Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke SRMP 17 Tabanan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Jl. S. Parman No. 1, Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada hari Minggu, 7 Juni 2026 siang. Dalam kunjungannya, ia tiba pukul 11.43 Wita dengan mengenakan baju safari cokelat dan topi biru dongker. Ia disambut antusias oleh para calon siswa dan orang tua mereka yang hadir di lokasi.
Para calon siswa dan orang tua menyambut kedatangan Presiden dengan yel-yel dan tarian kecak yang memperlihatkan semangat tinggi. Selain itu, Presiden juga disambut oleh Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), yang sudah tiba lebih dulu di lokasi. Setelah tiba, Prabowo langsung bertemu dengan para calon siswa Sekolah Rakyat yang akan masuk kelas VIII.
Kunjungan Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya juga disambut dengan lagu-lagu Kemerdekaan yang membuat suasana semakin meriah. Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan bahwa angka 17 memiliki makna penting bagi dirinya. Angka tersebut sesuai dengan tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI, yaitu 17 Agustus, dan terkait erat dengan angka keberuntungan Prabowo, yakni angka 8.
“Kepala sekolah SRMP 17 Tabanan. Itu kayaknya angka baik, ya. Angka Proklamasi kita 17 Agustus. Satu tambah tujuh, delapan,” ujar Prabowo saat menyampaikan sambutan di sela-sela peninjauan. Ia menjelaskan bahwa angka delapan tersemat dalam hidupnya sejak masa dinas militer. “Saya waktu dulu di tentara, saya diberi kode sandi, sandinya adalah 08. Jadi, angka delapan bagi saya sangat… sangat apa ya, angka yang beruntung, begitu,” jelasnya.
Prabowo menegaskan bahwa ada dua angka keberuntungan dalam hidupnya, yakni angka 8 dan 13. Ia tidak memungkiri bahwa angka-angka ini sering muncul dalam kehidupannya. Salah satunya ketika ia memutuskan untuk menyambangi sekolah rakyat. Rupanya, sekolah rakyat yang dikunjungi memiliki angka 17, padahal rencana kunjungan baru diputuskan kemarin.
“Baru kemarin saya putuskan saya mau lihat Sekolah Rakyat di luar Jawa. Coba di Bali ada enggak? Ada. Dibawa ke sini, kebetulan sekolahnya SRMP 17. Jadi, memang mungkin sudah diatur,” tutur Prabowo. Ia menekankan bahwa sekolah rakyat dibangun untuk membantu masyarakat yang paling susah dan kurang berdaya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan laporan kepada Presiden bahwa sekolah rakyat ini membantu siswa yang tidak pernah sekolah, putus sekolah, dan lainnya. “Jadi ini sesuai arahan Bapak Presiden. Sekolah rakyat ini untuk membantu siswa yang tidak pernah sekolah, putus sekolah dan yang lainnya, sehingga dengan adanya sekolah rakyat masyarakat tersebut bisa bersekolah kembali,” ujar Gus Ipul.
Menurutnya, saat ini ada 166 Sekolah rakyat rintisan di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Tabanan yang diberi nama SRMP 17 Tabanan. Di sekolah tersebut terdapat 3 rombongan belajar (Rombel) dengan 74 peserta didik. “Semua orang tua siswa sangat bersyukur anaknya bisa dididik di sekolah rakyat yang ada di Tabanan ini. Mereka bisa mendapat pendidikan yang layak,” kata Gus Ipul.
Selain fasilitas seperti asrama, ruang kelas, ruang makan, aula, laboratorium, dan perpustakaan, SRMP 17 Tabanan juga dilengkapi dengan laptop. Ia menegaskan bahwa bullying, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi tidak boleh terjadi di sekolah rakyat ini. Jika ada pelaku, maka akan ditindak tegas dan diberhentikan.
Kepala Sekolah SRMP 17 Tabanan, I Putu Jaya, sangat berterima kasih atas kunjungan Presiden. Ia mengakui banyak masyarakat ingin anaknya bersekolah di SRMP 17 Tabanan. “Jadi calon siswa ini dijangkau oleh pendamping Penerima Keluarga Harapan (PKH) masing-masing daerah. Selanjutnya, pemerintah melakukan skrining untuk memastikan bahwa para calon siswa betul-betul memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa para siswa SRMP 17 Tabanan berasal dari keluarga yang kurang mampu atau desil 1 dan 2. Proses penjangkauannya dilakukan melalui ground check untuk memastikan memenuhi syarat dan bersedia bersekolah. “Jadi di sini dapat asrama, sehingga dipastikan betul-betul memenuhi syarat. Kalau memang memenuhi syarat, baru diterima,” kata dia.
Setelah meninjau sekolah rakyat di Tabanan, rombongan Presiden Prabowo Subianto mendarat di Lapangan Puputan Renon Denpasar pada Minggu 7 Juni 2026 siang. Rombongan menggunakan tiga unit helikopter yang mendarat di sisi utara Lapangan Renon. Dari tiga helikopter, Prabowo berada pada helikopter ketiga dan mendarat sekitar pukul 14.22 Wita.
Usai mendarat, Prabowo langsung menaiki mobil Alpard RI 1 yang menurut jadwal menuju ke The Meru Sanur. Ia disambut meriah oleh siswa yang sedang mengikuti Porjar Provinsi Bali dan pengunjung di lapangan. Melihat kerumunan siswa, Prabowo membuka kap atas mobil dan melambaikan tangan. Selain itu, ia juga membagikan baju kaos kepada siswa dan warga. Kaos putih yang dibagikan bertuliskan Rakyat Sejahtera Indonesia raya dengan lambang burung garuda di atas tulisan.
Salah satu warga yang mendapatkan kaos, Iwan, mengaku senang bisa bertemu langsung dengan Pak Prabowo. “Senang sekali bisa bertemu langsung Pak Prabowo,” katanya. Iwan mengaku baru pertama kali bertemu Prabowo secara langsung. Dirinya mengaku tak tahu jika akan ada Prabowo di Renon. Karena ia bersama keluarganya sedang kumpul-kumpul di Renon dan melihat kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini. Iwan pun berharap agar Prabowo selalu sehat dan menjadikan Indonesia makin maju dan sejahtera.
Jumlah Pendaftar Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat yang ada di seluruh Indonesia diharapkan bisa membantu masyarakat yang kurang mampu, maupun anak-anak yang tidak pernah sekolah atau mau putus sekolah karena biaya. Hal itu pun disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau Sekolah Rakyat di Kabupaten Tabanan pada Minggu 7 Juni 2026.
“Sekolah Rakyat kita wujudkan untuk membantu mereka yang paling susah atau mereka yang paling kurang berdaya,” kata Prabowo di depan siswa, wali murid saat memulai sambutannya. Menurutnya pembangunan di Indonesia tujuannya adalah membuat seluruh masyarakat Indonesia hidupnya layak atau baik. Sehingga menurutnya agar masyarakat hidup layak dan baik, maka harus dilakukan upaya yang besar.
“Jadi kita harus bekerja keras dalam segala bidang, salah satunya adalah bidang pendidikan. Karena pendidikan membuat masyarakat bisa hidup baik, seperti pendidikan pelatihan bertani, guru dan perawat. Jadi semua bidang pendidikan dan pelatihan harus kita tingkatkan,” tegas Prabowo. Prabowo mengaku senang melihat perkembangan sekolah rakyat. Namun perlu lagi dilakukan usaha yang lebih besar, mengingat yang membutuhkan sekolah rakyat lumayan banyak.
“Dari laporan Menteri Sosial, di Bali untuk pendaftaran siswa sudah 400 lebih siswa. Hanya saja sekolah baru menampung 270 siswa jadi ini menjadi tantangan. Nanti bagaimana caranya kalau bisa agar banyak yang ditampung,” bebernya. Sementara, Menteri Sosial Saifullah Yusuf sekolah Rakyat yang ada saat ini sebanyak 166 di seluruh Indonesia. Hanya saja semuanya merupakan rintisan dan saat ini sedang dibangun gedung permanen.
“Saat ini Gedung Permanen Sekolah Rakyat baru di bangun. Bahkan saat ini ada 93 Gedung sekolah rakyat yang dibangun di seluruh Indonesia, salah satunya di Kabupaten Karangasem di Provinsi Bali,” bebernya. Menurutnya, khusus di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan sudah ada 3 rombongan belajar (Rombel) dengan 74 peserta didik. “Semua orang tua siswa sangat bersyukur anaknya bisa dididik di sekolah rakyat yang ada di Tabanan ini pak. Mereka bisa mendapat Pendidikan yang layak,” kata Gus Ipul.
Menurutnya sekolah rakyat di Tabanan memiliki fasilitas yang lengkap, layaknya sekolah rakyat yang lain yakni ada asrama, ruang kelas, ruang makan, aula, laboratorium, perpustakaan, dilengkapi dengan laptop dan yang lainnya.


