Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 29 Juni 2026
Trending
  • Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI
  • Prancis vs Norwegia Live TVRI Pagi, Jadwal Grup I Pildun 2026 dan Nonton Bareng Kalsel
  • Diskon Tiket Jakarta-Surabaya-Makassar: Jadwal Kapal Pelni 8 Kali dengan KM Labobar, Tidar, Ciremai, Nggapulu
  • Bisa Kebanyakan Serat Gangguhi Pencernaan?
  • Taufik Hidayat Akui Tahan Pacar di Bandung, 3 Ucapan Jitu Mantan Bos Bocor
  • 20 Soal PPPK Tendik Terbaru dengan HOTS dan Pembahasan
  • Afrika Selatan Ciptakan Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel
  • Daftar Peralatan Wajib di Mobil Saat Liburan Keluarga
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Hanya Ibu Mertua, Anisa Juga Rencanakan Pembunuhan Seluruh Keluarga
Hukum

Hanya Ibu Mertua, Anisa Juga Rencanakan Pembunuhan Seluruh Keluarga

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perampokan dan Pembunuhan di Pekanbaru: Motif yang Mengejutkan

Sebuah kasus perampokan dan pembunuhan yang mengejutkan terjadi di Pekanbaru, Riau. Korban adalah nenek Dumaris Sitio (60 tahun), yang tewas setelah dipukul dengan kayu balok oleh para pelaku. Kejadian ini terungkap setelah polisi berhasil menangkap keempat tersangka yang terlibat dalam aksi tersebut.

Awal Niat yang Berubah

Awalnya, para pelaku datang ke Pekanbaru dengan niat melakukan perampokan. Mereka menggunakan mobil yang dirental dari Aceh Tengah. Namun, setelah tiba di kota tersebut, niat mereka berubah menjadi rencana pembunuhan terhadap keluarga korban.

Hasyim Risahondua, Dirkrimum Polda Riau, menjelaskan bahwa keempat pelaku dalam pengaruh narkoba jenis ekstasi. Hal ini memicu tindakan mereka yang tidak terkendali dan membabi buta dalam menjalankan aksinya.

Pengintaian dan Penyusupan

Para pelaku sudah melakukan survei lokasi target sebelum aksi dilakukan. Mereka menginap di sebuah hotel melati di Jalan Riau sejak Sabtu (25/4/2026) dan melancarkan aksinya pada Rabu (29/4/2026). Salah satu pelaku, AF, menghubungi suaminya Arnold (anak korban) dan berjanji bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman.

Saat bertemu, pelaku langsung menuju ke rumah korban. Di dalam rumah, AF yang merupakan menantu korban ditemani L, teman sekolah SMP-nya di Sumut. Mereka sempat saling bersalaman dan berbincang-bincang sebelum aksi dilakukan.

Aksi Pembunuhan yang Brutal

Salah satu pelaku, SL, masuk ke dalam rumah dengan pura-pura menagih uang taksi online anak korban. Ia membawa sebalok kayu yang telah disiapkan sebelumnya. Dengan cepat, SL menghujam kayu tersebut ke bagian dada dan kepala korban hingga meninggal dunia.

Mayat korban kemudian diseret ke kamar mandi dan meninggal di tempat. Dua pelaku laki-laki juga merusak CCTV di rumah korban untuk menghilangkan bukti.

Pada saat yang sama, Arnold tiba di rumah dan diajak ngobrol oleh dua pelaku lainnya, yaitu AF dan L. Sehingga, Arnold belum sampai masuk ke dalam rumah dan belum melihat kondisi ibunya yang sudah tergeletak meninggal dunia.

Rencana yang Gagal

AF memiliki rencana untuk mengeksekusi Arnold. Ia mengajak Arnold ke Minas Siak dengan alasan menemui keluarga pelaku. Namun, saat tiba di Minas, pelaku mulai panik dan rencana tersebut dibatalkan. Akhirnya, pelaku memberikan uang 50 ribu kepada Arnold dan menyuruhnya kembali ke Pekanbaru.

Motif utama dari tindakan para pelaku adalah untuk menguras harta korban. Selain itu, AF, sebagai otak pelaku, mengaku sakit hati kepada keluarga korban setelah menjadi menantu selama setahun di rumah tersebut.

AF menikah dengan Arnold pada 2022 dan meninggalkan rumah mertuanya pada 2023 silam ke Medan. Alasannya adalah karena merasa tersinggung dengan perkataan keluarga korban.

Penangkapan dan Penanganan

Keempat pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru. Dua pelaku laki-laki dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan saat penangkapan di dua lokasi berbeda.

Penangkapan pertama terhadap AF dan SL, yang diketahui sudah menikah siri, dilakukan di rumah kontrakan di Aceh Tengah. Sementara E dan L ditangkap di Binjai.

Dari kejadian tersebut, barang-barang berharga milik korban seperti perhiasan emas, uang 400 dollar Singapura, paspor, dan handphone dibawa kabur oleh para pelaku.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Polisi Tampar Badut Saat Bawa Motor, Akhirnya Damai dengan Rp 150 Ribu

25 Juni 2026

Nasib Polisi yang Tampar Badut, Kini Damai Setelah Bayar Rp150 Ribu

25 Juni 2026

Pengukuhan Pengurus AK3L Kepri 2026-2031 untuk Kurangi Kecelakaan Konstruksi

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI

29 Juni 2026

Prancis vs Norwegia Live TVRI Pagi, Jadwal Grup I Pildun 2026 dan Nonton Bareng Kalsel

29 Juni 2026

Diskon Tiket Jakarta-Surabaya-Makassar: Jadwal Kapal Pelni 8 Kali dengan KM Labobar, Tidar, Ciremai, Nggapulu

29 Juni 2026

Bisa Kebanyakan Serat Gangguhi Pencernaan?

29 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?