Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 29 Juni 2026
Trending
  • 20 Soal PPPK Tendik Terbaru dengan HOTS dan Pembahasan
  • Afrika Selatan Ciptakan Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel
  • Daftar Peralatan Wajib di Mobil Saat Liburan Keluarga
  • Parfum Pria Termahal di Dunia, Aroma Raja-Raja
  • Festival Heritage Depok Lama Digelar Akhir Pekan, Catat Penutupan Jalan Pemuda dan Rute Alternatif
  • Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Jalani Sidang 2 Juli, Roy Suryo Tunggu Putusan Praperadilan
  • Manchester United Siap Datangkan Casemiro Baru di Liga Inggris
  • Dua Jemaah Haji Ciamis Masih Terjebak, 411 Jemaah Tiba di Tanah Air
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Film yang Menggugah: Kekacauan Lingkungan dan Industri Pakaian
Hiburan

Film yang Menggugah: Kekacauan Lingkungan dan Industri Pakaian

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehadiran Plastik dalam Tubuh Kita

Pernah terbayang bahwa di dalam tubuh kita terdapat plastik? Tepatnya, partikel mikroplastik yang ternyata bisa berasal dari pakaian yang kita kenakan. Bagaimana bisa demikian? Sebenarnya ini bukanlah fakta baru. Banyak penelitian telah menunjukkan adanya peredaran partikel mikroplastik, mulai dari air hingga udara. Karena ukurannya yang sangat kecil, kita sendiri mungkin tidak menyadari bahwa plastik sudah masuk ke dalam tubuh kita.

Film dokumenter berjudul Menolak Punah mengangkat isu ini sebagai salah satu tema utamanya. Film karya sutradara Dandhy Laksono dan Aji Yahuti ini secara garis besar membahas pencemaran lingkungan akibat industri fashion, dari hulu ke hilir. Dalam proses pembuatannya, mereka bekerja sama dengan beberapa organisasi seperti Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru, Rumah Tenun Baku Peduli, Sejauh Mata Memandang, dan The Body Shop Indonesia.

Isu Lingkungan di Film Menolak Punah

Pada 22 April 2026 lalu, Cosmo beserta rekan media lain dan para pelaku industri fashion berkesempatan menonton film inspiratif ini di Metro Cinema, Kemang, Jakarta. Di awal film, isu konsumsi sandang masyarakat Indonesia yang cenderung konsumtif menjadi fokus utama. Salah satu adegan menampilkan dialog antara sejumlah perempuan Ibukota yang mengatakan bahwa adanya dresscode membuat mereka jadi berbelanja. Membeli baju baru untuk mengikuti dresscode sebuah acara mungkin terdengar lumrah. Namun, satu pembelian berujung pada penambahan baju di lemari yang belum tentu akan dipakai lagi.

Sebuah komunitas penerima donasi baju menyoroti betapa banyak pakaian yang disumbangkan tampak baru, bahkan masih memiliki label harga. Baju bukanlah jenis sampah yang mudah terurai. Banyak sampah pakaian yang menumpuk di sungai, bahkan laut. Di tempat pembuangan akhir seperti Bantar Gebang, banyak pemungut yang menjual kembali baju-baju dengan kondisi yang masih layak pakai.

Siklus baju boleh berputar, namun ini juga merupakan hal yang dilematis. Kebanyakan pakaian dibuat dari serat sintetis yang susah terurai dibanding benang alami. Selain itu, pakaian dengan serat sintetis juga melepaskan partikel mikroplastik setiap dicuci.

Krisis Kapas dan Ancaman Punahnya Tradisi Budaya Lokal

Isu lain yang menjadi perhatian film ini adalah krisis kapas. Data menyebutkan bahwa 99 persen kebutuhan kapas Indonesia dipenuhi melalui impor. Kelangkaan kapas juga memengaruhi eksistensi tradisi menenun kapas untuk pembuatan kain tradisional.

Kapas bukan hanya komoditas penting untuk sandang tapi juga bagian dari identitas kita. Tengok lambang negara kita. Pada burung garuda terdapat kapas yang menjadi simbol kelima dari Pancasila. Sejumlah instansi juga menjadikan kapas sebagai bagian dari lambang organisasi mereka.

Ada Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Film Menolak Punah tak hanya menyoroti berbagai isu tetapi juga menumbuhkan harapan. Masalah lingkungan memang kompleks. Ada banyak elemen dan kepentingan yang saling terkait. Film ini mengingatkan bahwa sekecil apa pun langkah positif yang kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan punya dampak besar untuk ke depannya.

“Film ini kami buat agar persoalan yang selama ini tidak terlihat bisa mulai dibicarakan bersama,” ujar Dandhy Laksono, Sutradara Menolak Punah dalam keterangan pers.

Dari sisi pelaku industri fashion, Chitra Subyakto selaku pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang juga menjelaskan bahwa film ini membantu memetakan akan persoalan lingkungan.

“Sebagai jenama tekstil, kami punya tanggung jawab untuk tidak hanya membuat pakaian, tetapi juga membangun pemahaman tentang dampak dari pilihan-pilihan yang kita buat dalam industri ini. Film Menolak Punah memetakan persoalan yang nyata dan dekat tentang apa yang terjadi sebelum pakaian sampai ke tangan kita, dan setelah kita membuangnya. Kami rasa penting untuk menontonnya bersama, berdiskusi, dan merefleksikannya secara kolektif, karena perubahan yang berarti hanya bisa terjadi jika kita bergerak bersama,” jelas Chitra.

Film Menolak Punah masih diputar di sejumlah acara terkait lingkungan. Rencananya Dandhy akan membawanya ke level yang lebih luas lagi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Saya Ingin Jadi Ustaz, Santri yang Dibakar Tetap Ingin Sekolah

25 Juni 2026

Pemerintah dan PLN Segera Jalankan PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Berkontribusi

25 Juni 2026

Mantan Wakil Kepala BGN Buka Suara Soal Pengadaan CCTV Fiktif Rp 300 Miliar Era Dadan

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

20 Soal PPPK Tendik Terbaru dengan HOTS dan Pembahasan

29 Juni 2026

Afrika Selatan Ciptakan Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel

29 Juni 2026

Daftar Peralatan Wajib di Mobil Saat Liburan Keluarga

29 Juni 2026

Parfum Pria Termahal di Dunia, Aroma Raja-Raja

29 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?