Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 3 Juli 2026
Trending
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
  • 10 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026: Jepang dan Filipina Mewakili Asia
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Bapenda Bekasi Selidiki Tagihan PBB Fantastis, Diduga Akibat Kesalahan Manusia atau Sistem
Politik

Bapenda Bekasi Selidiki Tagihan PBB Fantastis, Diduga Akibat Kesalahan Manusia atau Sistem

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penelusuran Tagihan PBB yang Tidak Wajar oleh Bapenda Kota Bekasi

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi sedang melakukan penelusuran terkait munculnya tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dengan angka yang dinilai tidak realistis. Hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan warga setempat, khususnya mereka yang mengaku telah membayar pajak secara rutin setiap tahun.

Kepala Bapenda Kota Bekasi, M Solikhin, menyampaikan bahwa pihaknya sedang melakukan koreksi terhadap permasalahan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kemungkinan besar kesalahan berasal dari faktor manusia atau sistem yang digunakan.

“Saya sedang koreksi ini,” kata Solikhin dalam sebuah pernyataannya. Ia menambahkan bahwa upaya koreksi dilakukan untuk memastikan keakuratan data dan memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi.

Solikhin juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera memperbaiki kesalahan jika penyebabnya sudah diketahui. Untuk membantu proses penyelesaian masalah, ia meminta warga yang mengalami hal serupa untuk melapor langsung ke Bapenda.

Permohonan maaf juga disampaikan kepada masyarakat atas kejadian yang sempat menimbulkan kegundahan. “Saya juga berharap kalau memang ada hal seperti itu, saya minta masyarakat datang. Biar kami ini cek dan yang jelas, yang tidak realistis itu pasti bagian dari human error atau error system, sekali lagi mohon maaf,” ujarnya.

Keluhan Warga Terkait Tagihan PBB yang Fantastis

Sebelumnya, beberapa warga Kota Bekasi mengeluhkan adanya piutang yang sangat besar dalam tagihan PBB mereka. Mereka merasa kaget karena selama ini mereka rutin membayar pajak sesuai dengan nominal yang biasa.

Stella, seorang warga Perumahan Duta Kranji, mengatakan bahwa ia mendapati catatan piutang hingga ratusan juta rupiah dalam laporan pembayaran PBB-nya. Ia merasa bingung dengan jumlah tersebut, mengingat dirinya tinggal di lokasi tersebut selama 15 tahun dan telah melunasi kewajiban pajak sebelumnya.

“Tagihan aku tahun ini Rp 253.492. Tahun kemarinnya Rp 266.167, tapi kenapa ada piutang tertulis Rp 311.523.925,” jelas Stella.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Melly, seorang warga lainnya. Ia mengaku kaget saat menemukan total piutang di bawah tagihan PBB yang diterimanya. Meskipun ia mengaku telah melunasi kewajibannya hingga tahun 2025, angka piutang yang muncul membuatnya bertanya-tanya.

“Kalau untuk 2026 kan belum ya. Nah, ternyata ada jumlah total piutang, kaget juga. Maksudnya ini maksudnya kami harus bayar lagi atau bagaimana,” ujar Melly.

Melly menyebutkan bahwa jumlah piutang yang tertera pada tagihannya mencapai lebih dari satu juta rupiah. Ia berharap agar Bapenda segera memberikan penjelasan agar tidak menimbulkan keresahan lebih luas di masyarakat.

Upaya Perbaikan dan Sosialisasi

Solikhin menegaskan bahwa pihaknya akan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan ketelitian dan kehati-hatian dalam proses pengolahan data. Ia juga berkomitmen untuk memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi, baik dari segi sistem maupun tindakan manusia.

Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berkoordinasi dengan Bapenda guna memastikan keakuratan informasi dan menghindari kesalahpahaman. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi agar warga dapat memahami prosedur dan mekanisme penghitungan pajak.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas

30 Juni 2026

5 Aset Paling Populer: Peta Lokasi Aset Iran yang Dibekukan – Kongres AS Batasi Gerak Trump dalam Perang

30 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?