Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 10 April 2026
Trending
  • BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana
  • JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno
  • Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?
  • Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular
  • Sinyal Kuat Timnas Indonesia: Dua Bintang Luar Negeri Bergabung dengan FCV Dender
  • Makna Nama Anak AHY dan Annisa Pohan: Filosofi Kuat Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono
  • Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Ganggu Pengunjung
  • 5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»DSI Beroperasi Tanpa Izin, Ini Pernyataan OJK
Ekonomi

DSI Beroperasi Tanpa Izin, Ini Pernyataan OJK

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penemuan Terkait Operasional PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang Belum Mendapatkan Izin Usaha

Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menemukan fakta bahwa PT Dana Syariah Indonesia (DSI), sebuah perusahaan fintech peer to peer (P2P) lending berbasis syariah, telah memulai operasional bisnisnya sejak 2018. Namun, hingga saat itu DSI belum mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Izin usaha tersebut baru terbit pada tahun 2021.

Temuan ini diperoleh melalui penyelidikan terhadap DSI, yang kini tengah dihadapkan dengan masalah penundaan pengembalian dana maupun pembayaran imbal hasil kepada para lender. OJK pun akhirnya angkat bicara mengenai hal ini. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman membenarkan bahwa izin usaha DSI memang baru terbit pada 2021.

Sebelum penerbitan izin usaha, Agusman menjelaskan bahwa DSI seharusnya terdaftar di OJK atau mesti melalui mekanisme sandboxing. “Jadi, kalau sandboxing, memang masih uji coba, izin penuhnya baru 2021,” katanya dalam rapat dengan Komisi III DPR RI, Kamis (15/1).

Indikasi Fraud dan Skema Ponzi yang Ditemukan

Selain itu, OJK juga melakukan pemeriksaan terkait masalah DSI dan menetapkan status DSI menjadi pengawasan khusus. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya indikasi fraud yang dilakukan DSI. Agusman menyampaikan bahwa DSI diduga menggunakan data borrower asli untuk menciptakan proyek fiktif sebagai underlying, sehingga dapat menghimpun dana baru. Informasi yang tidak benar dipublikasikan di website DSI untuk menggalang dana dari lender. Selain itu, DSI juga menggunakan pihak terafiliasi sebagai lender untuk memancing orang lain agar ikut menjadi lender.

Selanjutnya, OJK menemukan bahwa DSI menggunakan rekening perusahaan vehicle untuk menerima aliran dana dari escrow atau rekening penampungan. Dana lender kemudian disalurkan kepada perusahaan terafiliasi, sementara dana yang belum dialokasikan digunakan untuk membayar yang lain, mirip skema ponzi. Selain itu, DSI juga menggunakan dana lender untuk melunasi pendanaan borrower macet dan melakukan pelaporan yang tidak benar.

Penanganan oleh Bareskrim Polri

Atas dasar pemeriksaan tersebut, OJK melaporkannya kepada Bareskrim Polri mengenai masalah DSI pada 15 Oktober 2025. Sebelumnya, OJK juga meminta bantuan PPATK pada 13 Oktober 2025 untuk menelusuri rekening DSI.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Ade Safri Simanjuntak menyatakan bahwa pihaknya menangani permasalahan DSI berdasarkan empat laporan polisi yang masuk. Ade mengungkapkan bahwa DSI diduga menggunakan pembiayaan dari lender untuk mendanai proyek fiktif. Kronologinya dimulai sekitar Juni 2025 ketika ada pengaduan masyarakat atau para lender DSI yang kesulitan melakukan penarikan dana. Imbal hasil yang dijanjikan DSI adalah 18% kepada para lender.

Temuan Lebih Lanjut Mengenai Proyek Fiktif

Dalam temuan, Ade menyebut bahwa DSI diduga menciptakan borrower-borrower fiktif atau borrower asli dengan proyek fiktif. “Hasil penyelidikan yang didapatkan, betul borrower menjalani kerja sama dengan DSI. Setelah itu, disalurkan pinjamannya kepada borrower tersebut. Namun, pihak borrower tanpa sepengetahuan mereka digunakan kembali oleh DSI untuk menciptakan proyek-proyek fiktif buatan dari DSI.”

Ade juga menjelaskan bahwa dana lender yang dihimpun melalui rekening escrow diduga dialihkan ke beberapa perusahaan terafiliasi dari DSI. “Jadi, bukan disalurkan kepada borrower, tetapi dialihkan ke rekening vehicle atau rekening escape-nya, kemudian langsung masuk ke rekening perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan PT DSI.”

Status Penyidikan Masih Berlangsung

Bareskrim Polri menyatakan proses penyidikan terhadap DSI masih berlangsung sampai saat ini. Ade menyebut bahwa status penyidikan ditetapkan atas dasar ditemukannya dua calon alat bukti yang sah ketika proses penyelidikan. Artinya, ditemukan adanya tindak pidana terkait kasus DSI.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

5 Shio Paling Beruntung Bulan April 2026, Kaya dan Berkembang

7 April 2026

Tumbuhannya Terhambat, Dana Masih Mengendap di Perbankan

7 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BBWS Brantas Gelar Rapat Monev 2026, Fokus Percepatan Program dan Antisipasi Bencana

10 April 2026

JW Group Perkuat Sinergitas Lewat Halalbihalal Bernuansa Jawa Kuno

10 April 2026

Tiga prajurit Indonesia tewas dalam 24 jam di Lebanon, saatnya mundur?

7 April 2026

Arus balik bandara Minangkabau membludak, antrean check-in mengular

7 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?