Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 11 Juni 2026
Trending
  • Renungan Katolik: Bahagia sebagai Pengikut Yesus
  • Veda Ega Pratama ungkap tantangan cuaca dan target, start P9 untuk kejar podium Moto3 Hungaria 2026
  • Pertanian Kuningan Siap Bertransformasi dengan Teknologi AI
  • UMKM: Pilar Ekonomi dan Pelindung Budaya, BI Bali Siapkan Jagadhita VII 2026
  • Operasi Pemeriksaan Kendaraan Nasional Mulai Hari Ini hingga 21 Juni 2026
  • Prabowo ke Sekolah Rakyat Tabanan, rahasia kode 08 dari masa militer
  • Komentar Pelatih Nova Arianto, Timnas U19 Indonesia Masuk Semifinal Piala AFF U19
  • Harga Tiket Kebun Raya Bogor Juni 2026 dengan Promo dan Wahana Baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Renungan Katolik: Bahagia sebagai Pengikut Yesus
Hiburan

Renungan Katolik: Bahagia sebagai Pengikut Yesus

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Renungan Katolik untuk Hari Senin Biasa X

Tema renungan Katolik kali ini adalah “bahagia menjadi pengikut Kristus”. Dalam artikel ini, kita akan membahas renungan Katolik yang disampaikan pada hari Senin Biasa X, dengan mengambil contoh dari Santo William Uskup dan Santa Maria Droste zu Vischering. Warna liturgi untuk hari ini adalah hijau.

Bacaan Liturgi Katolik Hari Senin 8 Juni 2026

Bacaan Pertama: 1 Raj 17:1-6

Elia melayani Tuhan, Allah Israel. Sekali peristiwa, Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, berkata kepada Raja Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.” Kemudian Tuhan bersabda kepada Elia, “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan. Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.” Maka ia pergi dan berbuat seperti disabdakan Tuhan. Ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur Sungai Yordan. Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Mazmur Tanggapan: Mzm 121:1-2.3-4.5-6.7-8

Refren: Hanya Engkaulah Tuhan Allahku dan harapan untuk hidupku.

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolongan bagiku? Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sungguh, tidak akan terlelap dan tidak akan tertidur Penjaga Israel. Tuhan penjagamu, Tuhan naunganmu di sebelah tangan kananmu. Matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, tidak pula bulan pada waktu malam. Tuhan akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Tuhan akan menjaga keluar masukmu dan sekarang sampai selama-lamanya.

Bait Pengantar Injil: Mat 5:12a

Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.

Bacaan Injil: Mat 5:1-12

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah.” Pada suatu hari Yesus naik ke atas bukit, sebab melihat orang banyak. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Yesus mulai berbicara dan menyampaikan ajaran ini kepada mereka, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kalian, jika demi Aku kalian dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacitalah dan bergembiralah, sebab besarlah ganjaranmu di surga, sebab para nabi sebelum kalian pun telah dianiaya.”

Renungan Harian Katolik

“Bahagia menjadi pengikut Kristus”

Sabda Bahagia yang disampaikan Yesus dalam Injil hari ini menghadirkan cara pandang yang berbeda dari dunia. Dunia sering menganggap bahagia berarti memiliki kekayaan, kekuasaan, popularitas, dan kenyamanan. Namun Yesus mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hubungan yang dekat dengan Allah dan dari hidup yang mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Surga.

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah” mengajak kita untuk menyadari bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan. Sikap rendah hati dan ketergantungan kepada Allah membuat hati kita terbuka menerima rahmat-Nya.

“Berbahagialah orang yang berdukacita” mengingatkan bahwa Tuhan tidak meninggalkan mereka yang sedang mengalami penderitaan, kehilangan, atau pergumulan hidup. Allah hadir sebagai sumber penghiburan dan kekuatan.

Yesus juga memuji orang yang lemah lembut, murah hati, suci hati, dan membawa damai. Dalam situasi dunia yang sering diwarnai konflik, persaingan, dan sikap mementingkan diri sendiri, para murid Kristus dipanggil menjadi pembawa kasih, pengampunan, dan perdamaian.

Sabda Bahagia bukan sekadar janji untuk masa depan, melainkan jalan hidup yang harus diwujudkan setiap hari. Ketika kita memilih kejujuran meskipun merugikan diri sendiri, mengampuni saat disakiti, membantu mereka yang membutuhkan, serta tetap setia kepada Kristus di tengah tantangan, saat itulah kita sedang berjalan menuju kebahagiaan sejati.

Hari ini, Yesus mengundang kita untuk memeriksa hati: apakah kebahagiaan yang kita cari berasal dari dunia atau dari Allah? Kebahagiaan yang ditawarkan dunia bersifat sementara, sedangkan kebahagiaan yang berasal dari Tuhan membawa damai yang mendalam dan mengantar kita kepada kehidupan kekal.

Refleksi

  • Nilai Sabda Bahagia mana yang paling perlu saya hidupi saat ini?
  • Apakah saya tetap percaya kepada Tuhan ketika menghadapi kesulitan dan penderitaan?
  • Bagaimana saya dapat menjadi pembawa damai dan kasih di keluarga, lingkungan, dan komunitas saya?

Doa

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk menemukan kebahagiaan sejati dalam mengikuti-Mu. Bentuklah hati kami agar rendah hati, murah hati, suci, dan menjadi pembawa damai. Kuatkan kami untuk tetap setia pada kebenaran meskipun menghadapi tantangan dan penderitaan. Semoga melalui hidup kami, semakin banyak orang mengalami kasih dan kehadiran-Mu. Amin.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Film Pesta Babi: Jejak Yasinta Moiwend di Jakarta – Siapa yang Menemani?

11 Juni 2026

Jika Anda Sering Tonton Film Sama, Mungkin Sedang Proses 7 Perasaan Tersembunyi Ini

11 Juni 2026

10 film romantis terbaik untuk pasangan

11 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Renungan Katolik: Bahagia sebagai Pengikut Yesus

11 Juni 2026

Veda Ega Pratama ungkap tantangan cuaca dan target, start P9 untuk kejar podium Moto3 Hungaria 2026

11 Juni 2026

Pertanian Kuningan Siap Bertransformasi dengan Teknologi AI

11 Juni 2026

UMKM: Pilar Ekonomi dan Pelindung Budaya, BI Bali Siapkan Jagadhita VII 2026

11 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?