Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 25 October 2026
Trending
  • Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI
  • 5 kesalahan merawat mobil listrik yang bisa picu biaya servis tinggi
  • 4 film barat tentang dua orang yang saling cinta tapi tak bisa bersama
  • 5 Destinasi Sejuk di Karanganyar, Pelarian Sempurna Saat Cuaca Panas
  • 5 laga Persebaya Surabaya tak terkalahkan! PSM Makassar siap hentikan rekor Tavares
  • Ramalan zodiak hari ini Rabu 21 Oktober 2026, cek peluang dan tantangannya
  • Prediksi skor Sporting Lisbon vs LASK Linz di Liga Champions: Leoes kejar hattrick kemenangan
  • Ekonom khawatirkan obsesi kejar pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja tersisih
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Cek Rekomendasi Saham Emiten Komoditas Setelah DSI Jelas
Ekonomi

Cek Rekomendasi Saham Emiten Komoditas Setelah DSI Jelas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 August 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Indonesiadiscover.com.CO.ID – JAKARTA.Perusahaan produsen komoditas mulai merasa lebih tenang setelah adanya kejelasan mengenai peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Meskipun demikian, bukan berarti ancaman dari regulasi di sektor komoditas telah hilang begitu saja.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Perusahaan Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa saat ini DSI akan memperhatikan secara khusus ekspor tiga komoditas sumber daya alam strategis, yaitu batubara, minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) serta besi campuran (ferroalloy).

Tiga komoditas ini berperan signifikan dalam perdagangan dan perekonomian Indonesia, dengan perkiraan nilai ekspor mencapai hampir 70 miliar dolar AS. Rinciannya, nilai ekspor batubara sekitar 30,35 miliar dolar AS, CPO senilai 22,67 miliar dolar AS, dan ferroalloy sekitar 16,43 miliar dolar AS.

Keberadaan DSI dipastikan tidak akan mengubah hubungan dagang yang sudah terjalin antara eksportir dan pembeli. DSI juga tidak mengganti fungsi perizinan, pengaturan, dan pengawasan yang ada di Kementerian/Lembaga (K/L) yang berkaitan. Tugas DSI adalah menciptakan titik verifikasi yang lebih kuat berlandaskan data transaksi ekspor.

Selain itu, DSI sedang mempersiapkan platform ekspor (Exporter Portal) yang direncanakan diluncurkan pada 1 September 2026. Lembaga ini akan menguji platform tersebut bersama beberapa eksportir pada akhir September atau pertengahan Oktober 2026.

Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menyatakan bahwa kejelasan tugas dan peran DSI dapat mengurangi ketidakpastian dalam sektor komoditas, dibandingkan saat lembaga tersebut pertama kali diumumkan.

Menurutnya, dampak keterlibatan DSI terhadap perusahaan-perusahaan tambang batu bara yang berorientasi ekspor cenderung terbatas, mengingat kontrak jual beli dengan pihak pembeli telah ditetapkan dalam jangka menengah dan panjang. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan eksportir CPO cenderung lebih rentan karena harga acuan komoditas tersebut cukup fluktuatif dan proses penentuan harga wajar berpotensi menimbulkan kendala administratif.

“Risiko regulasi masih ada, hanya berpindah dari risiko arah kebijakan menjadi risiko pelaksanaan teknis,” katanya, Rabu (26/8/2026).

Kepala Direktur Penelitian Samuel Sekuritas Harry Su menambahkan, kehadiran DSI berpotensi memberikan dampak positif karena mampu meningkatkan transparansi ekspor serta kejelasan regulasi. Meskipun dampak terhadap kinerja perusahaan komoditas mungkin terbatas, kejelasan mengenai fungsi dan peran DSI akan mengurangi risiko perubahan kebijakan yang tiba-tiba.

“Investor tetap harus memantau pelaksanaan DSI agar tidak berkembang menjadi aturan tambahan yang menghambat ekspor atau menekan margin,” katanya, Rabu (26/8/2026).

Secara umum, saham-saham dalam sektor batubara, CPO, dan ferro alloy masih menawarkan prospek yang menarik, namun margin keamanan (margin of safety) sektor ini akan lebih ketat.

Abida mengatakan, selain aktivitas DSI, sentimen lain yang harus diperhatikan oleh perusahaan antara lain pergerakan harga komoditas global yang tetap menjadi penopang utama kinerja keuangan, pelemahan nilai tukar rupiah yang akan menguntungkan transaksi ekspor, evaluasi ulang harga kewajiban pasar domestik (DMO) batubara, serta perkembangan permintaan ekspor dari Tiongkok dan India.

Selanjutnya, terdapat tiga strategi utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan produsen dan eksportir komoditas. Pertama, kesiapan sistem pelaporan perusahaan agar sesuai dengan platform DSI sejak awal. Kedua, perusahaan perlu melakukan negosiasi ulang kontrak jangka panjang dengan pembeli agar harga jual tetap bersaing.

“Ketiga, perusahaan harus melakukan diversifikasi pasar ekspor serta pengolahan lanjutan guna mengurangi ketergantungan terhadap satu saluran distribusi,” ujar Abida.

Di sisi lain, Harry menyebutkan beberapa saham yang berkaitan dengan komoditas batubara, CPO, dan ferro alloy yang layak diperhatikan oleh para investor karena memiliki dasar fundamental yang kuat.

 

AADI Chart by TradingView

Di bidang batu bara, ia memilihPTBA dan AADIyang didukung oleh biaya produksi yang kompetitif dan dividen yang menarik. Di sektor perkebunan kelapa sawit atau CPO, terdapatBWPTyang bisa menjadi alternatif bagi investor karena didorong oleh perkembangan operasional yang akan berpengaruh terhadap kinerja pendapatan.

Di bidang ferro alloy yang termasuk dalam feronikel, Harry memprediksi sahamNCKL dan ANTMyang didukung oleh biaya produksi yang rendah serta kinerja operasional yang baik tahun ini, terutama untuk ANTM.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026

Ekonom khawatirkan obsesi kejar pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja tersisih

25 October 2026

Kenapa setiap ada demo, IHSG yang merah berubah jadi hijau?

24 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026

5 kesalahan merawat mobil listrik yang bisa picu biaya servis tinggi

25 October 2026

4 film barat tentang dua orang yang saling cinta tapi tak bisa bersama

25 October 2026

5 Destinasi Sejuk di Karanganyar, Pelarian Sempurna Saat Cuaca Panas

25 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?