Kisah Inspiratif Seorang Influencer yang Mengubah Hidup Petani Tua
Sebuah video sederhana tentang aksi kebaikan seorang influencer di Tiongkok berubah menjadi kisah yang menguras emosi jutaan warganet. Awalnya, video tersebut hanya menampilkan seorang kreator konten membeli seluruh dagangan petani lansia dan mentraktirnya makan siang. Namun, belakangan diketahui bahwa rekaman tersebut menjadi rekaman terakhir sang petani sebelum ia meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas.
Influencer bermarga Zhang, yang dikenal aktif membantu para petani di Provinsi Henan dan memiliki sekitar 84.000 pengikut di platform Douyin, mengunggah video itu pada 25 Juni 2026. Dalam video tersebut, Zhang bertemu dengan petani berusia 81 tahun bermarga Jing yang setiap hari membawa hasil panen sendiri ke kota untuk dijual demi menyambung hidup.
Jing menjual bayam, mentimun, dan terong dengan total berat sekitar 75 kilogram. Ia menawarkan harga sangat murah, hanya 0,80 yuan atau sekitar Rp1.800 per kilogram. Melihat itu, Zhang langsung membeli seluruh dagangan Jing dengan total harga 60 yuan atau sekitar Rp135 ribu. Tak berhenti di situ, Zhang bahkan sempat bercanda menginjak timbangan agar berat sayuran terlihat lebih besar sehingga Jing bisa memperoleh uang lebih banyak.
Makan Siang yang Menjadi Kenangan Terakhir
Dalam suasana yang penuh canda, Zhang bergurau meminta ditraktir makan siang. Tanpa ragu, Jing menyetujuinya namun pada akhirnya justru Zhang yang membayar seluruh hidangan berupa dua mangkuk besar mi rebus khas Tiongkok (braised noodles) lengkap dengan empat lauk. Di sela-sela makan, Jing membuka kisah hidupnya. Ia bercerita memiliki dua anak perempuan. Putri sulungnya meninggal sekitar 15 tahun lalu akibat depresi, sementara dirinya kini tetap bekerja keras di usia 81 tahun untuk membantu menghidupi dua cucunya.
Jing juga mengaku belum pernah menikmati semangkuk mi rebus tersebut karena baginya makanan itu terlalu mahal untuk dibeli. Sebelum berpisah, Zhang meminta sisa makanan dikemas agar bisa dibawa pulang untuk dinikmati istri Jing. Tak ada yang menyangka, itulah makan terbaik sekaligus pertemuan terakhir Jing yang terekam kamera.
Keluarga Mengungkap Fakta yang Mengharukan
Beberapa hari setelah video diunggah, sebuah komentar muncul dari akun yang mengaku sebagai cucu Jing. Komentar itu membuat suasana media sosial berubah haru. Sang cucu mengungkapkan bahwa kakeknya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat dalam perjalanan pulang setelah makan bersama Zhang.
Di lokasi kecelakaan, keluarga menemukan berbagai makanan yang menurut mereka terlalu mewah untuk dibeli oleh Jing. Mereka baru mengetahui asal-usul makanan tersebut setelah menonton video yang diunggah Zhang. “Terima kasih sudah mentraktir kakek saya makan dengan layak. Itu adalah makan terakhirnya, dan video ini menjadi rekaman terakhirnya. Selama bertahun-tahun, baru kali ini saya melihat kakek saya tersenyum dan sebahagia itu,” tulis sang cucu.
Influencer Sempat Disalahkan
Kisah itu memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menilai kecelakaan mungkin tidak akan terjadi apabila Zhang tidak mengajak Jing makan siang sehingga jadwal kepulangannya berubah. Namun anggapan tersebut langsung dibantah keluarga. “Pada hari terakhir hidupnya, ada seseorang yang membeli semua sayurannya dan mentraktirnya makan yang tak mungkin ia beli sendiri. Kalau perbuatan baik justru disalahkan, nanti tidak akan ada lagi orang yang mau berbuat baik,” tulis sang cucu.
Seorang perempuan yang mengaku sebagai keponakan Jing juga mengatakan pamannya menghabiskan hampir seluruh hidupnya dengan bertani dan hidup sangat sederhana. “Itu adalah jamuan makan besar pertama dalam hidupnya,” katanya.
Menyerahkan Rekaman Hari Terakhir
Tiga hari setelah kabar duka itu, Zhang kembali mengunggah video. Ia mengatakan telah menyerahkan seluruh rekaman yang diambil pada hari terakhir Jing kepada keluarganya sebagai kenang-kenangan. Zhang juga menyatakan siap membantu keluarga tersebut kapan pun apabila dibutuhkan.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak warganet yang membela Zhang. Mereka menilai tragedi itu merupakan akibat kecelakaan lalu lintas, bukan karena niat baik yang dilakukan sang influencer. “Kalau ada yang harus disalahkan, itu adalah pengemudi yang menyebabkan kecelakaan, bukan orang yang berbuat baik,” tulis seorang pengguna media sosial. Komentar lain yang banyak mendapat dukungan berbunyi, “Mungkin memang sudah waktunya. Setelah seumur hidup hidup sederhana dan bekerja keras, Tuhan mengirim seseorang untuk memberinya hidangan terbaik sebagai makan terakhirnya.”



