Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 11 Juni 2026
Trending
  • Renungan Katolik: Bahagia sebagai Pengikut Yesus
  • Veda Ega Pratama ungkap tantangan cuaca dan target, start P9 untuk kejar podium Moto3 Hungaria 2026
  • Pertanian Kuningan Siap Bertransformasi dengan Teknologi AI
  • UMKM: Pilar Ekonomi dan Pelindung Budaya, BI Bali Siapkan Jagadhita VII 2026
  • Operasi Pemeriksaan Kendaraan Nasional Mulai Hari Ini hingga 21 Juni 2026
  • Prabowo ke Sekolah Rakyat Tabanan, rahasia kode 08 dari masa militer
  • Komentar Pelatih Nova Arianto, Timnas U19 Indonesia Masuk Semifinal Piala AFF U19
  • Harga Tiket Kebun Raya Bogor Juni 2026 dengan Promo dan Wahana Baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Pertanian Kuningan Siap Bertransformasi dengan Teknologi AI
Teknologi

Pertanian Kuningan Siap Bertransformasi dengan Teknologi AI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Teknologi Kecerdasan Buatan Hadir di Kabupaten Kuningan

Pengolahan sawah tanpa harus berjalan mengikuti traktor mungkin terdengar seperti teknologi masa depan. Namun, kini teknologi tersebut mulai dipersiapkan untuk diterapkan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Melalui kolaborasi dengan IPB University, pemerintah daerah membuka jalan bagi penerapan kecerdasan buatan (AI) yang mampu membantu petani dalam mengolah lahan dan mendeteksi penyakit tanaman secara lebih cepat dan akurat.

Perubahan ini menjadi bagian dari kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan IPB University dalam pengembangan sekaligus hilirisasi inovasi pertanian berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Kolaborasi ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan bersama tim peneliti IPB yang bertujuan mempercepat transformasi sektor pertanian menuju konsep smart agriculture.

Langkah ini juga menjadi jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi sektor pertanian, seperti berkurangnya tenaga kerja, regenerasi petani yang lambat, serta tuntutan peningkatan produksi pangan. Tim riset IPB University dipimpin oleh Dr. Ridwan Siskandar bersama sejumlah peneliti dan pengembang teknologi yang fokus pada inovasi pertanian cerdas.

Traktor Pintar yang Bisa Dikendalikan dari Jarak Jauh

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah AI-TRAC atau Artificial Intelligence Tractor Retrofit Autonomous Control. Teknologi ini memungkinkan traktor tangan roda dua konvensional diubah menjadi traktor pintar melalui sistem retrofit yang dilengkapi dua mode pengoperasian, yakni kendali jarak jauh menggunakan remote control dan sistem operasi otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Melalui teknologi ini, petani tidak lagi harus terus berada di belakang traktor saat proses pengolahan lahan berlangsung. Operator cukup melakukan pemantauan dan pengendalian dari jarak tertentu melalui perangkat yang telah terhubung dengan sistem AI.

Kehadiran AI-TRAC dirancang untuk meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi beban operator, sekaligus meningkatkan aspek keselamatan saat pengolahan lahan pertanian. Teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan pertanian presisi yang kini semakin dibutuhkan dalam sistem produksi pangan modern.

Selain itu, pendekatan berbasis teknologi seperti AI-TRAC dinilai mampu menarik minat generasi muda untuk kembali melihat sektor pertanian sebagai bidang yang menjanjikan.

Robot Cerdas Deteksi Penyakit Cabai

Selain menghadirkan traktor pintar, tim peneliti IPB juga memperkenalkan ANTRAC, robot berbasis Artificial Intelligence dan Deep Learning yang dikembangkan untuk mendeteksi penyakit antraknosa pada tanaman cabai. Penyakit yang lebih dikenal petani dengan sebutan patek itu merupakan salah satu ancaman terbesar dalam budidaya cabai karena dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan bahkan berujung gagal panen.

Melalui teknologi pengenalan citra atau image recognition, ANTRAC mampu mengenali gejala awal penyakit lebih cepat dibandingkan metode pengamatan visual biasa. Kemampuan tersebut memungkinkan petani mengambil tindakan lebih dini sebelum penyakit menyebar ke area yang lebih luas.

Deteksi yang lebih cepat juga membuka peluang pengendalian yang lebih tepat sehingga potensi kerugian ekonomi dapat ditekan.

Teknologi Harus Sampai ke Petani

Ketua Tim Riset AI-TRAC dan ANTRAC IPB University, Dr. Ridwan Siskandar, menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia tidak hanya bergantung pada lahirnya inovasi baru, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan teknologi tersebut langsung ke tangan petani. Ia menekankan bahwa hilirisasi inovasi menjadi kunci. Riset tidak boleh berhenti di laboratorium atau menjadi laporan akademik semata. Teknologi harus hadir di tengah petani, menjawab persoalan nyata, dan menciptakan nilai tambah ekonomi.

Menurut dia, kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani menjadi faktor penting agar inovasi benar-benar bisa diterapkan. Ridwan menilai kecerdasan buatan tidak hanya bermanfaat untuk mendukung mekanisasi pertanian, tetapi juga memperkuat perlindungan tanaman melalui sistem deteksi dini berbagai penyakit.

Kuningan Siap Dorong Modernisasi Pertanian

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, menyambut positif pengembangan AI-TRAC dan ANTRAC yang dinilai sejalan dengan arah pembangunan sektor pertanian daerah. Menurut Wahyu, modernisasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda apabila sektor pertanian ingin tetap berperan sebagai penggerak ekonomi sekaligus penyangga ketahanan pangan.

Teknologi tersebut dinilai mampu menjawab kebutuhan peningkatan produktivitas sekaligus mengatasi persoalan berkurangnya tenaga kerja pertanian dan regenerasi petani. Wahyu menilai sektor pertanian harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman apabila ingin menarik perhatian generasi muda.

Dari Prototipe Menuju Implementasi

Menurut Wahyu, kehadiran AI-TRAC dan ANTRAC menunjukkan bahwa masa depan pertanian bukan hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga bagaimana teknologi membantu petani bekerja lebih efisien dan mengambil keputusan secara tepat. Jika AI-TRAC membantu petani dalam pengolahan lahan, maka ANTRAC membantu petani menjaga kesehatan tanaman. Keduanya merupakan contoh nyata bagaimana inovasi dan kecerdasan buatan dapat dihadirkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Kuningan juga menyatakan siap mendukung proses hilirisasi teknologi melalui penguatan kapasitas penyuluh pertanian, pengembangan kelembagaan petani, integrasi ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, hingga penjajakan dukungan pembiayaan. Fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan inovasi tersebut tidak berhenti sebagai proyek penelitian semata.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Spesifikasi dan Harga iQOO 15T: Smartphone Gaming dengan Kamera 200MP OIS

11 Juni 2026

ChatGPT Bisa Membaca Kartu Tarot, Tapi Bisakah Ia Memahami Manusia?

11 Juni 2026

Cara mengganti nada dering WhatsApp dengan suara sendiri menggunakan Google Assistant

11 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Renungan Katolik: Bahagia sebagai Pengikut Yesus

11 Juni 2026

Veda Ega Pratama ungkap tantangan cuaca dan target, start P9 untuk kejar podium Moto3 Hungaria 2026

11 Juni 2026

Pertanian Kuningan Siap Bertransformasi dengan Teknologi AI

11 Juni 2026

UMKM: Pilar Ekonomi dan Pelindung Budaya, BI Bali Siapkan Jagadhita VII 2026

11 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?