Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 14 Juli 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Dua Rumah Warga Banyumas Dirampok dalam Seminggu: Pelaku Masuk Melalui Jendela dengan Senjata Tajam
Hukum

Dua Rumah Warga Banyumas Dirampok dalam Seminggu: Pelaku Masuk Melalui Jendela dengan Senjata Tajam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perampokan di Banyumas: Dua Kasus Serupa dengan Modus yang Sama

Dalam sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali menjadi sasaran aksi perampokan. Dua kejadian berbeda terjadi dalam waktu dekat, dengan modus serupa dan korban yang mengalami trauma akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pelaku.

Perampokan Pertama di Kotayasa

Perampokan pertama terjadi di rumah Nurgiyanti (39) di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, pada dini hari Senin (9/2/2026). Saat itu, empat penghuni rumah sedang tidur. Dua orang tak dikenal masuk melalui jendela kamar yang dicongkel. Mereka kemudian mengikat tangan Nurgiyanti dan meminta dia serta anak bungsinya keluar dari kamar.

Di luar kamar, suami Nurgiyanti, Kodrat (41), sudah dalam kondisi terikat. Anak sulungnya, Luigi (14), sempat memberikan perlawanan. Saat itu, dua pelaku menindihnya di atas tempat tidur. Salah satu pelaku menekan kepala, sementara yang lain menahan kakinya. Wajah anaknya dibekap menggunakan bantal hingga mengeluarkan darah dari hidung.

Nurgiyanti memohon kepada para pelaku agar berhenti, tetapi mereka hanya memintanya diam dan tidak berteriak. Akibat kejadian ini, para pelaku membawa kabur uang senilai Rp12 juta, termasuk uang arisan dan uang milik anak-anak. Selain itu, perhiasan emas seperti kalung, cincin, dan anting juga raib, beserta tiga unit ponsel.

Perampokan Kedua di Kebasen

Beberapa hari setelah perampokan di Kotayasa, kasus serupa terjadi di rumah Parsiti (70) di Karangsari, Kecamatan Kebasen. Perampokan terjadi tengah malam pada Sabtu (14/2/2026), namun baru dilaporkan ke polisi pada dini hari Minggu (15/2/2026).

Para pelaku masuk lewat jendela depan rumah. Saat pemilik rumah terbangun dan memergoki aksi mereka, salah satu pelaku bertanya, “Mau hidup atau mati?” Setelah itu, korban dipukuli dan diikat menggunakan lakban. Dari informasi yang diperoleh, para pelaku berhasil membawa uang tunai, emas hampir 100 gram, serta tiga kartu ATM bersama PIN-nya.

Modus dan Senjata Tajam yang Digunakan

Kedua perampokan ini sama-sama menggunakan senjata tajam sebagai alat ancaman. Di Kotayasa, para pelaku membawa kapak, sabit, pisau, dan linggis kecil. Sementara itu, di Kebasen, para pelaku menggunakan celurit. Senjata tajam ini digunakan untuk mengancam para korban dan memastikan mereka tidak melakukan perlawanan.

Ciri-Ciri Pelaku dan Pengungkapan Kasus

Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kedua kasus ini. Dari keterangan korban, diketahui bahwa para pelaku menggunakan masker dan memiliki logat yang berbeda saat berbicara. Di Kotayasa, dua dari empat pelaku memiliki logat Jawa, sementara dua lainnya berbicara dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, di Kebasen, para pelaku menggunakan logat ngapak.

Polresta Banyumas telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi. Kapolsek Sumbang AKP Basuki menyatakan bahwa polisi terus mengumpulkan bukti dan mencari keberadaan terduga pelaku. Kepala Dusun Karangsari, Ikung, juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini.

Kesimpulan

Dua perampokan di Banyumas menunjukkan bahwa para pelaku menggunakan metode serupa dan sangat berbahaya. Korban mengalami trauma fisik maupun psikologis. Polisi terus berupaya untuk menemukan identitas pelaku dan memastikan keadilan bagi para korban. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan rumah, terutama saat jam istirahat.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit

11 Juli 2026

PBB Fokus pada Pencegahan Genosida, 6 Kegagalan di Gaza, Rwanda, dan Rohingya Diungkap

11 Juli 2026

Aiptu N Diduga Siksa Istri Siri dan Ajari Racik Narkoba, Ini Kasus Ketiganya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?