Jordi Cruyff Pindah ke Ajax, Timnas Indonesia Kehilangan Anggota Staf Asal Belanda
Jordi Cruyff, yang sebelumnya menjadi bagian dari staf pelatih Timnas Indonesia, telah mencapai kesepakatan lisan dengan Ajax Amsterdam. Ia akan menjabat sebagai direktur teknik di klub asal Belanda tersebut. Keputusan ini membuat jumlah staf asal Belanda di dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia semakin berkurang.
Pengumuman resmi dari Ajax menyebutkan bahwa pihak klub dan Jordi Cruyff telah sepakat mengenai posisi barunya. Ini menjadi langkah penting bagi Ajax yang sedang melakukan pembenahan setelah beberapa musim terakhir gagal meraih gelar Eredivisie. Terakhir kali klub ini memenangkan kompetisi kasta tertinggi Liga Belanda adalah pada musim 2021/22.
Peran Jordi Cruyff di Ajax
Dengan penunjukan Jordi Cruyff sebagai direktur teknik, Ajax berharap dapat membangun kembali fondasi tim. Ia diperkirakan akan fokus pada regenerasi pemain dari level akademi agar bisa menyuplai pemain berkualitas ke tim senior. Rencananya, keputusan resmi mengenai perannya akan diambil melalui rapat umum pemegang saham dalam waktu dekat.
Jika resmi bergabung, Jordi Cruyff akan mulai bekerja pada Februari 2026 dan terikat kontrak hingga 2028. Sebelumnya, ia memiliki pengalaman panjang sebagai direktur teknik di klub seperti Maccabi Tel Aviv dan Barcelona. Rekam jejaknya ini juga menjadi alasan PSSI menunjuknya sebagai penasihat teknis Timnas Indonesia pada 25 Februari lalu.
Peran Jordi Cruyff di Timnas Indonesia
Di bawah naungan PSSI, Jordi Cruyff bertugas untuk menjalin kolaborasi dengan Patrick Kluivert dan Gerald Vanenburg, baik di level tim senior maupun U-23. Namun, setelah ia resmi meninggalkan jabatannya, hanya tersisa Simon Tahamata sebagai figur asal Belanda dalam struktur kepelatihan Timnas Indonesia.
Simon Tahamata merupakan kepala tim pencarian bakat Timnas Indonesia. Sebelumnya, banyak staf asal Belanda yang telah meninggalkan skuad Garuda setelah kegagalan Timnas Indonesia pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pengaruh Perubahan di Timnas Indonesia
Kehilangan Jordi Cruyff tentu saja memberikan dampak signifikan bagi Timnas Indonesia. Dengan berkurangnya anggota staf asal Belanda, PSSI mungkin akan lebih fokus pada pengembangan sumber daya lokal atau mencari tenaga ahli dari negara lain. Hal ini juga menjadi tantangan besar bagi manajemen Timnas untuk tetap mempertahankan kualitas pelatihan dan strategi.
Selain itu, perubahan ini juga bisa menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara pelatih lokal dan internasional. Dengan berbagai perubahan yang terjadi, masyarakat sepak bola Indonesia berharap agar Timnas Indonesia bisa bangkit dan tampil lebih baik di masa depan.
Tantangan dan Peluang Baru
Meski ada tantangan, perubahan ini juga membuka peluang baru bagi Timnas Indonesia. Dengan adanya pergeseran dalam struktur kepelatihan, mungkin akan muncul pendekatan yang lebih inovatif dan adaptif. Selain itu, PSSI juga bisa memperkuat hubungan dengan pelatih-pelatih lokal yang memiliki pengalaman dan visi jangka panjang.
Dengan segala perubahan yang terjadi, penting bagi seluruh pihak terkait untuk tetap bekerja sama dan saling mendukung agar Timnas Indonesia bisa mencapai prestasi yang lebih baik. Masa depan sepak bola Indonesia masih terbuka lebar, dan semua pihak harus bersiap menghadapi tantangan serta peluang yang muncul.



