Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Maret 2026
Trending
  • Target Persib di kandang Borneo FC tidak terlalu tinggi
  • 3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang
  • Rusdi Masse Bergabung dengan PSI, Mulai Kuasai Basis Lama NasDem di Ajatappareng
  • Soal PTS Bahasa Indonesia Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Revisi DHE SDA Belum Dirilis, Ekonom Khawatir Pemerintah Masih Hitung Risiko bagi Eksportir
  • Polda Bengkulu Tanggapi Tuduhan Kriminalisasi ART Refpin yang Cubit Anak Anggota DPRD
  • THR Dikenakan Pajak, Buruh Minta Perusahaan Beri Keadilan
  • Permainan Kecil, Makna Besar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Besi yang Mengunci Hidup Mbah Kirno, Mantan Seniman Reog yang Terkurung 20 Tahun
Hukum

Besi yang Mengunci Hidup Mbah Kirno, Mantan Seniman Reog yang Terkurung 20 Tahun

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengalaman Pilu Mbah Kirno di Kerangkeng Besi

Di belakang rumah Sarti, warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, masih terdapat sebuah kerangkeng besi yang menjadi saksi bisu penderitaan Mbah Kirno (60). Kerangkeng berukuran sekitar setengah meter lebar, satu meter tinggi, dan dua meter panjang itu menjadi tempat hidupnya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya dievakuasi untuk menjalani perawatan medis.

Mbah Kirno dulunya dikenal sebagai seniman reog, karawitan, dan MC pengantin dengan suara merdu. Ia aktif dalam berbagai acara kesenian dan sering menjadi pembawa acara pernikahan. Suaranya yang khas membuat semua orang mengagumi kepiawaiannya. Namun, di balik bakat seni tersebut, ia juga memiliki ketertarikan mendalam terhadap ilmu kebatinan dan kanuragan. Ia kerap menjalani ritual puasa dan mencari guru spiritual di daerah Malang dan Tulungagung.

Kondisi kejiwaan Mbah Kirno mulai menunjukkan penurunan drastis setelah perceraiannya dengan sang istri. Perilaku sehari-harinya berubah, termasuk kebiasaan tidak tidur di malam hari. Keluarga sempat membawanya ke Trenggalek pada awal 2000-an, tetapi kondisinya justru semakin memburuk. Ia kerap mengamuk dan mengancam keselamatan anggota keluarga. Situasi semakin membahayakan ketika Mbah Kirno pernah mengancam akan membunuh anggota keluarga, termasuk ayah Adi, yang bahkan sempat diajak berkelahi di area persawahan.

Demi mencegah jatuhnya korban, pada tahun 2006 keluarga akhirnya mengambil langkah berat dengan memasukkan Mbah Kirno ke dalam kerangkeng besi. Uniknya, kerangkeng tersebut diberi ganjal kayu agar tidak menyentuh tanah atas saran “orang pintar”. “Saran orang pintar tidak boleh menyentuh tanah agar kekuatannya berkurang. Kalau bagi kami, itu agar lebih mudah membersihkan bekas buang air besar,” jelas Adi Prayitno, keponakan korban.

Saking kuatnya, Mbah Kirno dikabarkan sering merusak sambungan las besi dengan piring, bahkan sempat memakan besi yang berhasil dicongkelnya. Hal inilah yang membuat keluarga memberikan lapisan jeruji besi hingga tiga lapis.

Harapan Baru di Yayasan Purnomo

Kepala Desa Temon, Suwata, mengakui pihaknya telah berupaya memberikan bantuan melalui Dana Desa dan mencoba membuatkan KTP agar Mbah Kirno bisa mendapatkan layanan medis gratis. Namun, kendala di lapangan sering terjadi, termasuk ketakutan tenaga kesehatan saat hendak menyuntik pasien.

Kini, melalui tangan Ipda Purnomo, Mbah Kirno mulai menunjukkan perkembangan positif. Dalam video di akun Instagram @purnomopolisibaik, Mbah Kirno terlihat sudah bisa diajak berolahraga, menghafal surat pendek, hingga melaksanakan shalat Jumat berjamaah. “Kayaknya dia memang belajar ilmu. Tapi jangan sampai gara-gara punya ilmu, dia dipasung. Dia harus mendapatkan pengobatan medis dan rukyah, serta perhatian anak-anaknya,” tutur Purnomo dalam unggahannya.

Keluarga besar Mbah Kirno menyimpan harapan besar terhadap proses pemulihan yang kini dijalaninya. Adi Prayitno berharap pamannya dapat kembali menjalani kehidupan normal seperti dahulu. “Kita berharap yang terbaik, Mbah Kirno bisa sembuh dan beraktivitas seperti biasa,” ujar Adi saat ditemui di rumahnya, Minggu (31/1/2026).


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Polda Bengkulu Tanggapi Tuduhan Kriminalisasi ART Refpin yang Cubit Anak Anggota DPRD

19 Maret 2026

Pria Kaya dengan 2 BMW Jadi Target KPK, Suami Bupati Pekalongan

19 Maret 2026

Alasan Hakim Bebaskan Delpedro, Tak Bersalah Tapi 6 Bulan Di Penjara, Polisi Lindungi Ojol

19 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Target Persib di kandang Borneo FC tidak terlalu tinggi

19 Maret 2026

3 Hal yang Harus Dihindari Generasi Sandwich Agar Terhindar dari Utang

19 Maret 2026

Rusdi Masse Bergabung dengan PSI, Mulai Kuasai Basis Lama NasDem di Ajatappareng

19 Maret 2026

Soal PTS Bahasa Indonesia Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

19 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?