Kekecewaan Nurul Akmal sebagai Atlet Berprestasi yang Hanya Diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu
Nurul Akmal, atlet angkat besi andalan Indonesia, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemerintah Aceh setelah hanya diangkat sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu. Meski bersyukur menerima surat keputusan (SK) pengangkatan dari Pemerintah Aceh, ia menyayangkan status yang diberikan kepada dirinya, mengingat prestasi nasional dan internasional yang telah ia raih.
Prestasi yang Mengharumkan Nama Indonesia
Nurul Akmal memiliki segudang prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia. Ia telah berpartisipasi dalam Olimpiade, SEA Games, Asian Games, dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Dalam PON, ia berhasil meraih tiga medali emas. Namun, meskipun prestasi tersebut, ia hanya diangkat sebagai tenaga paruh waktu, bukan sebagai aparatur sipil negara (ASN).
“Tetap bersyukur walaupun PPPK PW (Paruh Waktu). Padahal 2x OLY, 2x SEA Games, 2x Asian Games, 3x emas PON, dan lainnya lagi. Yang tau udah paham lah,” tulisnya di akun Instagram @Nurulakmal_12 pada Sabtu (1/2/2026).
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Terjamin
Nurul berharap bisa diangkat menjadi ASN agar masa depannya lebih terjamin. Ia mengatakan bahwa selama ini ia sudah berjuang dan mengharapkan agar bisa diangkat menjadi pegawai tetap atau ASN. “Keinginan ya ada, tapi kembali lagi ke Pemerintahan Aceh. Sudah beberapa kali di-up (disuarakan) tetapi enggak ada hasilnya juga,” katanya.
Ia juga mengaku kecewa karena jauh hari ia sudah mempertanyakan kepastian status pengangkatan terhadap dirinya, tetapi tidak ada hasil. “Cuma kecewa saja, kok begini ya. Mempertanyakan sudah sering tapi kayak enggak ada jalan, padahal untuk saya sendiri gitu bukan banyak orang,” ujarnya.
Banjir Sorotan dari Warganet
Postingan Nurul Akmal di Instagram mendapat sorotan tajam dari warganet. Banyak netizen yang ikut bersimpati dengan nasib atlet berprestasi ini. Mereka menilai bahwa Nurul layak menjadi pegawai tetap atau ASN karena prestasinya yang luar biasa.
Beberapa komentar warganet antara lain:
- “Kak Nurul nih harusnya jadi PNS, karena kaka uda banyak bikin Indonesia bangga.”
- “Bonus PON sama dengan setahun gaji PNS.”
- “Masa cuma PPPK paruh waktu pak @prabowo @kemenpora @erickthohir?”
- “Mbaa you deserve better… semoga ada pemerintah Aceh yang pekak.”
Prosesi Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu
Prosesi penyerahan SK PPPK paruh waktu dilakukan di bawah guyuran hujan deras oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Kamis (29/1/2026) sore. Nurul Akmal merasa diperlakukan tidak adil atas prestasi yang telah ia berikan untuk Tanah Air.
Ia juga mempersembahkan medali emas pada cabor angkat besi dalam PON untuk Provinsi Aceh. “Kayak enggak adil saja sih, kek enggak bisa terima gitu. Cuma mau gimana lagi, takutnya nanti enggak dapat apa-apa kalau banyak kali protes dan menuntut,” ujarnya.
Kritik terhadap Kebijakan Pemerintah Aceh
Nurul mengkritik kebijakan Pemerintah Aceh yang tidak memperjuangkan dirinya ke pemerintah pusat agar diangkat menjadi ASN. Ia berharap agar pemerintah memberikan apresiasi lebih kepada atlet berprestasi, bukan hanya sebatas PPPK paruh waktu.
“Kenapa enggak diperjuangkan ke pusat sana, kementerian begitu, rekomendasi untuk saya yang betul-betul bawa nama Aceh. Cuma bisa belajar menerima semuanya, dari pada enggak dapat apa-apa nantinya walaupun PPPK paruh waktu,” katanya.



