Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 12 Juni 2026
Trending
  • Renungan Pagi Senin 8 Juni 2026: Lapar dan Haus akan Kebenaran
  • Veda Ega Pratama, Runner Up Rookie, Tapi Turun Jauh di Klasemen Moto3 Usai MotoGP Hungaria
  • AI Kini Bisa Tagih Utang, Pengumpul Piutang Virtual Mulai Hubungi Nasabah
  • Mitsui Leasing Raih Penghargaan dan Dorong Pertumbuhan UMKM
  • Widya Riskyanti Tewas Dijambret, Permintaan Terakhir dan Kronologi Koma 4 Hari
  • Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo, Dari Demo ke Istana
  • Jadwal Semifinal AFF U19 2026, Lawan Timnas U-19 Indonesia
  • Terjebak di Selat Hormuz 100 Hari — Satu-satunya Jalan Keluar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Biodata Mahfud MD, Prabowo Bantah Isu Korupsi MBG, Ungkap Fakta Mengerikan
Politik

Biodata Mahfud MD, Prabowo Bantah Isu Korupsi MBG, Ungkap Fakta Mengerikan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Juni 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik terhadap Pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis

Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengungkapkan bahwa dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, kemungkinan jauh lebih besar dari apa yang saat ini terungkap. Ia menilai isu korupsi di BGN sudah lama menjadi perhatian publik, namun selalu ditolak oleh Presiden Prabowo Subianto.

Mahfud menyebut bahwa ketika masyarakat mempermasalahkan nilai pengadaan barang di BGN yang tidak wajar, aparat penegak hukum justru diam. Hal ini membuat BGN luput dari tindakan hukum meskipun rakyat telah memberikan data dalam berbagai hal.

Fakta-fakta yang Terungkap

Menurut Mahfud MD, fakta-fakta yang berhasil dibuka penyidik Kejaksaan Agung hingga saat ini hanya sebagian kecil dari persoalan yang terjadi dalam tata kelola program tersebut. Ia meyakini berbagai fakta lain akan terungkap secara lebih rinci dalam proses persidangan.

“Lebih parah lagi sebenarnya daripada yang terungkap, nanti kan pasti terungkap di pengadilan,” kata Mahfud, dikutip dari Kompas.com.

Pernyataan tersebut disampaikan Mahfud di tengah sorotan publik terhadap kasus dugaan korupsi tata kelola MBG yang kini tengah ditangani Kejaksaan Agung. Kasus itu menjadi perhatian luas karena program MBG merupakan salah satu program strategis pemerintah yang menyangkut kebutuhan gizi masyarakat.

Latar Belakang Mahfud MD

Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P. adalah sosok yang dikenal sebagai hakim, akademisi, dan politikus. Pria yang akrab disapa Mahfud MD itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan atau Menkopolhukam hingga maju sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2024.

Sejarah karier Mahfud MD di dunia birokrasi Indonesia cukup mumpuni. Ia lahir di Madura, Jawa Timur pada 13 Mei 1957. Mahfud MD memiliki istri bernama Zaizatun Nihajati dan tiga anak, yaitu Mohammad Ikhwan Zein, Vina Amalia, dan Royhan Akbar.

Pendidikan dan Karier

Mahfud MD memulai pendidikannya dengan dua jenis pendidikan, yakni pendidikan agama dan umum. Ia lulus dari SD dan melanjutkan pendidikan ke Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) di Pamekasan, Madura, serta Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN) selama tiga tahun di Yogyakarta.

Setelah lulus pendidikan setingkat SMA, Mahfud MD melanjutkan ke dua perguruan tinggi sekaligus. Ia mengambil Jurusan Sastra Arab di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Jurusan Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Setelah mendapatkan gelar sarjana, ia kemudian mengajar di almamaternya dan meneruskan kuliah program Pasca Sarjana S-2 bidang Ilmu Politik di UGM. Ia juga melanjutkan pendidikan Doktor S-3 di bidang Ilmu Hukum Tata Negara pada program Pasca Sarjana UGM, dan lulus tahun 1993.

Kariernya di Dunia Politik dan Hukum

Mahfud MD memulai kariernya dengan menjadi dosen di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Setelah dinobatkan sebagai Guru Besar bidang Politik Hukum, nama Mahfud MD mulai melambung secara nasional. Berkat itu, ia dipilih menjadi Menteri Pertahanan oleh Presiden Abdurrahman Wahid pada periode 2000-2001.

Setelah tidak menjabat sebagai menteri, Mahfud mulai terjun ke dunia legislatif. Dalam kesempatan ini, Mahfud MD sempat bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN), besutan Amien Rais. Namun pada akhirnya, Mahfud MD memilih masuk ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang didirikan oleh Abdurrahman Wahid.

Pada Pemilu 2004, Mahfud terpilih sebagai anggota legislatif untuk periode 2004-2009. Setelah masa jabatannya berakhir, Mahfud mengikuti uji kelayakan calon hakim konstitusi, dan terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) untuk periode 2008-2013.

Penanganan Kasus Korupsi MBG

Isu dugaan kasus korupsi yang menyeret nama MBG kembali mencuat ke ruang publik setelah pernyataan keras dari Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. Dalam keterangannya, Mahfud MD menyinggung adanya fakta-fakta yang belum sepenuhnya terungkap ke masyarakat.

Pernyataan tersebut langsung memicu perhatian luas karena dinilai membuka sisi lain dari kasus yang selama ini berkembang. Mahfud MD menyebut bahwa gambaran yang beredar di publik masih belum mencerminkan keseluruhan kondisi sebenarnya. Ia menilai terdapat indikasi persoalan yang lebih kompleks dibandingkan apa yang selama ini muncul di permukaan.

Spekulasi dan Proses Penanganan Kasus

Pernyataan blak-blakan itu kemudian menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat dan masyarakat. Sejumlah pihak mulai mempertanyakan sejauh mana proses penanganan kasus tersebut berjalan secara transparan. Isu ini juga kembali mengangkat sorotan terhadap potensi praktik penyimpangan dalam proyek atau kebijakan terkait.

Hingga kini, publik masih menantikan penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak berwenang untuk memperjelas duduk perkara sebenarnya. Seperti diketahui, Mahfud MD menilai dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan yang saat ini terungkap ke publik.

Penanganan Korupsi oleh Kejaksaan Agung

Sebelumnya, Mahfud MD menyebut isu korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) sudah lama diteriaki publik, namun hal tersebut ditepis oleh Presiden Prabowo Subianto. Kini Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung dan Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya menjadi tersangka.

Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyebut jika Presiden Prabowo Subianto terus memberi pembelaan. Pembelaan Prabowo pada tata kelola MBG ini pun berimbas pada luputnya BGN dari hukum.

Masalah Pengadaan Barang di BGN

Mahfud menyoroti praktek mark up pengadaan barang yang terjadi di BGN. Seperti pembelian motor listrik, tablet, televisi, hingga pengadaan sarana pendukung lainnya. Termasuk juga yang jadi sorotan publik adalah pengadaan IT yang disebut mencapai Rp 1,2 triliun.

Ketika masalah itu dipersoalkan oleh masyarakat, tidak ada tindakan dari aparat penegak hukum, tidak ada penjelasan yang resmi dari pihak BGN sehingga seakan-akan berjalan begitu saja. Masyarakat sudah makin marah, semakin dilontarkan di mana-mana.

Akibatnya masyarakat pun marah dan terus mengungkapkan protes atas program MBG yang dijalankan oleh BGN tersebut.

Respons Presiden Prabowo

Kini akhirnya Presiden Prabowo pun merespons protes masyarakat terhadap tata kelola program MBG tersebut, dengan mengerahkan Kejagung untuk memprosesnya secara hukum. Mahfud pun memberikan apresiasinya atas keputusan Prabowo yang menindak praktek korupsi di BGN ini.

“Dan sekarang Pak Prabowo merespons tidak bawa itu ke pengadilan, periksa korupsinya. Ini bagus,” imbuh Mahfud.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo, Dari Demo ke Istana

12 Juni 2026

PLN UP3 Kotamobagu Bantu Korban Banjir Bolmong dengan Pengamanan Listrik dan Bantuan TJSL

12 Juni 2026

Pernyataan Hasto Kristiyanto PDIP soal kasus korupsi MBG

12 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Renungan Pagi Senin 8 Juni 2026: Lapar dan Haus akan Kebenaran

12 Juni 2026

Veda Ega Pratama, Runner Up Rookie, Tapi Turun Jauh di Klasemen Moto3 Usai MotoGP Hungaria

12 Juni 2026

AI Kini Bisa Tagih Utang, Pengumpul Piutang Virtual Mulai Hubungi Nasabah

12 Juni 2026

Mitsui Leasing Raih Penghargaan dan Dorong Pertumbuhan UMKM

12 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?