Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 27 Agustus 2026
Trending
  • Hongqi memulai perjalanan di Indonesia, menghadirkan nama yang terbentuk dari sejarah
  • Dokter Hewan: Merawat Kucing untuk Kesehatan Keluarga
  • Profil dan Biodata Asta RAN, Musisi yang Aktif Sejak SMA
  • Kementerian PKP Butuh Rp106 Triliun, Dana Terbesar untuk Bedah Rumah
  • 7 fakta misteri rumah kosong di Flex X Cop 2, temukan 5 mayat!
  • Kalender Liturgi Katolik Hari Ini: Jumat, 21 Agustus 2026, Pesta Wajib St Pius X
  • Hasil D Academy 8 Top 31 Grup 5, Wakil Cirebon dan Garut Lolos
  • Jangan terkena panas, kunjungi 10 destinasi dingin di Indonesia ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Kronologi Pembunuhan Ibu Mertua di Riau, Tega Habisi dengan Balok Kayu
Hukum

Kronologi Pembunuhan Ibu Mertua di Riau, Tega Habisi dengan Balok Kayu

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penangkapan Empat Pelaku Pembunuhan dan Perampokan Nenek Dumaris

Polisi telah menangkap empat orang pelaku kasus pembunuhan dan perampokan nenek Dumaris (60) di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Keempat pelaku terdiri dari dua laki-laki berinisial SL (34) dan EW (39), serta dua perempuan berinisial AFT (21) dan L (22). AFT merupakan otak dari kejahatan ini, yang juga merupakan menantu korban. Berikut adalah kronologi lengkap dari tindakan keji yang dilakukan oleh para pelaku.

Persiapan dan Rencana Jelek

AFT telah menikah siri dengan SL, sehingga ia mengajak suaminya untuk membunuh dan merampok korban. Mereka kemudian meminta bantuan dua teman, yakni EW dan L. Pada Sabtu (25/4/2026), mereka merental mobil Xenia dari Medan untuk berangkat ke Pekanbaru. Awalnya niat mereka hanya ingin merampok, tetapi berubah pikiran untuk membunuh.

Setelah sampai di Pekanbaru, mereka menginap satu hari di salah satu hotel di Jalan Riau. Selanjutnya, para pelaku melakukan survei ke rumah korban di Jalan Kurnia, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Setelah survei, mereka memantau situasi dengan menginap di SPBU Jalan Pramuka, yang tidak jauh dari rumah korban.

Pada Rabu (29/4/2026), mereka pindah ke Masjid Pertamina Hulu Rokan (PHR) untuk memantau lebih dekat. Karena kehabisan biaya, mereka ingin menghabisi korban dan seluruh keluarganya. Namun, ada beberapa pertimbangan, sehingga AFT menghubungi Arnold (suaminya) untuk bertemu.

Pertemuan dan Informasi

Para pelaku bertemu dengan Arnold di salah satu ruko di Jalan Jenderal Sudirman. Suaminya yang berkebutuhan khusus itu datang dengan mengendarai sepeda motor. Para pelaku mencari informasi dari Arnold tentang siapa saja yang ada di rumah korban. Ia pun memberi tahu bahwa di rumah hanya ada ibunya sendiri.

Sementara itu, suami korban, Salmon Meha, sedang membayar pajak, dan satu anak perempuannya pergi bekerja. Pelaku kemudian berangkat ke rumah korban, dengan meninggalkan Arnold begitu saja. Sesuai dengan rekaman CCTV, sesampainya di rumah korban, AFT dan L masuk ke dalam rumah korban. Mobil yang dibawa pelaku diparkirkan di pinggir jalan depan rumah korban.

Pembunuhan yang Tragis

Menantunya (AFT) bertemu korban dan salaman cium tangan. Pelaku berpura-pura berkomunikasi. Korban sempat bertanya, “sudah lama kamu tidak ke sini, tumben datang ke sini.” Tidak lama kemudian, pelaku eksekutor, SL, masuk ke dalam rumah berpura-pura sebagai driver ojek online. SL berkata anaknya ada tagihan ojek online sebesar Rp 300.000.

Korban menjawab merasa tidak pernah memesan ojek online sehingga tidak mau membayar. Pelaku yang saat itu sudah memegang kayu balok ke belakang langsung menghantam kepala dan dada korban sebanyak lima kali, yang membuat korban tewas di lokasi kejadian.

Usai menghabisi korban, pelaku merasa kaget melihat ada kamera CCTV. Karena waktu perampokan pertama pada 8 April 2027, belum ada kamera CCTV. Pelaku SL kemudian merusak CCTV dengan dipukul pakai kayu balok tersebut.

Penjarahan dan Pengkhianatan

“Pelaku SL menyeret korban ke dapur. Sementara tiga pelaku lainnya mencuri barang-barang korban,” kata Hasyim. Setelah aksi keji itu, tidak lama kemudian Arnold datang mengendarai sepeda motor. Saat bersamaan, AFT dan L keluar duluan. Di punggung AFT, ada tas ransel berisi penuh. Belum sempat masuk ke rumah, Arnold ditahan oleh AFT dan L, diajak untuk mengobrol.

Sementara SL dan EW masih di dalam rumah. Selanjutnya, AFT, SL dan EW pergi naik mobil. Sementara pelaku perempuan, L, membawa Arnold pergi dengan sepeda motornya.

Pengelaran dan Kabur

Para tersangka mengajak kembali ke sebuah ruko di Jalan Jenderal Sudirman. Di situ para pelaku mulai merasa panik atas tindakan sadisnya. “Pelaku kemudian mengajak Arnold dengan alasan bertemu keluarga di Minas, Kabupaten Siak. Jadi, AFT, SL dan EW, naik mobil, sedangkan L dan Arnold naik motor,” kata Hasyim.

Sesampainya di Minas, Arnold ditinggalkan oleh pelaku dengan memberikan uang Rp 50.000. Tujuan mereka membawa Arnold ke Siak supaya dia tidak masuk ke rumah dan tidak mengetahui ibunya telah dibunuh. Para pelaku selanjutnya kabur ke Sumatera Utara.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

7 fakta misteri rumah kosong di Flex X Cop 2, temukan 5 mayat!

25 Agustus 2026

Kasatlantas Palangka Raya Dianiaya, Jari Patah Akibat Laka di Tjilik Riwut

25 Agustus 2026

Saksi Buka Tarif Perangkat Desa Pati, Bukan Perintah Sudewo Tapi Kesepakatan Kades

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hongqi memulai perjalanan di Indonesia, menghadirkan nama yang terbentuk dari sejarah

25 Agustus 2026

Dokter Hewan: Merawat Kucing untuk Kesehatan Keluarga

25 Agustus 2026

Profil dan Biodata Asta RAN, Musisi yang Aktif Sejak SMA

25 Agustus 2026

Kementerian PKP Butuh Rp106 Triliun, Dana Terbesar untuk Bedah Rumah

25 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?