Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 29 Juni 2026
Trending
  • 20 Soal PPPK Tendik Terbaru dengan HOTS dan Pembahasan
  • Afrika Selatan Ciptakan Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel
  • Daftar Peralatan Wajib di Mobil Saat Liburan Keluarga
  • Parfum Pria Termahal di Dunia, Aroma Raja-Raja
  • Festival Heritage Depok Lama Digelar Akhir Pekan, Catat Penutupan Jalan Pemuda dan Rute Alternatif
  • Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Jalani Sidang 2 Juli, Roy Suryo Tunggu Putusan Praperadilan
  • Manchester United Siap Datangkan Casemiro Baru di Liga Inggris
  • Dua Jemaah Haji Ciamis Masih Terjebak, 411 Jemaah Tiba di Tanah Air
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Iran Serang Pangkalan Militer AS, Kerusakan Capai Rp13,5 Triliun
Hiburan

Iran Serang Pangkalan Militer AS, Kerusakan Capai Rp13,5 Triliun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover26 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kerusakan Militer AS di Timur Tengah Akibat Serangan Iran

Serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah telah menyebabkan kerusakan sebesar US$800 juta (Rp13,5 triliun) selama dua minggu pertama konflik. Analisis yang dilakukan oleh lembaga kajian Center for Strategic & International Studies (CSIS) dan BBC menunjukkan bahwa sebagian besar kerusakan terjadi saat Iran melakukan serangan balasan awal, tepat setelah AS dan Israel meluncurkan operasi militernya.

Sampai saat ini, gambaran lengkap mengenai kerusakan yang terjadi pada aset-aset militer AS di kawasan masih belum sepenuhnya jelas. Namun, estimasi kerugian sebesar US$800 juta pada infrastruktur militer AS—angka yang lebih tinggi dibanding laporan sebelumnya—memberikan gambaran mengenai besarnya biaya yang harus ditanggung Washington seiring berlarutnya konflik.

“Kerusakan pada pangkalan-pangkalan AS di kawasan ini selama ini kurang diberitakan,” ujar Mark Cancian, penasihat senior CSIS sekaligus salah satu penulis laporan lembaga tersebut. “Meski tampaknya kerusakannya cukup besar, jumlah pastinya belum dapat diketahui hingga informasi lebih lengkap tersedia.”

Target Serangan Iran

Menanggapi permintaan komentar, Departemen Pertahanan AS mengarahkan BBC kepada Komando Pusat AS (CENTCOM), yang memimpin operasi perang. Namun para pejabat di sana menolak berkomentar.

Serangan balasan Iran menargetkan sistem pertahanan udara serta fasilitas komunikasi satelit milik AS, termasuk di Yordania, Uni Emirat Arab, dan sejumlah negara lain di Timur Tengah. Sebagian besar kerusakan ditimbulkan oleh serangan terhadap radar AS yang menjadi bagian dari sistem pertahanan rudal Thaad di sebuah pangkalan udara di Yordania.

Sistem radar AN/TPY 2 bernilai sekitar US$485 juta (Rp8,2 triliun), menurut telaah CSIS atas dokumen anggaran Departemen Pertahanan AS. Sistem pertahanan udara itu digunakan untuk mencegat rudal balistik jarak jauh.

Serangan Iran juga menimbulkan tambahan kerusakan yang diperkirakan mencapai US$310 juta (Rp5,2 triliun) pada gedung, fasilitas, dan infrastruktur lain di pangkalan AS maupun pangkalan militer yang digunakan pasukan Amerika di kawasan tersebut.

Penggunaan Bom Tandan dan Keterlibatan Rusia

Berdasarkan analisis citra satelit oleh BBC Verify, Iran juga telah menyerang sedikitnya tiga pangkalan udara lebih dari satu kali. Serangan berulang ini menegaskan upaya Teheran untuk membidik aset-aset spesifik milik AS. Rusia bahkan dilaporkan berbagi intelijen dengan Teheran mengenai keberadaan pasukan Amerika di kawasan.

Citra satelit menunjukkan tiga pangkalan udara—Pangkalan Ali Al Salim di Kuwait, Al Udeid di Qatar, dan Pangkalan Prince Sultan di Arab Saudi—mengalami kerusakan baru pada berbagai fase konflik.

AS juga telah kehilangan 13 personel militer sejak Presiden Donald Trump bergabung dengan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari.

Biaya Perang yang Mahal

Lembaga Human Rights Activists News Agency (Hrana) yang berbasis di AS memperkirakan total korban tewas telah mendekati 3.200 orang, termasuk 1.400 warga sipil.

Analisis citra satelit terkendala oleh pembatasan yang diberlakukan penyedia layanan berbasis di AS terhadap distribusi gambar-gambar tersebut. Namun, sejumlah pola serangan balasan Iran terhadap kepentingan militer AS di Kawasan Teluk dapat diidentifikasi.

Sejak awal, radar dan sistem satelit menjadi sasaran utama. Contohnya, ketika serangan Iran menghantam pangkalan angkatan laut AS di Bahrain. Kedua sistem ini berfungsi sebagai “mata dan telinga” dalam operasi militer modern.

Biaya yang Menyentuh Anggaran Pentagon

Kerusakan akibat serangan balasan Iran hanya mencakup sebagian kecil dari keseluruhan biaya yang harus ditanggung AS untuk perang tersebut. Pejabat Departemen Pertahanan dilaporkan memberi penjelasan kepada para anggota Kongres bahwa enam hari pertama perang menelan biaya US$11,3 miliar (Rp191,6 triliun). Adapun 12 hari pertama mencapai US$16,5 miliar (Rp279,7 triliun), menurut data CSIS.

Pentagon kini meminta tambahan pendanaan sebesar US$200 miliar (Rp3.391 triliun) untuk perang itu. Pada Kamis (19/03), Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan angka tersebut “masih dapat berubah.” “Perlu uang untuk menumpas musuh,” kata Hegseth.

Trump mengatakan bahwa AS berada di jalur yang sesuai untuk mencapai tujuannya: menghancurkan program nuklir Iran, melemahkan kekuatan militer konvensional negara itu, serta menghentikan dukungan rezim terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan. “Kami tampil sangat baik di Iran,” ujar Trump dalam sebuah acara di Gedung Putih pada Jumat (20/03).

Namun perang tersebut telah mengguncang perekonomian global akibat nyaris tertutupnya Selat Hormuz, serta ketidakpastian mengenai berapa lama konflik akan berlangsung dan apakah Trump akan mengerahkan pasukan darat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Saya Ingin Jadi Ustaz, Santri yang Dibakar Tetap Ingin Sekolah

25 Juni 2026

Pemerintah dan PLN Segera Jalankan PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Berkontribusi

25 Juni 2026

Mantan Wakil Kepala BGN Buka Suara Soal Pengadaan CCTV Fiktif Rp 300 Miliar Era Dadan

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

20 Soal PPPK Tendik Terbaru dengan HOTS dan Pembahasan

29 Juni 2026

Afrika Selatan Ciptakan Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel

29 Juni 2026

Daftar Peralatan Wajib di Mobil Saat Liburan Keluarga

29 Juni 2026

Parfum Pria Termahal di Dunia, Aroma Raja-Raja

29 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?