Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 13 September 2026
Trending
  • Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan
  • Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru
  • Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!
  • Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan
  • Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ
  • Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat
  • Kakek-nenek Aceh terkendala di Malaysia saat pergi ke Mekkah
  • Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Bantuan atau Perangkap Puluhan Warga Palestina Tewas saat Mencari Makanan di Gaza
Nasional

Bantuan atau Perangkap Puluhan Warga Palestina Tewas saat Mencari Makanan di Gaza

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Juni 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Bantuan atau Perangkap? Puluhan Warga Palestina Tewas saat Mencari Makanan di Gaza
Ilusrasi: Seorang anak menangis saat antre untuk menerima makanan di titik distribus makanan di Kamp Nusairat(AFP/Eyad Baba)

PASUKAN Israel kembali menewaskan sedikitnya 37 warga Palestina di seluruh wilayah Gaza, termasuk 13 orang yang sedang mencari bantuan makanan di pusat distribusi yang dikelola oleh Gaza Humanitarian Foundation (GHF), lembaga bantuan yang didukung Amerika Serikat dan Israel serta kerap menuai kontroversi.

Menurut pejabat kesehatan lokal, pusat distribusi yang seharusnya menjadi tempat harapan kini berubah menjadi apa yang oleh para pengkritik disebut sebagai “lokasi pembantaian manusia.”

Tenaga medis di Rumah Sakit al-Awda, Gaza Tengah, pada Minggu (15/6), mengatakan sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat tembakan pasukan Israel saat mencoba mendekati lokasi distribusi bantuan GHF di dekat Koridor Netzarim. Mereka datang demi membawa pulang sekantong makanan untuk keluarga yang kelaparan.

Baca juga : Misi Kemanusiaan ke Gaza Gagal, Israel Tahan 12 Aktivis termasuk Greta Thunberg

Di Gaza Selatan, sedikitnya 10 warga lainnya tewas dan lebih dari 50 terluka dalam insiden serupa. Banyak korban dibawa ke Rumah Sakit Palang Merah di Rafah.

“Warga mengaku pasukan Israel tidak memberikan peringatan sebelum menembaki kerumunan orang yang kelaparan. Akibatnya, banyak korban sipil berjatuhan,” lapor jurnalis Al Jazeera, Tareq Abu Azzoum, dari Deir el-Balah.

Ahmed al-Masri, salah satu warga yang pulang dengan tangan kosong, menyebut insiden itu sebagai “jebakan mematikan.”

Baca juga : Direktur RS Indonesia di Gaza Desak Pemerintah Beri Tekanan Supaya Israel Sepakati Gencatan Senjata

Serangan Udara

Serangan udara Israel juga mengguncang wilayah Gaza Selatan pada hari yang sama, menewaskan sedikitnya 12 orang. Di kota Beit Lahiya di Gaza Utara, serangan udara lainnya menewaskan tujuh warga.

Kelaparan yang makin parah memaksa ribuan warga Gaza mempertaruhkan nyawa demi mengantre bantuan di titik distribusi, meski nyaris setiap hari terjadi penembakan massal. GHF bahkan dituduh mempolitisasi dan “memersenjatai” bantuan.

Pada Sabtu (14/6), sedikitnya 79 warga Palestina tewas, banyak di antaranya saat mencoba mendapatkan makanan. Rumah Sakit al-Awda dan Al-Aqsa melaporkan 15 kematian terjadi saat warga mendekati pusat distribusi bantuan di Koridor Netzarim.

Militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden hari Minggu.

Lokasi Distribusi Jadi “Tempat Eksekusi”

GHF mulai menyalurkan bantuan ke Gaza sejak akhir Mei, usai Israel sedikit melonggarkan blokade total selama tiga bulan atas makanan, obat-obatan, dan kebutuhan penting lainnya.

Namun menurut laporan Al Jazeera, warga Gaza kini menganggap lokasi distribusi GHF sebagai “tempat eksekusi” karena rentetan serangan yang terjadi di sana.

Meski GHF mengklaim menutup semua lokasinya pada Sabtu, ribuan warga tetap berkumpul di sekitar titik distribusi, putus asa karena tak ada tempat lain untuk mencari makanan.

Awal bulan ini, GHF juga sempat menghentikan sementara operasinya akibat serangkaian insiden kekerasan mematikan di mana pasukan Israel menembaki warga yang mengantre bantuan.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan sejak GHF beroperasi, sedikitnya 274 warga tewas dan lebih dari 2.000 lainnya luka-luka di sekitar titik distribusi bantuan.

Militer Israel mengakui telah menembaki warga sipil, namun berdalih hanya menembak saat “tersangka” menyimpang dari jalur yang ditentukan menuju lokasi distribusi.

Bantuan Jadi Alat Perang

Hamas menuduh Israel sengaja menjadikan kelaparan sebagai senjata perang dan menjebak warga sipil tak bersalah dalam “perangkap kematian massal” melalui distribusi bantuan yang dikendalikan.

Israel dan AS menyatakan sistem distribusi baru dimaksudkan untuk menggantikan jaringan bantuan PBB, yang mereka tuduh telah disusupi oleh Hamas, tanpa menyertakan bukti.

Israel juga mengakui mendukung kelompok bersenjata lokal yang dikenal karena aktivitas kriminal, dalam upaya melemahkan Hamas. Kelompok ini juga dituding merampas bantuan untuk dijual kembali.

Namun pejabat PBB membantah Hamas menyalahgunakan bantuan dalam skala besar. Mereka menilai sistem distribusi GHF sangat berisiko, tidak memadai, dan melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan.

Sejauh ini, perang Israel di Gaza telah menewaskan hampir 55.300 warga Palestina, sebagian besar adalah warga sipil, dan menghancurkan sebagian besar wilayah padat penduduk tersebut. Lebih dari dua juta orang kini mengungsi dan menghadapi ancaman kelaparan akut. 

 

atau bantuan Gaza Makanan Mencari Palestina Perangkap Puluhan saat Tewas warga
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 Agustus 2026

Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

31 Agustus 2026

Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

31 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

31 Agustus 2026

Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

31 Agustus 2026

Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

31 Agustus 2026

Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

31 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?