Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Bank Mandiri Gunakan Dana Obligasi Berkelanjungan Rp5 Triliun
    Ekonomi

    Bank Mandiri Gunakan Dana Obligasi Berkelanjungan Rp5 Triliun

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 January 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah melaporkan bahwa seluruh dana hasil penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 senilai bersih sebesar Rp4,97 triliun telah sepenuhnya terealisasi dan digunakan untuk ekspansi kredit. Tidak ada dana yang menganggur setelah proses penerbitan ini.

    Dalam Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Mandiri mencatat hasil penawaran umum bruto sebesar Rp5 triliun. Biaya penawaran sebesar Rp33,68 miliar membuat realisasi bersih dana yang diperoleh perseroan mencapai Rp4,97 triliun. Manajemen menyatakan bahwa 100% dana bersih tersebut dialokasikan untuk ekspansi kredit sesuai dengan rencana penggunaan dana dalam prospektus. Dengan demikian, tidak ada sisa dana yang tersisa.

    Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I Bank Mandiri Tahap I Tahun 2025 berlaku efektif sejak 19 Desember 2025. Dalam laporan yang sama, perseroan juga merinci komponen biaya penawaran umum. Beberapa di antaranya adalah:

    • Biaya profesi penunjang pasar modal sebesar Rp26,82 miliar
    • Underwriting fee sebesar Rp2,5 miliar
    • Management fee sebesar Rp700 juta
    • Selling fee sebesar Rp700 juta
    • Biaya lembaga penunjang pasar modal sebesar Rp1,48 miliar

    Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga

    Bank Mandiri mencatat pertumbuhan dua digit pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjelang tutup buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan per akhir November 2025, kredit perseroan tumbuh sebesar 13,1% secara tahunan menjadi Rp1.452 triliun, sedangkan DPK meningkat 15,9% year on year ke level Rp1.584 triliun.

    Likuiditas perseroan tetap terjaga. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) berada di kisaran 91%. Seiring dengan ekspansi kredit, total aset Bank Mandiri alias bank only per November 2025 naik 14,6% YoY menjadi Rp2.120 triliun.

    Pendapatan dan Biaya Operasional

    Dari sisi pendapatan, emiten berkode BMRI ini mencatat pertumbuhan pendapatan bunga sebesar 9,5% YoY. Di sisi lain, tekanan beban bunga mulai mereda. Beban bunga pada November 2025 tercatat sebesar Rp3,6 triliun dan terus menurun sejak kuartal II. Secara kuartalan, beban bunga turun 1,7% hingga kuartal III dan diperkirakan berlanjut pada kuartal IV/2025.

    Kontribusi pendapatan nonbunga semakin kuat. Hingga November 2025, pendapatan nonbunga tumbuh sebesar 12,1% YoY, didorong oleh peningkatan transaksi digital dan optimalisasi solusi keuangan. Fee based income dari transaksi digital tercatat tumbuh sekitar 14% YoY, dengan kontribusi Livin’ by Mandiri yang melonjak hampir 20%. Sementara itu, bisnis treasury mencatat pertumbuhan fee sekitar 55% seiring meningkatnya aktivitas trading dan layanan nasabah.

    Kinerja Kredit Bermasalah

    Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) tercatat sebesar 0,99% per November 2025, dengan coverage ratio sekitar 260%. Kondisi tersebut mendorong penurunan beban pencadangan hingga 36% secara tahunan, yang pada akhirnya memperkuat kinerja laba.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?