Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 29 Agustus 2026
Trending
  • 10 Gaya Kiyowo Modern untuk Tampil Modis
  • Penggabungan MTEL-TBIG kembali jadi sorotan, siapa untung?
  • Tiga mobil mesin diesel diamankan polisi, diduga terkait mafia solar di Bitung
  • 5 Fakta Menarik Istana Tajhat, Warisan Megah Zamindar Bangladesh
  • Paket Sacred Octagon Telkomsel, membuat belajar matematika lebih menyenangkan
  • Demo 27 Agustus, Chaniago Pastikan Tidak Ada Penyekatan Massa
  • Terjemahan Lirik Lagu Set Fire to the Rain – Adele: Sisi Tersembunyi yang Tak Pernah Kuketahui
  • Peluncuran New Land Cruiser 300 Hybrid EV di GIIAS Surabaya 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Profil Nur Alam, Mantan Gubernur Sultra yang Terlibat Korupsi, Umumkan Bergabung dengan PSI, Ketua DPP Bantah
Nasional

Profil Nur Alam, Mantan Gubernur Sultra yang Terlibat Korupsi, Umumkan Bergabung dengan PSI, Ketua DPP Bantah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Nur Alam dan Perjalanan Politiknya Setelah Bebas Bersyarat

Nur Alam, mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) yang pernah menjalani hukuman karena kasus korupsi nikel, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Keputusan ini menimbulkan banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat dan partai politik.

Pertemuan dengan Jokowi dan Kepastian dari PSI

Menurut Nur Alam, keputusannya untuk bergabung dengan PSI dilatarbelakangi oleh pertemuan yang dilakukan bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto-foto pertemuan tersebut juga beredar di media sosial. Namun, ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan bahwa Nur Alam belum resmi menjadi anggota partai. “Belum ada bergabung, baik struktur maupun anggota biasa,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pengumuman Nur Alam ini terjadi tidak lama setelah ia bertemu dengan Jokowi di Kota Solo, Jawa Tengah. Meskipun demikian, pihak PSI belum memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai status Nur Alam dalam partai.

Tanggapan dari KPK

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto mengingatkan seluruh partai politik untuk memperhatikan aspek integritas dalam merekrut anggota baru. Ia menekankan bahwa integritas bukan hanya tuntutan bagi individu, tetapi juga bagi institusi partai politik itu sendiri.

“Integritas adalah hal yang penting. Kader harus memiliki integritas, baik pada diri sendiri maupun pada partainya,” ujar Setyo. Menurutnya, setiap kebijakan dan kegiatan partai akan berdampak langsung pada masyarakat luas, termasuk dalam bidang pembangunan, kesejahteraan, dan hukum.

Status Bebas Bersyarat Nur Alam

Nur Alam saat ini masih menjalani masa bebas bersyarat sejak 16 Januari 2024. Ia akan terus berada di bawah pengawasan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Klas I Bandung hingga 27 Januari 2029 mendatang.

Rekam jejak hukum Nur Alam dimulai pada Oktober 2016 ketika ia ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Kasus ini berkaitan dengan suap dan gratifikasi terkait penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di Sultra periode 2009–2014 yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Penyelesaian Hukuman dan Denda

Di tingkat pengadilan pertama, Nur Alam divonis 12 tahun penjara. Hukuman ini sempat diperberat menjadi 15 tahun oleh Pengadilan Tinggi Jakarta, namun akhirnya diubah kembali menjadi 12 tahun oleh Mahkamah Agung (MA).

Selain hukuman kurungan, Nur Alam diwajibkan membayar denda Rp750 juta subsider 8 bulan penjara, serta uang pengganti sebesar Rp2,7 miliar. MA juga menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama 5 tahun terhitung setelah selesai menjalani hukuman.

Profil Nur Alam Sebelum Terlibat Kasus Korupsi

Nur Alam lahir di Konda pada 9 Juli 1967. Ia pernah menerima penghargaan Bintang Maha Putra Utama dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2014. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas jasa-jasa Nur Alam dalam berbagai bidang.

Selama menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Utara, Nur Alam berhasil mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang tinggi selama lima tahun berturut-turut. Ia juga berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan jumlah tenaga kerja di sektor formal.

Selain itu, kepemimpinannya berhasil menjaga swasembada pangan, mempercepat perbaikan infrastruktur, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia juga berhasil mengelola pinjaman dana dari pemerintah melalui Program Investasi Pemerintah (PIP).

Inovasi dan Program yang Diusulkan

Nur Alam juga menggagas program inovatif seperti Bahteramas, yang mencakup bantuan pendidikan, kesehatan gratis, dan block grant. Selain itu, ia memperjuangkan adanya kawasan ekonomi khusus yang kemudian diadopsi oleh MP3EI.

Meski telah menjalani hukuman, antusiasme masyarakat terhadap Nur Alam tetap tinggi. Kepulangannya dari penjara disambut dengan hangat oleh warga Sultra.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penggabungan MTEL-TBIG kembali jadi sorotan, siapa untung?

29 Agustus 2026

Demo 27 Agustus, Chaniago Pastikan Tidak Ada Penyekatan Massa

29 Agustus 2026

Tiga mobil mesin diesel diamankan polisi, diduga terkait mafia solar di Bitung

29 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 Gaya Kiyowo Modern untuk Tampil Modis

29 Agustus 2026

Penggabungan MTEL-TBIG kembali jadi sorotan, siapa untung?

29 Agustus 2026

Tiga mobil mesin diesel diamankan polisi, diduga terkait mafia solar di Bitung

29 Agustus 2026

5 Fakta Menarik Istana Tajhat, Warisan Megah Zamindar Bangladesh

29 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?