Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 2 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Hari Pertama Lebaran: Kepadatan dan Kemacetan di TransJakarta
    Politik

    Hari Pertama Lebaran: Kepadatan dan Kemacetan di TransJakarta

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 April 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Jakarta Kembali Berdenyut



    Setelah liburan Lebaran berakhir, Jakarta kembali menunjukkan kehidupannya yang sibuk dan penuh pergerakan. Jalanan yang sempat sepi selama beberapa hari kini kembali ramai, terutama di area pusat kota seperti Halte Transjakarta Petukangan D’Masiv, Jakarta Selatan. Pukul 07.00 WIB, keramaian mulai terasa dengan masyarakat yang berdesak-desakan dan berpacu dengan waktu.

    Di Universitas Budi Luhur, arus kendaraan mengalir padat. Mobil pribadi, bus, hingga sepeda motor saling mengisi ruang yang semakin sempit. Bunyi klakson dan peluit petugas pengatur lalu lintas terdengar bersahutan, menggambarkan kembali kehidupan Jakarta yang tak pernah berhenti.

    Ojek online juga tampak sibuk mengantar penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya. Seorang pejalan kaki, Yogi Dermawan (30), mengaku setelah seminggu mudik ke Tegal, ia kembali ke rutinitas sebagai karyawan swasta di kawasan SCBD.



    “Kaget karena merasa enak liburan, terlalu lama liburan. Ya lebih ke hektik saja,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

    Selama sepuluh tahun tinggal di Jakarta, Yogi sudah akrab dengan ritme kota ini. Namun, setiap selesai Lebaran, selalu ada rasa enggan yang harus dipaksa luruh. Ia berharap pekerjaan makin baik dan lowongan pekerjaan makin banyak.

    Baginya, Jakarta tetap menjadi tempat untuk kembali. Kota dengan segala kerasnya, namun juga menyediakan peluang yang tidak selalu ditemukan di kampung halaman.

    “Ya sebenarnya lebih enak di Jakarta. Karena kalau saya, mungkin daerah Tegal itu mayoritas orangnya juga di Jakarta semua. Apalagi mayoritas orang daerah Sidakaton rata-rata buka warteg, mereka juga kebanyakan di Jakarta. Ya keramaian itu hanya momentum Lebaran saja,” ujarnya.



    Di sisi seberang halte, Ara (27) berdiri dengan hijab hitam dan tas ransel yang tergendong di depan. Ia tidak mudik tahun ini, bukan karena tidak sempat, tetapi karena memang tidak memiliki kampung halaman untuk pulang. Lebaran ia habiskan berkeliling, mengunjungi keluarga yang ada di Jakarta.

    “Enggak. Kebetulan saya enggak punya kampung. Ya kita keliling saja, Lebaran ke keluarga yang ada di sini, paling main sama teman,” ucap Ara.

    Sebagai seorang pramusaji di kawasan Blok M, Ara berharap hari pertama kerja tidak langsung terasa berat. “Ya sebenarnya vibenya masih berasa libur. Jadi semoga pekerjaannya enggak terlalu padat,” katanya.

    Ia memberi pesan kepada para perantau agar tidak patah arang dalam mencari pekerjaan. Menurutnya, banyak peluang kerja di Jakarta jika mau berusaha.

    “Ya semangat saja pokoknya buat cari kerjaan di Jakarta. Banyak kerjaan kok asal kita mau semangat,” ujarnya.

    Hari dan Nasi Bakar yang Tak Pernah Libur



    Di sudut lain, sedikit menjauh dari hiruk pikuk halte, seorang pria paruh baya duduk di samping motornya. Di atasnya, terangkut dagangan nasi bakar yang masih hangat. Ia adalah Hari (53), perantau yang telah puluhan tahun hidup di Jakarta.

    “Sudah lama ya, dari tahun 1991 saya di Jakarta,” ujar Hari.

    Sejak 1991, kota ini telah menjadi rumah sekaligus ladang perjuangannya. Ia pernah menjadi cleaning service, kolektor, hingga pekerja konstruksi sebelum akhirnya memilih berjualan nasi bakar hampir satu dekade terakhir.

    “Pertama cleaning service tiga tahun, terus jadi kolektor, nagih-nagih di perusahaan. Habis itu pindah lagi ke perusahaan keramik, tukang tagih juga sampai tahun 2010. Tiga belas tahun saya kerja nagih. Habis itu, 2011 saya diajak kawan kerja di konstruksi,” ucapnya.

    Pagi itu, seperti hari-hari sebelumnya, dagangannya tetap diminati. Beberapa bungkus nasi bakar seharga Rp10.000 tersisa di motornya, menandakan bahwa roda kehidupan masih terus berputar.

    Hari tidak mudik selama empat tahun terakhir. Bukan karena tidak rindu, tetapi karena tanggung jawab yang tidak bisa ditinggalkan. “Anak-anak kan enggak libur, jadi kita ninggalin anak enggak enak,” katanya.

    Baginya, Jakarta bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga tempat menambatkan kehidupan. Ia memahami betul kerasnya kota ini dan mengingatkan para perantau baru.

    “Kalau enggak punya keahlian, jangan ke Jakarta. Tapi kalau punya keahlian, di sini ya monggo. Yang penting ulet,” katanya.

    Pagi itu, di antara langkah-langkah tergesa dan kendaraan yang tak pernah berhenti, Jakarta kembali menampakkan wajah aslinya. Kota yang memaksa setiap orang untuk bergerak, bertahan, dan terus melangkah. Liburan telah usai. Kenangan tinggal disimpan. Dan di halte kecil di selatan kota, realita kembali dimulai.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?