19 Maret 2026
Trending
  • Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah
  • WOW Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Rusak APBD Rp 486 Juta
  • 7 tanda pria pintar terlihat dari sifatnya yang unik
  • Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya
  • Pria Kaya dengan 2 BMW Jadi Target KPK, Suami Bupati Pekalongan
  • GP Ansor Jabar Kritik Tingginya Pengangguran, Minta Pemerintah Prioritaskan Lapangan Kerja
  • Juventus Target Bek Muda Brentford Michael Kayode Usai Bersinar di Liga Premier
  • Mari tingkatkan soft skill dengan 7 buku ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Isyarat QE Fed Muncul, Kripto Siap Pulih Perlahan
Ekonomi

Isyarat QE Fed Muncul, Kripto Siap Pulih Perlahan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.

Pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian pasar. Setelah The Fed memangkas suku bunga dan wacana kembalinya quantitative easing (QE) pada 2026 dinilai berpotensi menjadi katalis baru bagi aset berisiko, terutama kripto.

Sebelumnya, Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral AS telah memutuskan untuk melakukan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,50%-3,75% pada 10 Desember 2025. Dengan langkah pelonggaran yang diambil, pasar pun menilai bahwa The Fed akan segera mengakhiri kebijakan quantitative tightening (QT) atau pengetatan neraca. Di sisi lain, bank sentral Amerika Serikat ini diproyeksi akan kembali melakukan ekspansi neraca (quantitative easing/QE)) dalam waktu dekat.

Jika kebijakan QE akan kembali dijalankan AS pada tahun 2026, Vice President Indodax Antony Kusuma, menyampaikan dampaknya terhadap kripto pada prinsipnya cenderung positif, tetapi sangat bergantung pada skala dan bentuk pelonggarannya.

Untuk diketahui, per 1 Desember 2025, The Fed memang telah mengakhiri fase pengetatan kuantitatif (QT) dan mulai melakukan pembelian Treasury Bills jangka pendek sekitar US$ 40 miliar per bulan. Meski langkah ini ditegaskan sebagai langkah teknis untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan dan bukan QE, kondisi ini menandai bahwa tekanan likuiditas tidak lagi seketat periode 2022-2024. Neraca The Fed sendiri masih sekitar US$ 6,5 triliun, jauh di bawah puncak era QE sebelumnya.

Kata Antony, dalam konteks kripto, pelonggaran moneter biasanya menjadi katalis karena menurunkan biaya modal, meningkatkan risk appetite, dan mendorong aliran dana ke aset berisiko. Namun, jika pelonggaran 2026 hanya berupa pemangkasan suku bunga bertahap dan pengelolaan likuiditas teknis, dampaknya ke kripto cenderung bersifat gradual dan tidak serta-merta eksplosif.

Sehingga, menurutnya katalis yang benar-benar kuat bagi kripto biasanya baru muncul ketika QE dilakukan dalam skala besar, seperti pada periode krisis atau tekanan ekonomi signifikan. “Dalam skenario tersebut, meskipun volatilitas awal bisa meningkat akibat sentimen risk-off, tambahan likuiditas jangka menengah sering kali menjadi pendorong reli aset berisiko, termasuk kripto,” jelas Antony kepada Indonesiadiscover.com, Jumat (19/12/2025).

Lebih lanjut, jika melihat pada tahun 2026, Antony bilang pasar kripto tidak hanya ditentukan oleh arah kebijakan moneter, tetapi juga oleh faktor-faktor struktural yang sudah mulai terbentuk sejak akhir 2025. Penunjang utama pasar kripto ke depan umumnya datang dari tiga faktor, yaitu arah kebijakan moneter, adopsi institusional, serta kejelasan regulasi yang mengakui kripto sebagai instrumen investasi.

Sepanjang 2025, dilihatnya arus minat dari institusi tetap terjaga melalui produk-produk teregulasi seperti Bitcoin (BTC) dan Etherum (ETH), penguatan infrastruktur kustodian, serta integrasi kripto ke dalam portofolio aset yang lebih luas. “Ini membuat pasar kripto sebenarnya sudah semakin matang dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sentimen ritel dan siklus empat tahunan atau halving Bitcoin,” lanjutnya.

Selain itu, arah regulasi yang semakin jelas di sejumlah negara besar juga menjadi faktor penting, meskipun belum seragam secara global. Namun di sisi lain, ada beberapa sentimen negatif yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah risiko pasar memasuki fase konsolidasi apabila tidak ada katalis besar baru. Faktor lain adalah ketidakpastian kebijakan global.

Jadi, Antony menyimpulkan bahwa secara keseluruhan prospek kripto di 2026 masih konstruktif, tetapi dengan karakter pasar yang lebih selektif dan dewasa. Meski harga sejumlah koin utama kripto seperti BTC sempat terkoreksi pada beberapa bulan terakhir tahun 2025 ini, Antony melihat potensi pemulihan tetap ada, tapi pasar akan lebih selektif.

Untuk BTC, dicatatnya konsensus memproyeksi harga mengarah ke area sekitar US$ 150.000 di akhir 2026, sementara beberapa pelaku industri melihat ruang hingga sekitar US$ 180.000 jika arus institusional kembali kuat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya

19 Maret 2026

Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah

19 Maret 2026

4 cara mengubah baju bekas jadi uang banyak

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Catat, Batas Akhir Pembayaran Zakat Fitrah Agar Sah

19 Maret 2026

WOW Pimpinan DPRD Sumsel Beli Meja Biliar, Rusak APBD Rp 486 Juta

19 Maret 2026

7 tanda pria pintar terlihat dari sifatnya yang unik

19 Maret 2026

Prospek MTDL Dukung Solusi Cloud & AI, Ini Rekomendasi Sahamnya

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?