Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 27 Februari 2026
Trending
  • Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus
  • Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas
  • Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global
  • Peluang Persebaya Surabaya Terancam, Persijap Jepara Catatkan Produktivitas Gol Terendah Musim Ini
  • 7 Rekomendasi Mukena Travel Terbaru 2026, Ringan dan Nyaman Dibawa
  • 5 Lagu dengan Pembuka Paling Mengenalimu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Guru Besar Unas Negara Bayangan Jadi Penyebab Stagnasi Demokrasi
Politik

Guru Besar Unas Negara Bayangan Jadi Penyebab Stagnasi Demokrasi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Maret 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Guru Besar Unas: Negara Bayangan Jadi Penyebab Stagnasi Demokrasi
Diskusi Publik Demokrasi Cukong dalam Kajian Teoritis dan Realitas Empiris oleh Program Doktoral S3 Politik UNAS di Auditorium Pada Kamis 20-02-2025(Dok Unas)

INDEKS demokrasi Indonesia mengalami stagnasi akibat berbagai tantangan seperti menguatnya politik populis, penyimpangan kebijakan terkait kebebasan sipil, serta manipulasi negara oleh pemerintah untuk kepentingan kekuasaan.

“Salah satu faktor utama stagnasi demokrasi adalah fenomena shadow state atau negara bayangan,” kata Guru Besar Universitas Nasional (Unas) sekaligus Ketua Komisi Ilmu Sosial pada Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIS-AIPI) Prof Syarif Hidayat saat jadi pembicara utama diskusi bertajuk Demokrasi Cukong: Kajian Teoritis dan Realitas Empiris yang digelar Program Doktor Ilmu Politik Unas.

Mengacu pada teori William Reno (1995), ilmuwan politik asal Amerika Serikat, shadow state merujuk pada aliansi informal antara elit politik, pengusaha, birokrat, militer, dan preman yang mengendalikan pemerintahan formal.

Baca juga : Ika Fabiona Gelar Reuni Akbar

“Fenomena ini muncul akibat melemahnya fungsi institusi negara sehingga kepentingan bisnis menjadi lebih dominan dalam pengambilan keputusan politik,” ujarnya.

Prof Syarif menjelaskan pascareformasi terjadi perubahan besar dalam relasi antara bisnis dan politik. Jika pada era Orde Baru sektor bisnis berada dalam subordinasi negara, kini negara justru berada di bawah kendali bisnis. Hal ini semakin memperkuat dominasi oligarki kapitalis dalam menentukan arah kebijakan negara.

“Relasi ini semakin dipererat melalui praktik politik transaksional, yakni kapitalis tidak hanya menjadi penyokong, tetapi bahkan pemilik partai politik sehingga bisa memengaruhi keputusan-keputusan strategis negara,” paparnya.

Baca juga : Mahasiswa dan Aktivis Konsolidasi Lawan Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM

Dia menegaskan fenomena demokrasi cukong merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara oligarki partai politik dan kapitalis. Praktik ini menciptakan shadow state, sebuah arena tempat kepentingan politik dan ekonomi bertemu untuk mempertahankan kekuasaan segelintir elit. 

“Akibatnya, demokrasi tidak lagi berjalan berdasarkan mekanisme partisipasi publik yang sehat, melainkan dikendalikan oleh kepentingan oligarki,” terangnya.

Di akhir pemaparan, Prof Syarif merefleksikan masa depan demokrasi Indonesia. Meskipun transisi demokrasi pasca Orde Baru telah berhasil mengakhiri otoritarianisme, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam melepaskan diri dari cengkeraman oligarki.

Baca juga : 25 Tahun Reformasi, Pena 98 Gelar Pameran Foto dan Diskusi di 20 Kota

Karena itu, ia berharap forum ini dapat menjadi pemantik diskusi lebih lanjut mengenai strategi memperkuat demokrasi dan mengurangi dominasi oligarki dalam politik.

“Kami juga berharap diskusi ini menjadi wadah refleksi bagi akademisi dan praktisi politik menjaga identitas demokrasi Indonesia,” imbuhnya. Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unas Prof Suryono Efendi menyampaikan diskusi mengenai demokrasi merupakan langkah positif bagi institusi pendidikan.

Ia menekankan tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini mengingat berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjaga sistem demokrasi yang sehat.

Baca juga : Jika Pemilu 2024 Ditunda, Aktivis 98 Siapkan Pemerintahan Transisi

“Ada upaya untuk mensentralisasikan kekuasaan melalui sinergi, tetapi di sisi lain, ada juga ancaman yang berpotensi melemahkan demokrasi itu sendiri,” ujar Prof Suryono.

Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena demokrasi cukong, yang bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang berdampak langsung terhadap kebijakan politik dan tata kelola negara.

“Demokrasi saat ini menghadapi tantangan serius dari dominasi oligarki. Modal besar memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijakan, yang pada akhirnya dapat mengancam keseimbangan demokrasi yang ideal,” tegas Suryono. (H-2)

 

Bayangan Besar Demokrasi Guru Jadi negara Penyebab Stagnasi Unas
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gubernur AS Minta Trump Kembalikan Dana Usai MA Batalkan Tarif Global

25 Februari 2026

Mari Beralih ke Tas Ramah Lingkungan, Pemkab Bangka Selatan Ajak Warga Tinggalkan Plastik

25 Februari 2026

Diksi Kasar Guncang Istana, Ketua BEM UGM Minta Maaf ke Prabowo atas Kata ‘Bodoh’

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal MotoGP Thailand 2026, Lorenzo: Gaya Marquez Kini Lebih Halus

25 Februari 2026

Sebelum Tampil Cantik 6 Jam, Ini Daftar Film Christian Bale dengan Perubahan Tubuh Ekstrem

25 Februari 2026

Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 20 Februari 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

25 Februari 2026

Anak 15 Tahun di TTS yang Bunuh Pelaku Pemerkosaan Kini Bebas

25 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?