Pemulangan Jemaah Haji Asal Riau Dimulai 4 Juni 2026
Jemaah haji asal Provinsi Riau akan kembali ke Tanah Air pada 4 Juni 2026. Sebelum proses pemulangan dimulai, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau memberikan beberapa pengingatan terkait aturan penerbangan, termasuk barang bawaan dan larangan membawa air zamzam di dalam koper maupun tas kabin.
Rangkaian ibadah haji tahun 2026 telah selesai dilaksanakan. Sementara jemaah haji Indonesia mulai dipulangkan ke Tanah Air pada Senin (1/6), jemaah asal Riau baru akan diberangkatkan dari Jeddah beberapa hari kemudian.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Riau, Defizon, mengatakan bahwa proses pemulangan jemaah Riau dimulai dengan Kloter BTH 3 yang akan berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Kamis (4/6). Di hari yang sama, jemaah haji Riau akan tiba di Debarkasi Batam. Setelah menginap satu hari di Batam, keesokan harinya mereka kembali ke daerah masing-masing.
Defizon menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kepatuhan jemaah terhadap aturan barang bawaan selama penerbangan.
Ia mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan barang-barang yang dilarang ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Barang seperti yang mudah meledak, mudah terbakar, benda tajam, produk hewani, makanan beraroma tajam, tanaman hidup, serta produk tanaman tidak diperbolehkan dibawa dalam penerbangan.
Larangan ini diberlakukan demi menjaga keselamatan penerbangan sekaligus memenuhi ketentuan keamanan dan karantina internasional. Defizon mengimbau jemaah untuk memeriksa kembali isi koper sebelum keberangkatan dari Arab Saudi. Jangan sampai terdapat barang-barang yang dilarang karena dapat menghambat proses pemeriksaan di bandara dan berpotensi menyebabkan barang tertahan oleh petugas.
Selain itu, ia menegaskan bahwa air zamzam tidak boleh disimpan di dalam koper bagasi maupun tas kabin. Menurutnya, seluruh barang bawaan jemaah akan diperiksa menggunakan mesin pemindai berteknologi tinggi yang mampu mendeteksi keberadaan air zamzam maupun barang terlarang lainnya.
Petugas bandara Arab Saudi melakukan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap seluruh barang bawaan jemaah. Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka koper tersebut akan dibongkar dan ditahan sehingga berpotensi tidak ikut diterbangkan ke Indonesia bersama pemiliknya.
Defizon menjelaskan bahwa keberadaan air zamzam di dalam koper dapat memperlambat proses pemeriksaan dan menghambat pengiriman bagasi. Karena itu, seluruh jemaah diminta mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi air zamzam secara resmi untuk setiap jemaah haji Indonesia sehingga tidak perlu membawa sendiri dari Arab Saudi.
Selain aturan bagasi, perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) yang akan mengikuti proses pemulangan. Defizon menjelaskan bahwa sebagian koper kecil atau tas kabin milik jemaah lansia kemungkinan akan dikumpulkan petugas untuk dimasukkan ke bagasi pesawat sebelum memasuki area imigrasi.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi jemaah lansia selama proses keberangkatan dari Arab Saudi. Karena itu, jemaah lansia maupun pendamping diminta memastikan obat-obatan, dokumen penting, uang, telepon genggam, dan barang berharga lainnya disimpan dalam tas paspor yang selalu dibawa selama perjalanan.
Sementara itu, koper kecil tetap harus memenuhi batas maksimal berat 7 kilogram. Defizon mengimbau para pendamping dan ketua rombongan untuk membantu mengingatkan jemaah lansia agar barang-barang penting tidak tertinggal di dalam koper kecil yang kemungkinan akan dimasukkan ke bagasi pesawat. Dengan persiapan yang baik, proses pemulangan jemaah, khususnya lansia, dapat berjalan lebih aman dan nyaman.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 17 kloter jemaah haji Indonesia mulai dipulangkan dari Arab Saudi pada 1 Juni. Tujuh kloter tiba di Indonesia pada hari yang sama, sedangkan 10 kloter lainnya mendarat pada 2 Juni.
Data hingga 30 Mei menunjukkan jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai sekitar 130 orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun sebelumnya yang mencapai 267 orang.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman dan lancar.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun fase puncak ibadah haji telah berakhir, layanan kepada jemaah tetap berjalan hingga seluruh rangkaian ibadah, termasuk tawaf ifadah, selesai dilaksanakan sebelum kepulangan ke Indonesia.



