Perampokan dan Pembunuhan di Pekanbaru: Motif yang Mengejutkan
Sebuah kasus perampokan dan pembunuhan yang mengejutkan terjadi di Pekanbaru, Riau. Korban adalah nenek Dumaris Sitio (60 tahun), yang tewas setelah dipukul dengan kayu balok oleh para pelaku. Kejadian ini terungkap setelah polisi berhasil menangkap keempat tersangka yang terlibat dalam aksi tersebut.
Awal Niat yang Berubah
Awalnya, para pelaku datang ke Pekanbaru dengan niat melakukan perampokan. Mereka menggunakan mobil yang dirental dari Aceh Tengah. Namun, setelah tiba di kota tersebut, niat mereka berubah menjadi rencana pembunuhan terhadap keluarga korban.
Hasyim Risahondua, Dirkrimum Polda Riau, menjelaskan bahwa keempat pelaku dalam pengaruh narkoba jenis ekstasi. Hal ini memicu tindakan mereka yang tidak terkendali dan membabi buta dalam menjalankan aksinya.
Pengintaian dan Penyusupan
Para pelaku sudah melakukan survei lokasi target sebelum aksi dilakukan. Mereka menginap di sebuah hotel melati di Jalan Riau sejak Sabtu (25/4/2026) dan melancarkan aksinya pada Rabu (29/4/2026). Salah satu pelaku, AF, menghubungi suaminya Arnold (anak korban) dan berjanji bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman.
Saat bertemu, pelaku langsung menuju ke rumah korban. Di dalam rumah, AF yang merupakan menantu korban ditemani L, teman sekolah SMP-nya di Sumut. Mereka sempat saling bersalaman dan berbincang-bincang sebelum aksi dilakukan.
Aksi Pembunuhan yang Brutal
Salah satu pelaku, SL, masuk ke dalam rumah dengan pura-pura menagih uang taksi online anak korban. Ia membawa sebalok kayu yang telah disiapkan sebelumnya. Dengan cepat, SL menghujam kayu tersebut ke bagian dada dan kepala korban hingga meninggal dunia.
Mayat korban kemudian diseret ke kamar mandi dan meninggal di tempat. Dua pelaku laki-laki juga merusak CCTV di rumah korban untuk menghilangkan bukti.
Pada saat yang sama, Arnold tiba di rumah dan diajak ngobrol oleh dua pelaku lainnya, yaitu AF dan L. Sehingga, Arnold belum sampai masuk ke dalam rumah dan belum melihat kondisi ibunya yang sudah tergeletak meninggal dunia.
Rencana yang Gagal
AF memiliki rencana untuk mengeksekusi Arnold. Ia mengajak Arnold ke Minas Siak dengan alasan menemui keluarga pelaku. Namun, saat tiba di Minas, pelaku mulai panik dan rencana tersebut dibatalkan. Akhirnya, pelaku memberikan uang 50 ribu kepada Arnold dan menyuruhnya kembali ke Pekanbaru.
Motif utama dari tindakan para pelaku adalah untuk menguras harta korban. Selain itu, AF, sebagai otak pelaku, mengaku sakit hati kepada keluarga korban setelah menjadi menantu selama setahun di rumah tersebut.
AF menikah dengan Arnold pada 2022 dan meninggalkan rumah mertuanya pada 2023 silam ke Medan. Alasannya adalah karena merasa tersinggung dengan perkataan keluarga korban.
Penangkapan dan Penanganan
Keempat pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru. Dua pelaku laki-laki dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan saat penangkapan di dua lokasi berbeda.
Penangkapan pertama terhadap AF dan SL, yang diketahui sudah menikah siri, dilakukan di rumah kontrakan di Aceh Tengah. Sementara E dan L ditangkap di Binjai.
Dari kejadian tersebut, barang-barang berharga milik korban seperti perhiasan emas, uang 400 dollar Singapura, paspor, dan handphone dibawa kabur oleh para pelaku.



